Bola.net - Bayern Munich gagal mengulangi penampilan dominan AS Roma seperti yang mereka lakukan di Olimpico dua pekan lalu. Setelah menang 7-1 di ibukota Italia, Die Roten 'hanya' mengukir kemenangan 2-0 saat ganti menjamu I Lupi di Allianz Arena semalam (05/11).
Hal itu diakui oleh penggawa Bayern disebabkan karena penampilan ekstra defensif yang ditunjukkan oleh runner up Serie A musim lalu. Salah satunya adalah Franck Ribery, pencetak gol pertama Bayern dalam laga tersebut.
"Laga ini berjalan benar-benar berbeda dengan di Roma. Kami bekerja sangat keras karena mereka pada prakteknya memainkan enam pemain sekaligus di lini belakang. Hal itu sangat menyulitkan kami, namun kami terus bekerja keras dan sangat penting untuk bisa mencetak gol pertama," ungkap pemain asal Prancis ini seperti dilansir situs resmi UEFA.
Pernyataan senada diungkapkan oleh kapten tim Bayern, Philipp Lahm. Ia juga bersyukur Ribery mampu memecah kebuntuan di tengah rapatnya dinding pertahanan Roma.
"Roma belajar dari laga pertama dan bermain sangat defensif melawan kami. Malam ini mereka menumpuk enam pemain di belakang, sungguh tak mudah untuk menciptakan peluang. Karena itulah penting bagi kami untuk mencetak gol pembuka, setelah itu kami mendapatkan motivasi tambahan untuk terus menekan di babak kedua," ungkap Lahm.
Setelah Ribery mencetak gol pembuka Bayern, Mario Gotze menyempurnakan kemenangan timnya lewat gol di babak kedua. (uefa/mri)
Hal itu diakui oleh penggawa Bayern disebabkan karena penampilan ekstra defensif yang ditunjukkan oleh runner up Serie A musim lalu. Salah satunya adalah Franck Ribery, pencetak gol pertama Bayern dalam laga tersebut.
"Laga ini berjalan benar-benar berbeda dengan di Roma. Kami bekerja sangat keras karena mereka pada prakteknya memainkan enam pemain sekaligus di lini belakang. Hal itu sangat menyulitkan kami, namun kami terus bekerja keras dan sangat penting untuk bisa mencetak gol pertama," ungkap pemain asal Prancis ini seperti dilansir situs resmi UEFA.
Pernyataan senada diungkapkan oleh kapten tim Bayern, Philipp Lahm. Ia juga bersyukur Ribery mampu memecah kebuntuan di tengah rapatnya dinding pertahanan Roma.
"Roma belajar dari laga pertama dan bermain sangat defensif melawan kami. Malam ini mereka menumpuk enam pemain di belakang, sungguh tak mudah untuk menciptakan peluang. Karena itulah penting bagi kami untuk mencetak gol pembuka, setelah itu kami mendapatkan motivasi tambahan untuk terus menekan di babak kedua," ungkap Lahm.
Setelah Ribery mencetak gol pembuka Bayern, Mario Gotze menyempurnakan kemenangan timnya lewat gol di babak kedua. (uefa/mri)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
De Boer: Ajax Memaksa Barcelona Melakukan Kesalahan
Liga Champions 6 November 2014, 23:20
-
Jovetic Minta City Segera Move On
Liga Champions 6 November 2014, 22:40
-
PSG Ingin Lumat Ajax Demi Status Juara Grup
Liga Champions 6 November 2014, 22:39
-
Jovetic Heran City Kalah Lawan CSKA
Liga Champions 6 November 2014, 22:21
-
David Luiz Ingin Perbaiki Prestasi PSG di Liga Champions
Liga Champions 6 November 2014, 21:56
LATEST UPDATE
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
-
Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:26
-
Diam tetapi Mematikan Seperti Ousmane Dembele
Piala Dunia 10 Juli 2026, 06:08
-
Man of the Match Prancis vs Maroko: Kylian Mbappe
Piala Dunia 10 Juli 2026, 05:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR