
Bola.net - Benjamin Pavard mengaku harus beradaptasi dengan gaya bermain baru saat bergabung dengan Inter Milan pada 2023 lalu. Bek asal Prancis itu juga merasakan keinginan kuat rekan-rekannya untuk membalas kekalahan di Final Liga Champions 2023.
Inter akan menghadapi PSG di Final Liga Champions 2025 di Munich, dan Pavard mengungkapkan kesiapannya lewat wawancara eksklusif dengan L'Equipe. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi para pemain yang pernah merasakan pahitnya kekalahan dua tahun lalu.
PSG digadang-gadang sebagai tim tangguh dengan konsistensi yang terus meningkat. Namun, Pavard menegaskan bahwa Inter Milan tidak akan sekadar menjadi penonton di pertandingan puncak nanti.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
PSG Tim Kuat, Tapi Inter Siap Berjuang

Pavard mengakui kualitas PSG sebagai tim yang solid dengan pelatih berkelas dunia. Meski mengagumi permainan mereka, ia menegaskan bahwa Inter datang ke Munich bukan untuk kalah.
"PSG adalah tim hebat. Mereka telah membuktikannya selama bertahun-tahun, dan sekarang mereka bahkan lebih konsisten," kata Pavard seperti dikutip Gazzetta.
"Mereka punya pelatih yang brilian, salah satu yang terbaik di dunia. Kami menikmati permainan mereka, tapi di hari Sabtu, kami tidak akan hanya menonton," tegasnya.
Pavard sendiri pernah menjuarai Liga Champions bersama Bayern Munich pada 2020, meski saat itu ia absen karena cedera. Kini, ia berpeluang merasakan momen serupa dengan kostum berbeda.
Dendam Tersimpan Usai Final 2023
Meski baru bergabung setelah Final 2023, Pavard merasakan ambisi besar rekan-rekannya yang ingin menebus kekalahan dari Manchester City. Pengalaman pahit itu justru membuat mereka lebih matang.
"Banyak pemain di sini ingin balas dendam setelah final yang kami lewatkan melawan Manchester City. Kekalahan itu mengajarkan banyak hal, dan mereka tumbuh lebih kuat sejak saat itu," ungkap Pavard.
"Kami bisa meraih sesuatu yang luar biasa. Ini mungkin kesempatan terakhir bagi beberapa pemain, tapi yang terpenting, kami sudah bangga dengan perjalanan ini," tambahnya.
Inter dikenal sebagai tim yang kompak meski tidak diisi banyak bintang. Pavard menekankan bahwa kekuatan utama mereka terletak pada kerja sama dan kesediaan untuk menderita bersama.
Taktik Fleksibel Inter Kunci Melawan PSG
Pavard menjelaskan bahwa Inter mampu menyesuaikan gaya bermain, baik dengan tekanan tinggi maupun bertahan dalam blok rapat. Fleksibilitas ini menjadi senjata utama mereka.
"Kami bisa menekan, tapi juga bisa bertahan rendah. Yang terpenting adalah tidak kebobolan. Terkadang kami harus mundur dan menderita untuk menang," ujarnya.
Posisi Pavard sendiri sering berubah-ubah, tergantung kebutuhan taktik pelatih Simone Inzaghi. Ia bisa beroperasi sebagai bek kanan, wing-back, atau bahkan membantu lini tengah.
"Peran saya hybrid. Kadang saya jadi bek kanan, kadang wing-back. Bahkan gelandang bisa turun jadi bek tengah," jelas Pavard.
"Kuncinya adalah menjaga keseimbangan defensif. Pelatih sangat menekankan hal itu. Saat saya maju, Barella akan menutupi ruang saya. Semua sudah dipelajari dengan detail," pungkasnya.
Pavard: Adaptasi dan Kebanggaan Bersama Inter
Bergabung dengan Inter mengharuskan Pavard mempelajari sistem baru, dan ia mengaku menikmati proses tersebut. Ia pun bangga menjadi bagian dari tim yang penuh semangat ini.
"Saya perlu mempelajari gaya bermain ini. Di sini, semua diatur dengan sangat rinci, tapi tetap ada kebebasan kecil untuk berekspresi," katanya.
Pavard dan kawan-kawan kini tinggal selangkah lagi dari trofi bergengsi. Apakah dendam terhadap Manchester City akan terbalaskan lewat kemenangan atas PSG? Jawabannya akan terungkap di Munich akhir pekan ini.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR