
Bola.net - Real Madrid membuka langkah di leg babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 dengan meyakinkan. Los Blancos menaklukkan Manchester City dengan skor 3-0 pada leg pertama di Santiago Bernabeu.
Federico Valverde menjadi bintang kemenangan berkat tiga golnya pada menit ke-20, 27, dan 42. Namun, perhatian juga tertuju pada satu nama muda yang mulai mendapat tempat di tim utama: Thiago Pitarch.
Real Madrid memang memiliki banyak gelandang berkualitas. Akan tetapi, kehadiran gelandang 18 tahun Spanyol itu menghadirkan energi baru yang mulai mendapat kepercayaan dari rekan-rekan setimnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Penampilan Meyakinkan di Laga Besar

Pitarch kembali dipercaya sebagai starter ketika Real Madrid menghadapi Manchester City. Ia bermain di jantung lini tengah bersama Aurelien Tchouameni.
Ini menjadi starter pertamanya di Liga Champions. Namun, tekanan laga besar tidak terlihat memengaruhi performanya di lapangan.
Gelandang muda itu aktif bergerak mencari ruang dan menjadi opsi umpan bagi rekan-rekannya. Ia juga mampu menjaga sirkulasi bola dengan rapi sepanjang pertandingan.
Kepercayaan dari rekan setim terlihat semakin meningkat. Mereka beberapa kali mengalirkan bola kepadanya ketika Real Madrid membangun serangan.
Penampilan tersebut melanjutkan tren positif Pitarch dalam beberapa pekan terakhir. Ia tampil dalam lima dari enam pertandingan terakhir Real Madrid di semua kompetisi.
Fleksibilitas Jadi Nilai Tambah

Salah satu keunggulan Pitarch terletak pada fleksibilitas perannya di lapangan. Dalam beberapa laga sebelumnya, ia ditempatkan di berbagai posisi oleh pelatih Alvaro Arbeloa.
Saat menghadapi Benfica, tugasnya lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan permainan. Ia diminta bergerak aktif, meminta bola, dan menjaga penguasaan ketika tim membutuhkan kontrol tempo.
Ketika melawan Getafe, perannya berubah cukup drastis. Pitarch dimainkan di sisi kanan untuk membantu Trent Alexander-Arnold sekaligus menjaga lebar permainan.
Dalam laga kontra Celta Vigo, ia bahkan tampil di sisi kiri lapangan. Seiring berjalannya pertandingan, pengaruhnya semakin terasa sebelum akhirnya ditarik keluar setelah bekerja keras sepanjang laga.
Perjalanan Pitarch memang masih panjang. Ia bahkan sempat membuat satu kesalahan saat menghadapi Manchester City yang hampir berujung peluang berbahaya bagi lawan.
Namun, potensi yang dimilikinya sudah terlihat jelas. Jika mampu berkembang konsisten seperti saat membela Real Madrid Castilla, Pitarch berpeluang menjadi bagian penting masa depan lini tengah Los Blancos.
Sumber: Managing Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tanpa Mbappe, Federico Valverde Jadi Pemain Terbaik Real Madrid di 2026
Liga Champions 12 Maret 2026, 22:42
-
Manchester City Terbantai dan Terancam Tersingkir
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:42
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 09:00
-
Sunderland Tolak Tawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 08:41
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 08:00
-
Cristiano Ronaldo dan Menit Bermainnya yang Terasa Janggal
Piala Dunia 29 Juni 2026, 07:00
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
-
Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
Piala Dunia 29 Juni 2026, 01:19
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
























KOMENTAR