Kisah Kebangkitan Arsenal: Dari Berkah Pandemi Covid-19, Tragedi Baku, Penemuan Saliba, hingga Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun

Bola.net - Arsenal memasuki era baru yang lebih stabil setelah melewati fase panjang penuh perubahan sejak 2018. Petinggi klub, Josh Kroenke, menilai salah satu faktor tak terduga yang membantu proses itu adalah masa pandemi Covid-19, ketika pertandingan berlangsung tanpa penonton dan tekanan stadion sempat hilang sepenuhnya.
Dalam situasi itu, Mikel Arteta punya ruang lebih longgar untuk membangun ulang tim. Meski sempat terseok di papan tengah, fondasi permainan perlahan terbentuk hingga akhirnya Arsenal kembali bersaing di level tertinggi. Puncaknya, klub berhasil meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.
Keberhasilan tersebut juga menjadi validasi bagi KSE (Kroenke Sports and Entertainment), yang sejak mengambil alih penuh Arsenal pada 2018 sempat menuai banyak kritik dari fans. Kini, fokus mereka bergeser ke final Liga Champions melawan PSG di akhir pekan.
Di balik capaian itu, Kroenke menyebut perjalanan Arsenal tidak pernah benar-benar mulus. Ada banyak keputusan sulit yang harus diambil dalam masa transisi panjang klub.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Momentum Kebangkitan Sang Raksasa Tidur

Gelar Premier League memicu perayaan besar di sekitar Emirates Stadium. Bagi banyak suporter, itu bukan sekadar kemenangan, melainkan penutup penantian panjang lebih dari dua dekade.
Kroenke menyebut Arsenal sebagai “raksasa tidur” yang akhirnya mulai bangun. Ia juga mengaku bangga melihat perubahan cara klub dipersepsikan, baik oleh fans sendiri maupun publik luas di era media sosial yang serba cepat.
“Saya tahu kami adalah raksasa yang sedang tertidur dan harus dibangunkan,” ujarnya.
“Kalau menang, hidup tetap berjalan seperti biasa. Kami harus kembali bekerja karena banyak tim lain yang terus berkembang. Kalau tidak ikut berkembang, berarti kami diam di tempat,” lanjut Kroenke.
“Saya tumbuh dengan klub ini dan melihat semuanya dari sudut pandang saya sendiri. Saya bangga melihat itu. Ada masa ketika menjadi fans Arsenal seperti sesuatu yang disembunyikan,” tambahnya.
Berkah Terselubung di Era Pandemi Covid-19

Penunjukan Mikel Arteta pada Desember 2019 sempat dianggap berisiko karena minim pengalaman sebagai pelatih kepala. Situasi makin rumit ketika pandemi menghentikan kompetisi dan mengubah total ritme sepak bola dunia.
Namun di fase itulah, proses pembangunan ulang tim berjalan tanpa gangguan besar dari luar. Kroenke menilai momen tersebut memberi “ruang” bagi Arteta untuk bereksperimen dan membentuk struktur permainan yang kini terlihat stabil.
“Saya tidak tahu apakah ini pernah diakui, tapi saat Covid ada semacam 'ruang' untuk Mikel karena tidak ada fans di stadion,” ujar Kroenke.
“Ada masa-masa sulit dalam pertandingan dan fase perkembangan tim. Kami memang menang FA Cup, tapi tanpa tekanan tambahan dari suporter di stadion, mungkin itu jadi salah satu hal yang sekarang bisa kami lihat sebagai sedikit keuntungan,” jelasnya.
Titik Balik di Baku dan Penemuan William Saliba

Kekalahan 4-1 dari Chelsea di final Liga Europa 2019 di Baku menjadi titik evaluasi besar bagi manajemen. Hasil itu dianggap sebagai alarm bahwa Arsenal perlu perubahan yang lebih mendasar.
Di tengah proses evaluasi itu, muncul dorongan untuk mencari bek tengah kelas dunia. Diskusi internal yang melibatkan Per Mertesacker kemudian mengarah pada nama William Saliba, yang saat itu masih berusia 18 tahun dan akhirnya direkrut dengan nilai sekitar £27 juta.
“Setelah final di Baku, saya pulang dan berpikir kami harus benar-benar membangun ulang arah klub,” kata Kroenke.
“Saya sempat menyebut Virgil van Dijk, lalu bertanya bagaimana kami bisa punya pemain seperti itu. Mertesacker bilang kalau harganya 100 juta pound, itu tidak realistis. Lalu saya tanya siapa bek muda terbaik di Eropa, dan dia langsung menjawab William Saliba,” tambahnya.
Transformasi Pelik Pasca-Era Arsene Wenger

Pengambilalihan penuh KSE pada 2018 datang bersamaan dengan gelombang ketidakpercayaan dari sebagian suporter. Protes seperti “We Care, Do You?” sempat mewarnai periode transisi klub.
Situasi makin rumit karena Arsenal harus beradaptasi setelah berakhirnya era Arsène Wenger yang berlangsung 22 tahun. Di saat yang sama, kepergian CEO Ivan Gazidis menambah beban perubahan di struktur manajemen.
“Ada banyak pekerjaan berat di balik layar pada periode itu,” ujar Kroenke.
“Transisi setelah 22 tahun tentu tidak mudah. Kami mengambil alih penuh, lalu menghadapi kepergian manajer legendaris dan upaya membangun ulang klub. Ditambah lagi kepergian Ivan Gazidis. Untuk klub sebesar ini, perubahan itu sehat, tapi jumlahnya terlalu banyak dalam waktu terlalu singkat,” jelasnya.
Ketegangan VAR West Ham
Sebagai pemilik, Kroenke sering harus mengikuti pertandingan dari Amerika Serikat dengan perbedaan waktu yang tidak bersahabat. Beberapa momen penting bahkan ia saksikan dalam kondisi tegang di rumahnya sendiri.
Salah satu yang paling diingat adalah keputusan VAR saat melawan West Ham di akhir musim. Momen itu hampir mengubah jalannya perebutan gelar sebelum akhirnya gol dianulir.
“Saya sampai berlutut di ruang tamu. Rasanya semua fans Arsenal di dunia ikut menahan napas,” kenang Kroenke.
“Saya bisa melihat kembali dan mengatakan bahwa tujuan kami sejak awal adalah memenangkan Premier League, karena jika Anda bisa bersaing di sana, Anda juga bersaing untuk segalanya,” pungkasnya.
Kini, fokus Arsenal sepenuhnya tertuju ke final Liga Champions melawan PSG akhir pekan ini. Di saat yang sama, manajemen juga mulai menyiapkan langkah di bursa transfer untuk menjaga momentum dan mempertahankan posisi di level tertinggi sepak bola Eropa.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal TV: 30 Mei - 2 Juni 2026
Jadwal Televisi 29 Mei 2026, 20:56
-
Profil Puskas Arena, Venue Final Liga Champions Musim 2025/2026
Liga Champions 29 Mei 2026, 19:12
LATEST UPDATE
-
Kecil Kemungkinan Sandro Tonali Gabung Manchester United
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:28
-
Kode Rafael Leao Mau Gabung Manchester United?
Liga Inggris 29 Mei 2026, 21:19
-
Siap Hedon! MU Punya Rp7,1 Triliun untuk Belanja Pemain Baru
Liga Inggris 29 Mei 2026, 20:57
-
Jadwal TV: 30 Mei - 2 Juni 2026
Jadwal Televisi 29 Mei 2026, 20:56
-
Profil Puskas Arena, Venue Final Liga Champions Musim 2025/2026
Liga Champions 29 Mei 2026, 19:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04





















KOMENTAR