
Bola.net - Seorang pelatih tidak lantas kebal pemecatan hanya karena ia berstatus legenda klub. Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Ole Gunnar Solskjaer.
Solskjaer merupakan mantan striker legendaris Manchester United. Akan tetapi, pria asal Norwegia tersebut baru saja dipecat oleh Setan Merah.
Solskjaer kehilangan jabatannya setelah Man United menelan kekalahan 1-4 dari tim papan bawah Watford. Kekalahan itu membuat Setan Merah terlempar ke posisi delapan di klasemen Premier League.
Selain Solskjaer, masih banyak pelatih yang dipecat meski ia berstatus sebagai legenda klub. Siapa saja?
Berikut ini tujuh legenda yang dipecat saat menjadi pelatih untuk mantan klubnya.
Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer mengambil alih Manchester United pada Desember 2018. Dia sukses mengangkat performa Setan Merah yang terpuruk di bawah asuhan Jose Mourinho.
Sayangnya, performa Manchester United pada musim ini terlihat sangat buruk. Hal tersebut berimbas pada pekerjaannya sebagai manajer Setan Merah.
Solskjaer dipecat setelah Man United takluk 1-4 dari tim papan bawah Watford. Dia harus meninggalkan Old Trafford meski belum sempat memberikan gelar.
Clarence Seedorf

Clarence Seedorf punya karier yang sangat gemilang saat bermain bersama AC Milan. Dia berhasil memenangkan dua Serie A dan dua Liga Champions selama 10 musim membela Rossoneri.
Seedorf diangkat sebagai pelatih Milan di awal tahun 2014 untuk menggantikan Massimiliano Allegri yang dipecat. Namun, kariernya sebagai pelatih Rossoneri tak bertahan lama.
Masa jabatan Seedorf sebagai pelatih Milan hanya berlangsung selama empat bulan. Karna gagal meloloskan Milan ke Eropa, dia pun kehilangan jabatannya.
Filippo Inzaghi

Filippo Inzaghi adalah orang yang menggantikan Clarence Seedorf di AC Milan. Inzaghi sebelumnya merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Rossoneri.
Sebagai pemain, Inzaghi berhasil meraih banyak gelar selama mengenakan seragam Milan. Namun, kariernya sebagai pelatih Rossoneri tidak semengkilap saat dia masih menjadi pemain.
Di bawah asuhan Inzaghi, Rossoneri hanya mampu finis di peringkat 10 pada ajang Serie A 2014/2015. Hal itulah yang membuat dirinya dipecat pada akhir musim.
Andrea Pirlo

Andrea Pirlo diangkat menjadi pelatih Juventus pada musim lalu. Itu adalah pengalaman pertama Pirlo terjun di dunia kepelatihan.
Prestasi Pirlo bersama Juventus sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Dia tercatat mampu menghadirkan dua trofi yakni gelar Piala Super Italia dan Coppa Italia.
Namun, hal itu dirasa belum cukup karena Juventus gagal total di Serie A dan Liga Champions. Pirlo akhirnya dipecat Juventus pada akhir musim.
Frank Lampard

Frank Lampard merupakan legenda Chelsea. Dia bermain untuk The Blues selama 13 tahun dan berhasil memenangkan 13 gelar termasuk tiga Premier League dan satu Liga Champions.
Setelah menangani Derby County, Lampard mendapat kesempatan untuk melatih Chelsea pada tahun 2019. Pada musim pertamanya, The Blues mampu finis di posisi empat besar pada ajang Premier League.
Namun, Chelsea terseok-seok pada musim kedua Lampard di Stamford Bridge. Lampard akhirnya dipecat pada tengah musim dan posisinya digantikan Thomas Tuchel.
Ronald Koeman

Ronald Koeman bermain di bawah asuhan Johan Cruyff di Barcelona. Dia dikenal sebagai pencetak gol kemenangan El Barca di final Piala Eropa melawan Sampdoria di Wembley pada 1992.
Koeman kembali ke Camp Nou sebagai juru taktik Barcelona pada 2020. Meski penampilan Barcelona tidak istimewa, dia berhasil memenangkan Copa del Rey pada musim pertamanya.
Namun, Koeman gagal mendongkrak performa Barcelona pada musim ini. Alhasil, pria asal Belanda tersebut harus angkat kaki dari klub lebih cepat.
Kenny Dalglish

Kenny Dalglish merupakan salah satu legenda besar yang pernah bermain di Liverpool. Dia tercatat pernah menangani The Reds sebanyak dua kali.
Pada periode pertamanya, Dalglish mampu mempersembahkan banyak gelar untuk Liverpool. Itu termasuk tiga gelar First Division pada tahun 1980-an.
Namun saat periode keduanya di Anfield, King Kenny gagal mengulangi kejayaannya. Dia dipecat setelah Liverpool hanya mampu finis di peringkat kedelapan pada musim 2011/2012.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Juga:
- 5 Pelatih Premier League yang Bisa Dipecat Setelah Ole Gunnar Solskjaer
- 5 Pemain Penyebab Ole Gunnar Solskjaer Dipecat Manchester United
- 7 Pemain MU yang Bakal Mendapat Berkah dari Kepergian Solskjaer
- 5 Tim Kuat yang Terancam Gagal Lolos ke Fase 16 Besar Liga Champions: Ada MU & Milan
- 10 Anak Emas Solskjaer di MU: Dari Martial Hingga Fred
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Solskjaer Dipecat, Jesse Lingard Tunda Cabut dari Manchester United
Liga Inggris 23 November 2021, 21:19
-
Mantap! PSG Akhirnya Restui Mauricio Pochettino ke Manchester United
Liga Inggris 23 November 2021, 20:29
-
Wow, 2 Pemain Chelsea Ini Sempat Jadi Target Transfer Ole Gunnar Solskjaer
Liga Inggris 23 November 2021, 20:20
-
Jika Pindah, Mauricio Pochettino Langsung Jadi Manajer Permanen Manchester United
Liga Inggris 23 November 2021, 20:08
LATEST UPDATE
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
-
Transformasi Sisi Kanan Real Madrid: Valverde dan Rodrygo Menggila!
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 21:56
-
Man United Cari Manajer Baru, Nama Eddie Howe Terus Disebut-sebut
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:58
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 19:39
-
Melihat Arsenal Frustrasi Ditahan Liverpool, Bukti Alotnya Perburuan Gelar!
Liga Inggris 9 Januari 2026, 19:31
-
Viktor Gyokeres Justru Jadi Tanda Tanya di Lini Depan Arsenal
Liga Inggris 9 Januari 2026, 18:57
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR