
Bola.net - Chelsea resmi menunjuk Mauricio Pochettino sebagai pelatih baru. Pria asal Argentina tersebut akan memimpin The Blues mulai musim depan.
Kabar perekrutan Pochettino diumumkan Chelsea pada Senin (29/5/2023) malam WIB. Pochettino datang untuk menggantikan Frank Lampard yang sebelumnya menjadi pelatih interim The Blues.
Chelsea mengontrak Pochettino selama dua tahun. The Blues juga punya opsi untuk memperpanjang kerja sama dengan Pochettino selama setahun.
Pochettino punya tugas yang berat di Stamford Bridge. Pochettino tentu diharapkan bisa membawa The Blues kembali berprestasi setelah terpuruk pada musim ini.
Sebelum Pochettino, ada banyak pelatih yang mampu memberikan kesuksesan di Chelsea berupa trofi. Siapa saja mereka?
Berikut ini lima manajer terakhir yang sukses mempersembahkan gelar untuk Chelsea.
1. Thomas Tuchel

Thomas Tuchel dipercaya menduduki kursi kepelatihan Chelsea pada Januari 2021. Dia datang ke Stamford Bridge untuk menggantikan Frank Lampard yang dipecat.
Di bawah tangan dingin Tuchel, Chelsea mampu mengangkat trofi Liga Champions. Mereka juga memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub.
Sayangnya, kiprah Chelsea pada awal musim 2022/2023 tidak berjalan mulus. Alhasil, pria asal Jerman tersebut harus angkat kaki dari klub pada 7 September 2022.
2. Maurizio Sarri

Karier kepelatihan Maurizio Sarri di Chelsea terbilang cukup singkat. Mantan juru taktik Napoli tersebut menangani Cesar Azpilicueta dan kolega hanya pada musim 2018/2019.
Pada musim tersebut, Sarri berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Europa. Pelatih asal Italia itu juga mampu membawa Chelsea berada di posisi ketiga klasemen Premier League.
Pada akhir musim 2018/2019, Sarri memutuskan mundur dari Chelsea untuk menerima pinangan Juventus. Dia meninggalkan tim London Biru dengan catatan 40 kemenangan dan 12 kekalahan dari 63 laga.
3. Antonio Conte

Pelatih asal Italia lainnya yang pernah menangani Chelsea adalah Antonio Conte. Mantan pelatih Juventus tersebut ditunjuk untuk memimpin The Blues pada musim 2016/2017.
Selama dua tahun menjadi juru taktik Chelsea, Conte mampu mempersembahkan dua trofi. Conte berhasil meraih trofi Premier League pada musim perdananya di Stamford Bridge.
Namun, di musim kedua, performa Chelsea turun drastis dan finis di peringkat lima. Meski The Blues berhasil mengangkat FA Cup, Conte pada akhirnya dipecat pada akhir musim.
4. Rafael Benitez

Rafael Benitez mengambil alih kursi kepelatihan Chelsea pada 21 November 2012. Dia masuk ke Stamford Bridge setelah Roberto Di Matteo dipecat.
Benitez memimpin Chelsea hanya sampai akhir musim 2012/2013. Meski kariernya bersama The Blues cukup singkat, dia mampu memberikan prestasi yang cukup bagus untuk Frank Lampard dan kolega.
Chelsea berhasil mengangkat trofi Liga Europa. Selain itu, The Blues juga finis di posisi tiga pada ajang Premier League sehingga berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions.
5. Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo awalnya merupakan asisten Andre Villas-Boas di Chelsea pada musim 2011/2012. Dia kemudian ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Villas-Boas dipecat.
Namun hal yang tak terduga terjadi di bawah kepemimpinan Di Matteo. Pelatih asal Italia tersebut berhasil mengantarkan Chelsea meraih trofi Liga Champions dan FA Cup.
Musim berikutnya, Di Matteo diangkat menjadi manajer permanen Chelsea. Namun, dia dipecat pada 21 November 2012 setelah The Blues mengalami kesulitan di Premier League dan Liga Champions.
Sumber: berbagai sumber
Baca Juga:
- 5 Pemain yang Paling Sering Bermain Bersama Jordi Alba di Barcelona, Ada Messi!
- 4 Pemain yang Bisa Dikejar Liverpool Jika Mason Mount Dibajak MU
- 5 Transfer Mahal yang Gagal di Premier League Musim Ini
- 5 Calon Pengganti Luciano Spalletti di Napoli, Dari Antonio Conte Hingga Luis Enrique
- 5 Klub yang Menjadi Juara di Liga Top Eropa 2022/2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR