
Bola.net - Eks bek Manchester United Patrice Evra mengaku ia lebih ingin melihat Luis Suarez dikirim ke Afrika ketimbang menjalani hukuman larangan bertanding saat tersangkut kasus rasisme tahun 2011 silam.
Liverpool bersua dengan United pada Oktober 2011 silam. Pertandingan itu berakhir dengan imbang 1-1.
Namun laga itu diwarnai kasus rasisme. Pelakunya adalah Suarez dan korbannya adalah Evra. Suarez dituding mengucap kata tertentu pada sang lawan di area sekitar kotak penalti di depan tribune Kop.
Laporan FA akhirnya menyatakan bahwa Evra bertanya kepada Suarez mengapa ia menendangnya dengan keras setelah melakukan tekel. Suarez menjawab: "Karena kamu berkulit hitam."
Evra meminta Suarez mengulangi jawabannya, mengatakan bahwa ia akan "memukulnya." Suarez berkata: "Saya tidak berbicara dengan orang kulit hitam," dan dikatakan telah menggunakan kata "negro" tujuh kali dalam percekcokannya itu.
Edukasi
Suarez membantah tuduhan dari Evra itu. Kasus itu kemudian disidangkan selama enam hari.
Setelah itu ia dikenai larangan bermain sebanyak delapan pertandingan. Selain itu ia didenda 40.000 pounds oleh Asosiasi Sepakbola Inggris pada 20 Desember.
Dalam wawancara di acara Monday Night Football, eks bek Liverpool Jamie Carragher sempat melakoni sesi tanya jawab dengan Evra. Ia kemudian bertanya pada Evra apakah Suarez harusnya dilarang main saat itu.
"Patrice, tentang insiden Luis Suarez, apakah Anda benar-benar merasa bahwa ia seharusnya tidak dilarang main, bahwa itu seharusnya lebih tentang pendidikan? Anda tidak ingin melihat larangan itu, Anda akan ingin melihat hukuman yang berbeda di entah bagaimana?"
Dikirim ke Afrika

Evra pun menjawab bahwa Suarez baiknya memang tidak diberi hukuman larangan bermain. Sebab hukuman itu dinilai kurang mendidik.
"Tepat sekali. Saya ingat ketika itu terjadi, kejadian ini, saya tidak pernah pergi ke pengadilan dan mengatakan 'Luis Suarez adalah seorang rasis' karena ia menggunakan beberapa kata rasis," jawabnya.
"Bahkan itu sulit, karena saya mengatakan kepada pengadilan: 'Saya tidak ingin Anda melarang Luis Suarez, tetapi saya hanya tidak ingin Anda mengatakan itu karena saya tidak bereaksi [itu bukan apa-apa]'. Bayangkan jika saya meninju dirinya, di semua TV dan semua anak akan melihat saya memukul Luis Suarez, dan saya akan tampak seperti penjahat," tuturnya.
"Bahkan jika Anda mendenda seseorang, ia tidak akan peduli. Ini tentang edukasi. Kirim ia ke Afrika, membantu anak-anak ... Kita semua sama ... Saya hanya manusia," cetus Evra.
Skuat Liverpool sendiri mendukung Luis Suarez karena yakin sang striker tidak bersalah terkait kasusnya dengan Patrice Evra itu. Maka dari itu sebelum melakoni laga lawan Wigan, para pemain kompak mengenakan kaus putih dengan nama Suarez plus nomor punggung 7.
(monday night fooball)
Baca Juga:
- Gara-gara Main Basket Jelang Duel Lawan Manchester United, Liverpool Panen Sindiran
- Ini Pesona Istri Luis Figo, Helene Svedin, yang Membuat Ronaldo Jatuh Hati
- Protes Atas Kerusakan Lingkungan, Klub Ini Bertanding Dengan Memakai Jersey Bernoda Minyak
- Berkat Sepak Bola, Wilfried Zaha Wujudkan Mimpi untuk Membantu Mereka yang Kesusahan
- Sebelum Kasus Sir Alex, Ini Enam Skandal Pengaturan Skor yang Menggegerkan Dunia Sepak Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kekuatan Mental Jadi Penentu Kesuksesan Nicolas Pepe di Inggris
Liga Inggris 22 Oktober 2019, 21:24
-
Ed Woodward Tidak Seburuk yang Kalian Pikirkan, Fans MU!
Liga Inggris 22 Oktober 2019, 21:00
-
Ed Woodward Bantah Campuri Transfer Manchester United
Liga Inggris 22 Oktober 2019, 20:40
-
Penyakit MU: Spektakuler Lawan Tim Besar, Medioker Lawan Tim Kecil
Liga Inggris 22 Oktober 2019, 20:20
-
Penilaian Evra untuk Nicolas Pepe: Terbebani Harga Mahal dan Harus ke Gym
Liga Inggris 22 Oktober 2019, 20:11
LATEST UPDATE
-
5 Pemain Kunci Barcelona untuk Kalahkan Real Madrid di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 08:00
-
Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Senegal vs Mesir, Nigeria vs Maroko
Bola Dunia Lainnya 11 Januari 2026, 07:00
-
Persita vs Borneo FC: Alasan Kekalahan Borneo FC di Tangan Persita
Bola Indonesia 11 Januari 2026, 06:59
-
Proliga 2026: Bandung BJB Tandamata Incar Kemenangan atas Jakarta Popsivo Polwan
Voli 11 Januari 2026, 06:49
-
Mengenal Cesar Meylan, Si Jenius Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia
Tim Nasional 11 Januari 2026, 06:43
-
Charlton vs Chelsea: Rating Pemain The Blues usai Menang Telak di Piala FA
Liga Inggris 11 Januari 2026, 06:36
-
Man of the Match Charlton vs Chelsea: Tosin Adarabioyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 05:47
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52























KOMENTAR