Bola.net - Gerard Pique tidak bisa memilih mana yang lebih baik antara Xavi atau Paul Scholes. Pique menganggap keduanya sebagai pemain dengan kemampuan passing luar biasa yang pernah bermain bersamanya.
Scholes sudah pensiun dari lapangan hijau pada 2013 lalu setelah menjalani karier yang sukses. Sementara itu, karier Xavi sepertinya juga tak akan panjang lagi mengingat usianya yang sudah mencapai 34 tahun.
Ketika didesak, Pique akhirnya lebih condong untuk memilih Xavi dengan alasan kesuksesan meraih trofi. Xavi dianggap lebih unggul dalam hal trofi dibanding Scholes, terutama jika ukurannya adalah trofi bersama timnas.
"Saya tidak bisa memilih. Saya mungkin lebih condong ke Xavi karena trofi yang diraihnya bersama timnas. Tapi dia dan Scholes sama-sama memiliki teknik luar biasa. Scholes adalah salah satu pengumpan terbaik yang pernah saya lihat, seperti halnya Xavi. Mereka adalah pusat dari tim masing-masing," terang Pique kepada Four Four Two.
Scholes adalah anggota Class of '92 yang melegenda di Manchester United. Sementara itu, Xavi mencapai puncak kariernya dengan menjadi otak permainan Barcelona asuhan Josep Guardiola yang menggunakan tiki-taka. [initial]
(hitc/hsw)
Scholes sudah pensiun dari lapangan hijau pada 2013 lalu setelah menjalani karier yang sukses. Sementara itu, karier Xavi sepertinya juga tak akan panjang lagi mengingat usianya yang sudah mencapai 34 tahun.
Ketika didesak, Pique akhirnya lebih condong untuk memilih Xavi dengan alasan kesuksesan meraih trofi. Xavi dianggap lebih unggul dalam hal trofi dibanding Scholes, terutama jika ukurannya adalah trofi bersama timnas.
"Saya tidak bisa memilih. Saya mungkin lebih condong ke Xavi karena trofi yang diraihnya bersama timnas. Tapi dia dan Scholes sama-sama memiliki teknik luar biasa. Scholes adalah salah satu pengumpan terbaik yang pernah saya lihat, seperti halnya Xavi. Mereka adalah pusat dari tim masing-masing," terang Pique kepada Four Four Two.
Scholes adalah anggota Class of '92 yang melegenda di Manchester United. Sementara itu, Xavi mencapai puncak kariernya dengan menjadi otak permainan Barcelona asuhan Josep Guardiola yang menggunakan tiki-taka. [initial]
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terungkap! Messi Nyaris Gabung Arsenal
Liga Inggris 3 Oktober 2014, 19:09
-
Preview: Rayo vs Barca, Mangsa Empuk Tamu
Liga Spanyol 3 Oktober 2014, 18:45
-
Bintang Porno Eks Pacar Mantan Presiden Barca Kini Jadi Duta Klub
Bolatainment 3 Oktober 2014, 15:49
-
'Gaya Main Barca Lebih Bagus Timbang Madrid'
Liga Spanyol 3 Oktober 2014, 14:53
-
Simeone: Level Juve Setara Barca dan Madrid
Liga Champions 3 Oktober 2014, 13:13
LATEST UPDATE
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR