
Bola.net - Manchester United bakal menghadapi Istanbul Basaksehir pada laga keempat mereka di Liga Champions 2020/2021. Laga lanjutan Grup H ini akan dihelat di Stadion Old Trafford Manchester, Rabu (25/11).
Ini adalah pertemuan kedua kedua tim pada ajang ini. Pada pertemuan pertama lalu, di kandang Istanbul Basaksehir, United harus mendapat kejutan tak menyenangkan. Mereka kalah 1-2.
Bagi United, jika ingin lolos ke babak selanjutnya, mereka tak boleh lagi meraih hasil buruk. Tiga poin pada laga ini adalah wajib hukumnya.
Pasalnya, sejauh ini, penampilan United sendiri belum stabil. Sementara, dua lawan lain yang juga harus mereka hadapi, PSG dan RB Leipzig, di atas kertas memiliki kualitas yanng lebih baik ketimbang Basaksehir.
Ada sejumlah hal yang harus dibenahi United agar misi mendapat poin penuh pada laga kontra Basaksehir berhasil. Apa saja hal-hal tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Penguasaan Bola yang Efektif

Di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer, gaya bermain United kian kental dengan penguasaan bola. Mereka memegang kendali permainan dengan menguasai bola sebanyak mungkin.
Pada pertemuan pertama kontra Basaksehir, penguasaan bola United superior. Mereka menguasai bola 68% dibanding 32% penguasaan bola Basaksehir.
Penguasaan bola United turun pada laga kontra Everton. Namun, pada laga terakhir mereka, kontra West Brom, penguasaan bola mereka berada di level 63,1%.
Namun, penguasaan bola ini kerap tak dibarengi dengan kreativitas para penggawa United. Walhasil, mereka kerap kesulitan menembus pertahanan lawan. Bola pun hanya berkutat di lapangan tengah dan sulit menjangkau area berbahaya lawan.
Inilah yang menjadi pekerjaan rumah Ole. Ia harus menemukan cara agar anak asuhnya tak sekadar menguasai bola, tapi juga bisa memanfaatkan penguasaan bola tersebut.
Benahi Transisi

Selain itu, United juga harus sadar bahwa sepak bola kini bukan hanya tentang menguasai bola. Sepak bola juga tentang transisi, baik itu transisi positif maupun negatif.
Berkaca dari dua gol Basaksehir pada pertemuan perdana lalu, terlihat bagaimana para penggawa United lemah dalam melakukan transisi negatif.
Saat kehilangan bola, apalagi jauh di dalam pertahanan lawan, para penggawa United gagap untuk mundur dan menyusun kembali organisasi pertahan mereka.
Pada pertandingan di kandang United, hampir bisa dipastikan Basaksehir akan bertahan dan mengandalkan serangan-serangan balik. Jika transisi tak dibenahi, bisa jadi United kembali harus menerima kejutan tak menyenangkan pada laga ini.
Selain itu, para penggawa United harus mengurangi kesalahan-kesalahan individu. Hal ini sangat penting mencegah para penggawa Basaksehir memiliki peluang melancarkan serangan balik.
Lebih Tajam

Hal terakhir yang sangat perlu dibenahi jelang laga kontra Basaksehir adalah ketajaman lini depan United. Mereka kerap berhasil menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang, tapi gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol.
Pada laga kontra Basaksehir misalnya, United memiliki 10 peluang, tapi hanya bisa mencetak satu gol. Sementara, Basaksehir memiliki sembilan peluang dan menjadikan dua di antaranya sebagai gol.
Setelah mencetak tiga gol kala menjamu Everton, tumpulnya serangan United kembali terlihat pada laga terakhir mereka, kontra West Bromwich Albion. Dari 17 peluang yang didapat, mereka hanya bisa mencetak satu gol. Itu pun dari titik putih.
United harus menemukan cara bagaimana memanfaatkan peluang yang mereka dapat untuk mencetak gol. Tentu mereka tak mau terus-terusan dibully sebagai tim yang hanya mengandalkan voucher penalti untuk membobol gawang lawan bukan?
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi Manchester United vs Istanbul Basaksehir 25 November 2020
- Data dan Fakta Liga Champions: Manchester United vs Istanbul Basaksehir
- Keputusan Ole Gunnar Solskjaer Ini Bisa Berbahaya Buat Axel Tuanzebe, Kenapa?
- Duel Lawan Basaksehir Jadi Penampilan Terburuk Man United Dalam Empat Tahun Terakhir
- Penempatan Posisi Jadi Penyebab Manchester United Tumbang di Turki
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Positif dari Liverpool: Salah Berpeluang Besar Main Lawan Atalanta
Liga Champions 24 November 2020, 22:57
-
Link Live Streaming Rennes vs Chelsea di Vidio
Liga Champions 24 November 2020, 22:43
-
Ini Kunci Real Madrid Kalahkan Inter Milan Versi Casemiro
Liga Champions 24 November 2020, 20:26
-
Penyesalan Terbesar Kedua Galliani di Milan: Kalah dari Liverpool di Istanbul 2005
Liga Champions 24 November 2020, 19:55
-
4 Alasan Real Madrid Bisa Kalahkan Inter Milan: Lanjutkan Kemenangan di Italia
Liga Champions 24 November 2020, 19:46
LATEST UPDATE
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR