Bola.net - Arsenal saat ini masih berburu manajer baru. Mereka sedang mencari sosok yang pas untuk menggantikan Unai Emery yang dipecat bulan lalu.
Tim asal London Utara itu sudah dikaitkan dengan sejumlah manajer-manajer papan atas. Salah satunya adalah Carlo Ancelotti.
Ancelotti saat ini memang tengah menganggur. Juru taktik asal Italia itu belum lama ini diberhentikan oleh Napoli.
Arsenal saat ini sedang ditangani oleh manajer interim Freddie Ljungberg. Akan tetapi, performa The Gunners di bawah pria asal Swiss itu tidak sesuai harapan.
Kedatangan Ancelotti diharapkan mampu mendongkrak performa Arsenal. Sebab, dia berhasil meraih tiga trofi juara saat menukangi Chelsea pada periode 2009-2011.
Namun, ada baiknya jika Arsenal menunda untuk mendatang Ancelotti ke Emirates Stadium. Sebab, ada beberapa pertimbangan yang bisa membuatnya gagal di Arsenal.
Berikut ini tiga alasan Carlo Ancelotti tidak cocok untuk Arsenal seperti dilansir Sportskeeda.
Arsenal Tidak Punya Pondasi Kuat

Arsenal tentunya membutuhkan pondasi yang kuat agar bisa menjadi tim yang sukses. Arsene Wenger meninggalkan Arsenal tidak dalam kondisi yang bagus. Mereka hanya berkutat di Liga Eurooa selama dua tahun berturut-turut di tahun-tahun terakhir Wenger.
Ancelotti meraih kesuksesan di Real Madrid, tetapi pemain rekrutannya tidak memiliki dampak sebesar pemain yang sudah ada di sana. Pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Sergio Ramos sudah bermain untuk Los Blancos bahkan sebelum Ancelotti tiba. Manajer Italia itu memiliki pasukan kelas dunia dengan pondasi yang tepat untuk maju, sesuatu yang tidak akan dia dapatkan di Arsenal.
Dari menangani pemain-pemain seperti Alessandro Nesta, Sergio Ramos, Kalidou Koulibaly, Gennaro Gattuso dan John Terry ke Sokratis, Shkodran Mustafi dan David Luiz, Ancelotti akan dihadapkan dengan tugas yang sangat sulit. Dan petinggi Arsenal tidak akan mau belanja jor-joran di setiap bursa transfer.
Tak Ada Pemain Kelas Dunia

Karier Ancelotti dipenuhi dengan mengelola pemain legendaris, dan ia dianggap sebagai salah satu manajer terbaik dalam sejarah olahraga. Namun, dia sepertinya tidak akan mendapat dukungan yang sama seperti di klub-klub sebelumnya saat tiba di Arsenal.
Arsene Wenger, dengan segala kesuksesannya, mengakhiri kariernya di Arsenal dengan cara yang paling buruk. Kurangnya dana transfer dan pemain dengan kemampuan rata-rata membunuh Arsenal, dan Wenger harus bertanggung jawab atas semua kesalahan.
Menurut laporan, Unai Emery ingin mendatangkan pemain-pemain seperti Harry Maguire, Thomas Partey dan Wilfried Zaha ke Arsenal. Namun, dia justru mendapat David Luiz.
Ancelotti menurunkan beberapa levelnya untuk melatih Arsenal. Skuad Arsenal sudah tidak bisa bersaing dan butuh perombakan besar.
Arsenal Butuh Manajer Muda dan Inovatif

Bukan rahasia lagi bahwa masa jabatan Emery di Arsenal mengecewakan, terutama dalam hal berakhirnya. Manajer Spanyol itu dipecat setelah serangkaian hasil yang buruk dan Freddie Ljungberg sekarang menjadi manajer interim.
Meskipun Emery bisa dibilang masih muda, ia gagal menemukan solusi untuk masalah di Arsenal, dan tekanannya terlalu besar bagi pria berusia 46 tahun itu. Sifat keras kepalanya karena tidak mau mengubah pendekatan defensifnya agar sesuai dengan setiap pertandingan akhirnya membuatnya dipecat. Dan itu juga sebabnya mengapa Carlo Ancelotti mungkin juga tidak cocok di sana.
Ancelotti adalah manajer kuno dan bisa menghentikan kapal dari tenggelam, tetapi filosofi kunonya tidak akan menguntungkan Arsenal dalam jangka panjang. The Gunners membutuhkan manajer yang bisa menyatukan skuad ini dan mencapai stabilitas. Tetapi lebih dari itu, mereka membutuhkan seseorang yang bisa mencoba lebih dari satu hal untuk mencapai tujuan, dan yang tidak menekankan pada satu cara bermain.
Julian Nagelsmann, Jesse Marsch atau Brendan Rodgers adalah contoh utama manajer yang inovatif, dan yang telah membuktikan bahwa mereka bisa mencapai prestasi yang patut dipuji dengan pasukan yang bukan kelas dunia. Sejujurnya, Nagelsmann akan menjadi manajer impian setiap penggemar Arsenal. Dia memiliki semua yang diperlukan untuk sukses di Arsenal.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Anti Mainstream, Legenda Ini Dukung Mikel Arteta Tangani Arsenal
Liga Inggris 17 Desember 2019, 21:40
-
Ketimbang Arteta, Arsenal Harusnya Kejar Carlo Ancelotti
Liga Inggris 17 Desember 2019, 21:20
-
Inilah Pemenang Tebak Skor Arsenal vs Manchester City di Bola.net
Bola Indonesia 17 Desember 2019, 20:40
-
Rekrut Mikel Arteta, Arsenal Dinilai Lakukan Perjudian Beresiko
Liga Inggris 17 Desember 2019, 18:00
-
De Bruyne Minta Manchester City tak Halangi Arteta ke Arsenal
Liga Inggris 17 Desember 2019, 14:30
LATEST UPDATE
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR