
Bola.net - Kylian Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya sebagai mesin gol Real Madrid, tetapi ketajamannya di depan gawang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim. Ia konsisten mencetak sekitar 40 gol setiap musim dan berusaha memberikan kontribusi besar melalui produktivitas tersebut.
Akan tetapi, Real Madrid membutuhkan lebih dari sekadar gol dari pemain dengan status bintang utama. Kontribusi ketika tim kehilangan bola menjadi persoalan yang terus muncul, terutama karena Mbappe masih kerap berjalan ketika seharusnya membantu tekanan dari lini depan.
Persoalan tersebut kembali muncul menjelang pertandingan Real Madrid melawan Inter Milan di Liga Champions. Jawaban Mbappe dalam konferensi pers memperlihatkan bahwa ia menyadari adanya ruang untuk berkembang, tetapi belum sepenuhnya memahami inti kritik yang diarahkan kepadanya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Mbappe Mengakui Masih Harus Berkembang
Mbappe menjawab pertanyaan mengenai dirinya dan Vinicius Junior dengan mengakui bahwa keduanya masih perlu meningkatkan kontribusi tanpa bola. Ia juga membandingkan produktivitas mereka dengan Raphinha dan Dembele sebelum mengakui bahwa dirinya tetap harus memperbaiki aspek permainan tertentu.
“Cuma saya dan Vinicius? Tentu kami harus berkembang. Namun, itu sesuatu yang sangat wajar. Saya bisa mengatakan bahwa saya mencetak lebih banyak gol daripada , dan mereka juga harus mencetak lebih banyak gol.”
Mbappe kemudian menegaskan bahwa dirinya perlu bersikap lebih terbuka terhadap kekurangan dalam permainannya. “Namun, saya harus bijak dan mengakui bahwa saya perlu berkembang meskipun saya melakukan hal-hal yang tidak dilakukan pemain lain (Raphinha dan Dembele). Namun, ini adalah perdebatan yang tidak ada habisnya. Kami semua harus berkembang dalam aspek ini. Begitu juga dengan permainan ketika menguasai bola.”
Gol Bukan Satu-satunya Tuntutan
Kualitas Mbappe dalam mencetak gol memang sulit diperdebatkan, termasuk kemampuannya menciptakan peluang dari situasi yang tampak tidak berbahaya. Produktivitas tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling menentukan di dunia, tetapi standar untuk pemain sekaliber dirinya juga mencakup kontribusi ketika tidak menguasai bola.
Masalahnya, Mbappe masih terlihat pasif ketika Real Madrid kehilangan penguasaan bola. Vinicius Junior juga memiliki persoalan serupa, tetapi ia setidaknya lebih sering memberikan usaha untuk membantu tim melakukan tekanan.
Real Madrid Membutuhkan Contoh dari Pemain Bintangnya
Kritik terhadap Mbappe bukan semata-mata tuntutan agar seorang penyerang berubah menjadi bek tambahan. Real Madrid membutuhkan pemain-pemain terbaiknya untuk bergerak bersama dan memimpin upaya merebut kembali bola.
Mbappe telah berbicara mengenai kesadarannya untuk meningkatkan kontribusi defensif sejak sebelum Piala Dunia, tetapi perubahan yang diharapkan belum terlihat secara konsisten. Oleh karena itu, tantangan terbesarnya bukan lagi membuktikan kemampuan mencetak gol, melainkan menunjukkan bahwa ia bersedia bekerja untuk tim ketika bola berada di kaki lawan.
Jika Real Madrid ingin membangun budaya permainan yang lebih agresif tanpa bola, Mbappe harus menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. Ia boleh terus mencetak puluhan gol setiap musim, tetapi ketika tim membutuhkan tekanan dari lini depan ia juga harus mengambil tanggung jawab dan memberi contoh kepada rekan-rekannya.
Sumber: The Real Champs
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Liga Champions: Real Madrid vs Inter Milan 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 22:56
-
Madrid vs Inter: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 19:13
-
Lautaro Martinez Tegaskan Liga Champions Bukan Obsesi Inter Milan
Liga Champions 8 September 2026, 16:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Atletico Madrid 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 18:20
-
Shin Tae-yong Pede Persija Tampil Lebih Baik saat Hadapi Persib
Bola Indonesia 8 September 2026, 18:20
-
Porto vs Man City: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 18:19
-
Prediksi Napoli vs Arsenal 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 18:09
-
Manuel Locatelli Terancam Absen 3 Bulan, Juventus Hadapi Krisis Lini Tengah
Liga Italia 8 September 2026, 17:56
-
Prediksi Stuttgart vs Viking 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 17:39
-
Ezri Konsa Nikmati Debut Penuh Bersama Arsenal saat Tekuk Chelsea
Liga Inggris 8 September 2026, 17:21
-
AEK Athena vs LASK Linz: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 17:13
-
Prediksi Chelsea vs Leeds, 10 September 2026
Liga Inggris 8 September 2026, 17:00
-
Lautaro Martinez Tegaskan Liga Champions Bukan Obsesi Inter Milan
Liga Champions 8 September 2026, 16:46
-
Club Brugge vs Aston Villa: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 16:17
-
Prediksi Susunan Pemain Porto vs Manchester City: Haaland Jadi Andalan di Lini Depan
Liga Champions 8 September 2026, 16:11
-
Prediksi PSG vs Slovan Bratislava 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51























KOMENTAR