
Bola.net - Manchester United masih terlalu tangguh untuk Istanbul Basaksehir. Bertanding pada matchday 4 Grup H Liga Champions 2020/21, Old Trafford, MU menggasak tim tamu dengan skor telak 4-1, Rabu (25/11/2020).
Kemenangan ini mengukuhkan posisi MU di puncak klasemen sementara dengan 9 poin dari 4 pertandingan. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan langkah ke 16 besar.
Permainan MU pada laga ini pun patut diacungi jempol. Beberapa pemain inti dicadangkan, lalu ada Donny van de Beek dan Edinson Cavani yang diberi kesempatan bermain penuh.
Rotasi ini terbukti jitu, MU bermain sangat baik sampai unggul 3-0, sempat sedikit lengah, kemudian memberikan pukulan pemungkas. Laga ini mungkin menunjukkan salah satu performa terbaik MU musim ini.
Sebab itu, setidaknya ada 5 pelajaran penting yang bisa dipetik dari kemenangan MU kali ini. Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Bruno Fernandes lagi!
Bruno Fernandes for Man Utd across all competitions:
— Squawka Football (@Squawka) November 24, 2020
⬡ 35 games
⬢ 21 goals
⬢ 13 assists
He's just getting better and better. 📈 pic.twitter.com/5wm1dWB9EJ
Ya, Bruno Fernandes sekali lagi jadi aktor utama kemenangan MU. Dia mencetak dua gol pertama, bisa saja membungkus hattrick, tapi memberikan kesempatan penalti pada Marcus Rashford.
Gelandang Portugal ini kesulitan sejak awal musim, belum mencapai level terbaiknya. Namun, jika melihat performanya pada laga ini, sepertinya Bruno akan terus berkembang.
Dia tampil impresif menginisiasi serangan Setan Merah. Hampir semua peluang MU datang dari kaki Fernandes di sepertiga akhir, tentu setelah dia menerima suplai bola dari lini tengah.
Van de Beek mulai oke
Bicara soal Bruno berarti harus sekaligus menyorot performa Donny van de Beek pada pertandingan ini. Sejak tiba di MU, mungkin inilah performa terbaik Van de Beek di lapangan.
Dia dipasangkan dengan Fred dalam peran double pivot, keputusan Solskjaer yang terbukti tepat. Intensitas serangan MU justru semakin tinggi dengan adanya Van de Beek di posisi itu.
Donny van de Beek’s first half vs. İstanbul Başakşehir by numbers:
— Statman Dave (@StatmanDave) November 24, 2020
90% pass accuracy
47 total touches
2 tackles won
1 chance created
1 clearance
Rolled pressure smartly and picked some great passes. 🇳🇱 pic.twitter.com/vjG4MGJNO6
Duet dengan Fred tampaknya sangat menguntungkan untuk Van de Beek. Gelandang Belanda ini punya mentalitas untuk terus melihat ke depan, terus mencoba menyerang.
Hasilnya luar biasa, Van de Beek jadi mesin permainan MU, sedangkan Bruno bisa lebih bebas menunggu bola di depan, tanpa perlu turun menjemput.
MU lebih tangguh di Eropa
Entah mengapa, sepertinya ada dua wajah MU musim ini. Mereka tangguh di Liga Champions, bahkan bisa mengalahkan PSG di Paris, tapi terseok-seok di Premier League.
Saat ini MU ada di peringkat ke-10 klasemen sementara Premier League, hanya 13 poin dari 8 pertandingan. Sedangkan di Liga Champions, Setan Merah memuncaki klasemen sementara dengan 9 poin dari 4 pertandingan.
Man Utd should just play the Champions League music before all Premier League home games and not tell the players it's a domestic match.
— Andy Mitten (@AndyMitten) November 24, 2020
Kondisi ini seharusnya menunjukkan adanya masalah inkonsistensi dalam tim Solskjaer. Namun, di saat yang sama Solskjaer seharusnya tahu bahwa timnya punya potensi bermain lebih baik di liga. hanya perlu dorongan yang tepat.
Lengah setelah unggul
MU nyaris mengulangi kebiasaan buruk mereka. Setelah unggul 3-0 intensitas permainan menurun, mereka lengah dan membiarkan Istanbul menciptakan beberapa peluang, untungnya tidak terjadi banyak gol.
"Ketika Anda unggul 3-0 dan Anda sedikit lengah, Anda akan memberikan kesempatan bermain bagi lawan," kata Solskjaer mengakui.
Ini satu masalah yang tidak boleh terus dibiarkan. MU terlalu sering membuang kesempatan musim ini karena kesalahan sendiri, karena lengah sendiri.
Beruntung kali ini lawan mereka sekelas Istanbul Basaksehir yang kurang mematikan dalam memaksimalkan peluang.
Istanbul bisa merepotkan
Istanbul Basaksehir jelas bukan favorit di Grup H, tapi mereka bisa jadi lawan yang merepotkan. MU terbukti bisa terjegal, yang berarti dua tim lainnya -- PSG dan RB Leipzig -- pun harus berhati-hati.
Tertinggal di dasar klasemen dengan 3 poin, tim asal Turki ini diyakini akan bermain lepas tanpa beban pada dua pertandingan berikutnya. Mereka pun bisa berperan menentukan tim yang lolos.
Istanbul bisa saja menjegal PSG pada matchday 6, juga bisa merepotkan Leipzig. Intinya Grup H sulit diprediksi, MU kemungkinan besar lolos, tapi belum pasti siapa tim kedua yang ikut ke 16 besar.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- Ketika Trio Liga Portugal Topang Kemenangan Manchester United Lawan Istanbul Basaksehir
- 5 Pelajaran dari Juventus vs Ferencvaros: Siapa Bisa Hentikan Ronaldo Cetak Gol?
- Mengapa Bruno Fernandes Menolak Hattrick dan Berikan Penalti ke Marcus Rashford?
- Kata Solskjaer Soal Bagi-Bagi Jatah Penalti Ala Man United
- Tak Kenal Ampun! Inilah Wajah Barcelona yang Diinginkan Ronald Koeman
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Bayern Munchen vs FC Salzburg di Vidio
Liga Champions 25 November 2020, 23:45
-
Link Live Streaming Inter Milan vs Real Madrid di Vidio
Liga Champions 25 November 2020, 23:30
-
Link Live Streaming Liverpool vs Atalanta di Vidio
Liga Champions 25 November 2020, 23:15
-
Link Live Streaming Olympiakos vs Manchester City di Vidio
Liga Champions 25 November 2020, 23:05
-
Leganya Solskjaer Lihat Daniel James Cetak Gol Lagi
Liga Inggris 25 November 2020, 18:00
LATEST UPDATE
-
Juventus vs Como: Sudah Kalah, Juve Dicemooh Suporternya Sendiri Pula
Liga Italia 22 Februari 2026, 07:05
-
Rapor Pemain Real Madrid vs Osasuna: Lini Belakang Jadi Sumber Bencana!
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 06:58
-
Man of the Match Man City vs Newcastle: Nico OReilly
Liga Inggris 22 Februari 2026, 06:45
-
Jelang Arsenal Lawan Tottenham, Pesan Bukayo Saka ke Skuad The Gunners Diingat Lagi!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 06:00
-
Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:30
-
Hasil Man City vs Newcastle: City Pepet Arsenal Berkat Nico OReilly
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:24
-
Jalan Pulang Lionel Messi ke Barcelona
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 05:00
-
Hasil Al Nassr vs Al Hazm: Dua Gol Ronaldo Genapkan Kemenangan 4-0
Asia 22 Februari 2026, 04:27
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR