Salah satu hal menarik dari pertandingan yang digelar di Karaiskakis Stadium tersebut adalah performa sensasional Olivier Giroud. Striker berdarah Prancis tersebut menjadi pahlawan The Gunners dengan mencetak hattrick pertamanya untuk Arsenal dan hattrick itu spesial karena membawa timnya lolos ke fase knockout Liga Champions.
Kegemilangan Giroud ini menjadi bukti bahwa semua kritik yang dialamatkan kepadanya salah. Di awal musim, banyak pihak yang meragukan kapasitas Giroud sebagai ujung tombak Arsenal. Kritik juga datang dari Striker Legendaris Arsenal, Thierry Henry yang menyebut bahwa Arsenal tidak akan meraih apa-apa jika mengandalkan Giroud sebagai striker.
Situasi menjadi semakin sulit bagi Giroud ketika Wenger mulai mencadangkannya semenjak pertandingan ke empat Premier League musim ini. Tempatnya sebagai ujung tombak Arsenal diberikan kepada Theo Walcott. Meski diasingkan oleh Wenger, Giroud tidak menyerah kepada keadaan. Hanya mendapat kesempatan bermain di 124 menit dari tujuh pertandingan di semua ajang terhitung dari tanggal 29 Agustus - 17 Oktober silam, Giroud masih menunjukan kemampuannya dengan mencetak tiga gol di semua ajang.
Musim ini Giroud sudah mengoleksi 13 gol untuk Arsenal, dengan rincian 8 gol dicetak di Premier League dan 5 gol dicetak di Liga Champions. Catatan ini membawanya berada dalam urutan ke lima pencetak gol terbanyak Premier League dan peringkat empat pencetak gol terbanyak di Liga Champions saat ini sekaligus sebagai top skor sementara Arsenal musim ini.
Catatan statistiknya juga menunjukan poin yang tidak terlalu buruk, dimana Giroud tercatat sebagai yang paling banyak melepaskan tembakan di tiap pertandingan diantara Lima pencetak gol terbanyak Premier League dengan rata-rata 4.19 gol per pertandingan.
Di deretan empat pencetak gol terbanyak di Liga Champions, Giroud memiliki akurasi tembakan kedua tertinggi setelah Robert Lewandowski, dengan akurasi tembakan mencapai 67%. Catatannya ini jauh lebih unggul dari akurasi tembakan Cristiano Ronaldo yang hanya tercatat sebesar 64%.
Dari catatan-catatan tersebut sedikit banyak membuktikan bahwa Giroud masih layak untuk menjadi andalan The Gunners di lini serang mereka. Dengan kembalinya Theo Walcott dari cedera, sekarang keputusan ada di tangan Wenger apakah akan tetap mempercayai Giroud atau kembali mencadangkannya kembali seperti di awal musim.
Bagaimana pendapat anda Bolaneters? Apakah Giroud layak untuk menjadi Striker utama Arsenal? Ataukah Wenger harus membeli Striker lain atau menyerahkan posisi tersebut kepada Theo Walcott? Berikan pendapat anda pada kolom komentar.[initial]
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks MU: Setan Merah Kurang Pemimpin & Pengalaman
Liga Champions 10 Desember 2015, 23:43
-
MU Gagal Temukan Keseimbangan Antara Menyerang & Bertahan
Liga Champions 10 Desember 2015, 23:18
-
Legenda Liverpool Ini Angkat Jempol Pada Performa Arsenal
Liga Champions 10 Desember 2015, 21:43
-
Pogba: Barcelona atau Munchen Sama Saja
Liga Champions 10 Desember 2015, 20:59
-
Walcott: Arsenal Siap Bertemu Siapapun di 16 Besar UCL
Liga Champions 10 Desember 2015, 20:16
LATEST UPDATE
-
Kevin De Bruyne yang Menggila dan Debut Massimiliano Allegri di Napoli Berakhir Manis
Liga Italia 23 Agustus 2026, 08:41
-
Ironi Tottenham: Sudah Belanja Rp5,5 Triliun, tapi Langsung Dibantai Brentford 0-3
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
-
Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
Bundesliga 23 Agustus 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR