
Bola.net - Pelatih Napoli, Antonio Conte menolak untuk menyalahkan skuadnya usai tersingkir dari Liga Champions. Ia justru merasa sangat bangga dengan perjuangan Giovanni Di Lorenzo dan kawan-kawan.
Napoli dipaksa menyerah 2-3 oleh Chelsea dalam laga hidup mati fase liga UCL. Namun, Conte melihat sisi positif dari mentalitas pasukannya.
Penyesalan terbesar sang pelatih rupanya bukan terjadi pada malam ini. Hasil imbang di laga sebelumnya melawan Copenhagen-lah yang menjadi duri dalam daging.
Padahal, Napoli tampil dalam kondisi skuad yang sangat memprihatinkan. Badai cedera memaksa mereka tampil tanpa kekuatan penuh.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Penyesalan Bukan Malam Ini

Conte menegaskan bahwa kegagalan lolos bukan semata-mata karena kekalahan dari Chelsea. Ia mengingatkan kembali momen fatal saat mereka gagal menang di Denmark.
Hasil tersebut memaksa Napoli harus menang lawan tim sekuat Chelsea di laga pamungkas. Situasi sulit ini sejatinya bisa dihindari sejak awal.
"Saya katakan kepada para pemain bahwa penyesalannya ada di Copenhagen, di mana kami membiarkan kemenangan itu lepas begitu saja dari genggaman kami," ungkap Antonio Conte.
"Itu memaksa kami berada dalam situasi ini melawan klub top, jangan lupa Chelsea memenangkan Piala Dunia Antarklub, mereka memiliki pemain luar biasa di lapangan, bangku cadangan, dan bahkan yang tersisa di tribun," tegasnya.
Bangga Bertarung dengan Skuad Pincang
Fakta mengejutkan terungkap bahwa Napoli kehilangan lebih dari setengah kekuatan timnya. Sebanyak 13 pemain harus absen, namun mereka tetap tampil militan.
Conte merasa timnya layak mendapatkan hasil lebih baik jika melihat cara bermain mereka. Semangat juang tim dinilai sudah berada di level tertinggi.
"Kami merasakan kebanggaan dan kepuasan yang luar biasa, karena meskipun kehilangan lebih dari separuh skuad, kami bermain jika tidak pada level yang sama, maka bahkan lebih baik dari Chelsea, dan pantas mendapatkan lebih banyak," tutur Conte.
"Saya sangat bangga dengan para pemain kami, karena kami menekan mereka, menciptakan peluang, melawan mereka untuk setiap bola. Sayang sekali, kami pantas setidaknya masuk ke babak play-off," imbuhnya.
Perbedaan Mentalitas Serie A dan Premier League
Laga ini juga menjadi cerminan perbedaan gaya main antarliga. Conte menyoroti intensitas tinggi yang selalu tersaji di kompetisi Eropa.
Ia ingin Napoli terus beradaptasi dengan gaya sepak bola modern yang agresif. Bertahan total atau parkir bus bukan lagi opsi baginya.
"Di Liga Champions, Anda sering menemukan lawan yang memainkan sepak bola terbuka dan menyerang, jadi harus ada intensitas dan duel. Serie A lebih taktis, tim bisa menutup diri dan Anda harus menemukan solusi untuk membukanya," analisis Conte.
"Karena itu, dalam sepak bola modern, Anda tidak bisa hanya memarkir bus. Saya ingin tim saya bermain dengan tempo lebih tinggi dan agresif. Bahkan dengan 13 pemain absen, kami berani dan agresif," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Putuskan Tak Kejar Cole Palmer, Fokus Cari Gelandang Bertahan
Liga Inggris 29 Januari 2026, 20:35
-
Fabrizio Romano: Cole Palmer Pindah ke MU?
Liga Inggris 29 Januari 2026, 15:01
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR