
Bola.net - Ada pemandangan yang aneh saat pemain RB Leipzig masuk lapangan jelang duel melawan Tottenham. Dua pemain memakai kostum berbeda dengan rekan-rekan satu timnya. Momen ini terjadi selama babak pertama.
RB Leipzig menjalani lawatan ke London pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB. Melawan Tottenham di kandangnya, RB Leipzig menang dengan skor 1-0.
Timo Werner mencatatkan namanya di papan skor pada menit 58. Pemain berusia 23 tahun membobol gawang Hugo Lloris lewat tendangan penalti. RB Leipzig hanya butuh hasil imbang di leg kedua untuk lolos ke perempat final.
Di balik kemenangan tersebut, dua pemain RB Leipzig tampil dengan kostum yang berbeda. Timo Werner dan Christopher Nkunku memakai jersey dengan bagian sponsor berwarna putih, padahal harusnya berwarna merah dan kuning.
Penjelasan RB Leipzig Terkait Kostum yang Berbeda
Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengakui ada insiden yang membuat pemainnya masuk lapangan dengan kostum berbeda. Nagelsmann menyebut timnya kehilangan koper yang berisi perlengkapan, termasuk kostum milik Timo Werner.
"Dalam perjalanan dari hotel, kostum itu tidak lengkap dan berada di kotak yang berbeda," ucap Nagelsmann dikutip dari Goal International.
First step done! 👊🏼✅👣 @DieRotenBullen #ChampionsLeague #CL #DieRotenBullen #TOTRBL #RBLeipzig pic.twitter.com/E8DzKWTF6T
— Lukas Klostermann (@lukaskl96) February 19, 2020
"Kotak itu tidak berada di bus, dan itu lah mengapa ada sedikit kekacuan [kostum yang berbeda]. Itu tidak akan terulang pada leg kedua. Kami akan memakai baju yang sama," tambah pelatih berusia 32 tahun.
Timo Werner dengan jersey yang berbeda di bagian dada (c) AP Photo
Timo Werner pada laga babak kedua melawan Tottenham (c) AP Photo
Keanehan pada jersey RB Leipzig tidak berlangsung lama. Sebab, pada babak kedua, Timo Werner dan Christopher Nkunku sudah memakai jersey yang sama dengan pemain lain.
Nagelsmann Puji Pemain RB Leipzig
RB Leipzig baru pertama kali tampil di babak 16 Besar Liga Champions. Jadi, laga melawan Tottenham disebut Julian Nagelsmann berjalan sangat sulit. Ada tekanan dan rasa tidak sabar untuk bisa segera mencetak gol pada benak pemain.
"Saya pikir ini laga yang sulit dan pada akhirnya kami tidak mendapat gol kedua," kata Nagelsmann.
"Kami mengendalikan permainan, di babak pertama. Kami punya penguasaan bola yang bagus dan kami bermain sangat matang. Tim muda punya tasa tidak sabar dan berpikir Anda harus mencetak gol di leg pertama," kata Nagelsmann.
Dengan kemenangan 0-1 ini, peluang RB Leipzig lolos ke perempat final kian besar. Die Rotten Bullen hanya perlu hasil imbang pada laga leg kedua yang digelar di Redbull Arena, 11 Maret 2020 mendatang.
Sumber: Goal International
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Dikalahkan Atletico, Salah Kena Damprat Gullit, Kenapa?
Liga Champions 20 Februari 2020, 22:18
-
Peringatan Messi untuk Barcelona Jelang Lawan Napoli
Liga Champions 20 Februari 2020, 21:24
-
Messi Masih tak Bisa Temukan Penjelasan Atas Kekalahan Barcelona dari Liverpool
Liga Champions 20 Februari 2020, 18:27
-
Tanpa Liga Champions, Messi Sebut Man City Bakal Ambyar
Liga Champions 20 Februari 2020, 17:57
-
4 Fakta Menarik Dari Performa Luar Biasa Atalanta Musim Ini
Liga Italia 20 Februari 2020, 15:15
LATEST UPDATE
-
Musuh Besar Timnas Inggris di Piala Dunia: Awas Mata-Mata!
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:49
-
Akhirnya Thomas Tuchel Buka Suara Soal Cole Palmer
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:38
-
Cari Pengganti Lewandowski, Barcelona Lirik Harry Kane!
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 07:27
-
Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
Bola Indonesia 24 Mei 2026, 05:58
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25


















KOMENTAR