Bola.net - El Derbi madrileno atau Derby Madrid antara Real Madrid kontra Atletico Madrid di La Liga akhir pekan ini bakal berlangsung sengit dan sangat menarik. Pasalnya, kedua kubu dianggap memiliki kekuatan cukup seimbang dan sama-sama berpeluang meraup tiga poin.
Selama 14 tahun terakhir, bentrokan dua tim sekota ini hampir selalu didominasi El Real. Sampai-sampai, banner bertuliskan 'kami mau lawan sepadan untuk derby' pun bukan pemandangan asing di tribun pendukung Los Blancos. Namun, rasanya banner itu takkan terlihat lagi di Santiago Bernabeu Minggu (29/9) dini hari WIB nanti.
Sejak mengalahkan sang tetangga untuk kali pertama sejak 1999 kala merengkuh trofi Copa del Rey musim lalu, Atletico terus berbenah.
Di pentas liga musim ini saja, Atletico masih sempurna bersama Barcelona dengan enam kemenangan dari enam laga awal, sedangkan El Real menguntit di peringkat tiga dengan selisih dua poin.
Bermodal start impresif itu, Atletico bertandang ke Bernabeu guna melakoni laga jornada 7. Kemenangan diincar demi meneruskan momentum, menjaga posisi di klasemen, sekaligus menjauhkan El Real dari persaingan.
Namun, apakah Real Madrid akan membiarkan markasnya 'dijajah' begitu saja? Pasti tidak. Bersama pelatih baru Carlo Ancelotti, Los Blancos justru termotivasi untuk membalas kekalahan di Copa musim lalu, menghempaskan pasukan Diego Simeone kembali ke bumi, dan mengambil alih 'habitat asli' mereka di dua besar.
Dengan latar belakang demikian, para penikmat sepakbola pun sepertinya bakal disuguhi pertarungan atraktif antarlini kedua tim.
Berikut empat duel kunci yang diyakini akan sangat menentukan hasil akhir di Santiago Bernabeu itu nanti. [initial]
Isco vs Mario Suarez & Gabi

Sejak ditangani Ancelotti, Isco selalu dipercaya menjadi starter di posisi belakang striker.
Isco sendiri saja sanggup memberi ancaman bagi barisan pertahanan tim mana pun. Itu terbukti dengan torehan empat golnya dalam enam penampilan. Namun, perannya lebih dari itu. Dia adalah jembatan yang menghubungkan para danger man Real Madrid lainnya, yaitu Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale atau Angel Di Maria.
Atletico pasti akan berusaha mematikan Isco, yang merupakan salah satu motor serangan sang lawan.
Simeone pun bakal berharap pasukannya, terutama Mario Suarez dan Gabi, berada dalam kondisi fisik serta moral terbaik.
Kalau dua gelandang itu tak sanggup menghentikan Isco, besar kemungkinan Atletico akan pulang dengan luka.
Untuk pembagian tugas, sepertinya Suarez lah yang akan kebagian tanggung jawab lebih besar dalam bertahan, sedangkan Gabi naik membantu serangan jika diperlukan. Koke juga bisa memberi bantuan, tapi dia punya prioritas mengamankan sektor kiri timnya atau serangan sayap kanan El Real.
Sergio Ramos vs Diego Costa

Setelah Falcao hengkang, Costa bersama David Villa merupakan tumpuan utama Atletico untuk menggedor dan meruntuhkan barisan pertahanan lawan.
Villa, yang kerap menjadi mimpi buruk saat masih berseragam Barcelona dan sejauh ini sudah menyumbang dua gol serta satu assist untuk Atletico, tak mungkin dikesampingkan oleh bek-bek Real Madrid. Namun, ancaman utama ada pada diri Costa.
Di La Liga musim ini, Costa sudah mengoleksi satu gol lebih banyak daripada jagoan Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Penyerang Argentina itu bahkan duduk di puncak daftar top scorer sementara bersama Lionel Messi dengan tujuh golnya.
Ramos harus menghentikannya kalau tak mau gawang Diego Lopez jadi bulan-bulanan.
Cristiano Ronaldo vs Juanfran

Melihat fakta bahwa sang bintang Portugal sudah menyarangkan total 210 gol dalam 206 penampilannya bersama Real Madrid, berarti belum ada yang bisa menemukan jawaban tepat untuk pertanyaan di atas.
Tak perlu diragukan, Ronaldo adalah ancaman utama bagi Atletico.
Ronaldo akan menyerang dari segala sudut, tapi sektor kiri adalah jalur favoritnya. Untuk itu, bek kanan Atletico Juanfran lah yang bakal dipaksa bekerja keras.
Saat bermain melawan Zenit di Liga Champions, bek timnas Spanyol itu terlihat cukup mudah ditembus, tapi Atletico tetap bisa menang 3-1.
Performa seperti itu tak boleh diulanginya saat melawan Real Madrid nanti, terutama ketika berhadapan dengan Ronaldo.
Untuk mengunci Ronaldo, Juanfran akan butuh bantuan dari Koke dan Mario Suarez. Namun, dengan combo mereka bertiga pun, sepertinya Ronaldo bakal tetap sulit dihentikan.
Oleh karena itulah, Juanfran harus menampilkan permainan defensif terbaiknya. Kalau tidak, Ronaldo akan merajalela.
Angel Di Maria/Gareth Bale vs Filipe Luis

Filipe Luis harus menghentikan salah satu dari Angel Di Maria atau Gareth Bale. Yang pasti, siapa pun yang dipercaya Ancelotti untuk jadi starter di sektor kanan, entah itu Di Maria atau Bale, akan membuat Filipe Luis tidak nyaman selama 90 menit.
Saat Real Madrid mengalahkan Getafe 4-1 akhir pekan kemarin, Di Maria tidak mencetak gol maupun menyumbang assist. Namun, winger Argentina itu mendapatkan aplaus dari para suporter Los Blancos berkat permainan brilian dan tak kenal lelahnya.
Di laga itu, berulang kali Di Maria mundur membantu pertahanan, me-recover ball possession, dan memberi ancaman konstan dari sayap kanan. Dia terlibat dalam terciptanya gol pertama dan bisa saja mencetak brace andai dua tembakan kerasnya tidak meleset dari sasaran. Opta bahkan menobatkan Di Maria sebagai man of the macth dan Marca menyebut dirinya "jiwa" dalam permainan Real Madrid.
Sementara itu, jika dipercaya turun sejak menit awal, Bale pasti termotivasi untuk membuktikan betapa dia bisa menjadi pilar penting Real Madrid setelah dibeli sangat mahal dari Tottenham.
Dengan dribbling, long shot dan finishing di atas rata-rata, winger Wales tersebut punya kemampuan untuk menentukan hasil akhir sebuah pertandingan.
Filipe Luis pun, yang di beberapa laga sebelumnya sudah cukup sukses menjinakkan sederet wide attacker kenamaan seperti Alexis Sanchez (Barcelona, Supercopa de Espana), Carlos Vela (Sociedad, La Liga) dan Hulk (Zenit, Liga Champions), kini dihadapkan pada tugas tak kalah berat.
Entah itu Di Maria atau Bale, Filipe Luis tak boleh membiarkan lawan mendapat cukup ruang dan waktu untuk memaksimalkan speed serta daya terobosnya.
Konsentrasi penuh sepanjang laga adalah hal yang mutlak bagi sang bek kiri. Sekali saja lengah, fatal akibatnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Conte Jadikan Madrid Sebagai Alat Ukur Juventus
Liga Champions 26 September 2013, 23:04
-
Rosell Masih Tak Percaya Kontroversi Madrid
Liga Spanyol 26 September 2013, 22:47
-
Komite Wasit Akui Kesalahan di Laga Elche-Madrid
Liga Spanyol 26 September 2013, 22:07
-
Bikin Kontroversi, Wasit Elche-Madrid Dibekukan!
Liga Spanyol 26 September 2013, 21:19
-
Diego Lopez: Adil Jika Madrid Yang Menang
Liga Spanyol 26 September 2013, 21:06
LATEST UPDATE
-
Alasan Persib Pilih Igor Tolic Jadi Penerus Era Emas Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:26
-
Ini Alasan Di Balik Perpisahan Persib Bandung dan Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:17
-
RESMI: Persib Ganti Bojan Hodak dengan Igor Tolic
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:09
-
Piala Dunia 2026: Pesan Haru Gavi Setelah Masuk Skuad Spanyol
Piala Dunia 26 Mei 2026, 01:00
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
























KOMENTAR