Bola.net - Bola.net - Meski baru berkumpul tiga hari sebelum pertandingan, nyatanya timnas Indonesia mampu meraih hasil maksimal saat menjamu Malaysia di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9) malam. Tim asuhan Alfred Riedl mampu menang dengan skor telak 3-0.
Semua gol kemenangan Indonesia pada pertandingan ini tercipta pada babak pertama. Masing gol lahir dari aksi Boaz Solossa (6 dan 21) serta aksi menawan Irfan Bachdim.
Hasil ini tentu memberikan asa cerah bagi publik sepakbola Indonesia. Meski yang tampil bukan skuat terbaik, Riedl hanya bisa memanggil dua pemain dari satu klub, setidaknya euforia untuk kembali menyaksikan kiprah Indonesia di ajang Piala AFF mendatang sudah terbangun.
Berikut Bola.net sajikan faktor-faktor kunci kemenangan Indonesia atas Harimau Malaysia.
Pasang Dua Penyerang

Seperti yang sudah dikatakan oleh Riedl sebelum pertandingan, Indonesia akan tampil menyerang dengan menurunkan dua penyerang yakni Irfan Bachdim dan Boaz Solossa. Taktik ini terbukti sangat efektif pada laga melawan Malaysia.
Kedua pemain ini bukan tipikal penyerang hanya menunggu bola. Mereka rajin turun mencari bola dan juga tidak segan untuk berduel merebut bola dari lawan. Dua dari tiga gol Indonesia tercipta dari gigihnya kedua pemain ini melakukan pressing.
Boaz sendiri menunjukkan peran yang krusial meski hanya bermain selama 45 menit. Sang kapten boleh dibilang sebagai inspirator permainan Indonesia pada babak pertama.
Kokohnya Fachruddin

Sepanjang pertandingan, para pemain Malaysia mampu melepaskan 13 tendangan ke gawang. Namun, hanya ada tiga yang mengenai bidang dan tidak ada yang menjadi gol. Hal ini tentu tidak lepas dari rapatnya ruang di kotak penalti.
Peran Fachruddin Ariyanto layak dikedepankan. Benteng klub Sriwijaya FC ini nampak sulit untuk dilewati oleh para pemain lawan.
Kelebihan paling menonjol dari permainan Fachrudidin adalah kekuatannya dalam berduel di udara. Umpan crossing para pemain Malaysia dari sisi sayap selalu kali kandas di kepala Fachruddin. Dari 10 kali duel udara, ia selalu menang.
Selain Irfan, Fachruddin juga patut di highlight statistiknya krn secara kasat mata, ia sangat solid sepanjang laga. pic.twitter.com/cHDeF5XDXP
— Labbola (@labbola) September 6, 2016
Efektivitas Evan-Bayu
Tak hanya duet Irfan-Boaz saja yang mencuri perhatian pada pertandingan. Pasangan Bayu Pradana dan Evan Dimas Darmono juga tampil cukup manis. Keduanya merupakan tipikal gelandang yang bermain taktis dan tak begitu suka meliuk-liuk dengan bola.
Keduanya memiliki catatan umpan yang sangat efektif. Dalam catatan Labbola, hingga menit ke-60, akurasi umpan keduanya sangat tinggi.
60' Akurasi umpan duet lini tengah Indonesia.@Evan_DD 36/37 (97%)@bayu13pradana 21/22 (95%)
— Labbola (@labbola) September 6, 2016
Keduanya memiliki potensi untuk bermain lebih baik lagi pada kesempatan selanjutnya. Bayu bisa lebih fokus menjaga kedalaman. Sementara Evan harus lebih berani maju untuk membangun serangan dan sesekali merangsek masuk ke kotak penalti.
Semangat Para Debutan
Riedl mengambil resiko yang besar pada pertandingan ini. Ia tak bisa berbuat banyak karena stok pemain yang terbatas. Ia hanya bisa memanggil dua pemain dari klub. Akhirnya, muncullah beberapa debutan dalam skuat pilihan Riedl.
Dari line-up pemain, ada tiga pemain yang mendapatkan laga debutnya. Mereka yakni Bayu Pradana, Abdul Rahman, dan Yanto Basna.
Semangat besar mereka untuk mengukir debut manis bersama timnas membawa energi yang positif. Mereka juga mampu bekerja dengan baik dengan para pemain yang lebih berpengalaman seperti Boaz dan Andik Vermansyah.
Dukungan Penonton

Tak salah keputusan PSSI memilih menggelar pertandingan di Stadion Manahan, Solo. Para pecinta sepakbola di Solo memenuhi janji mereka sebelum pertandingan untuk memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh pada Andik Vermansyah dan kolega.
Selain dari beragam lagu-lagu pengobar semangat yang terus berkumandang selama 90 menit, atmosfer menakjubkan juga dihadirkan oleh suporter Solo lewat koreografi yang mereka tampilkan.
Tepat setelah peluit pertandingan babak kedua berbunyi, para suporter Solo langsung menyuguhkan aksi koreografi. Tak hanya di satu sisi tribun, melainkan di juga beberapa sisi lain.
Salah satu yang menarik adalah tampilnya koreografi bendera Palestina.
Dua Bek Sayap
Setelah membahas beberapa faktor kunci keberhasilan Indonesia, tidak ada salahnya jika juga membahas beberapa titik lemah dari pasukan Alfred Riedl.
Indonesia memang tidak kebobolan, tapi bukan berarti lini belakangan tidak memiliki masalah. Abdul Rahman dan Benny Wahyudi masih belum bisa tampil optimal. Bagi Abdul Rahman, ini adalah pertandingan debutnya.
Serangan Malaysia selalu mengincar kedua sisi yang dijaga mereka. Kerapkali baik Benny maupun Rahman mampu ditembus oleh para pemain lawan. Pun begitu saat Riedl mencoba memasukkan Abduh Lestaluhu.
Ada beberapa pemain yang mungkin bisa menjadi opsi bagi Riedl untuk memperbaiki sisi ini. Johan Alfarizi (Arema Cronus), Ricky Fajrin (Bali United) hingga Putu Gede Juni Antara bisa dicoba untuk kesempatan selanjutnya.
Opsi Lain Posisi Penyerang

Duet Boaz Solossa dan Irfan Bachdim terbukti tampik impresif. Tak hanya dilihat dari perolehan golnya, tapi juga assists. Boaz memberi satu assists untuk Irfan pun begitu juga sebaliknya, Irfan memberikan satu assists untuk Boaz.
Hanya saja, Indonesia tampak sulit memberikan ancaman ke gawang Malaysia saat kedua pemain ini keluar. Lerby Eliyandry yang ditampilkan pada babak kedua masih belum maksimal. Penyerang Pusamania Borneo FC ini nampak kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan.
Beberapa opsi yang bisa dicoba oleh Riedl adalah Dendy Sulistiawan (Persela Lamongan), Ferdinand Sinaga (PSM Makassar) dan jangan lupakan begitu saja sosok penyerang gaek Cristian Gonzales dari Arema Cronus.
Pola Permainan Belum Tampak
Indonesia memang menang dengan skor yang telak, tiga gol tanpa balas. Namun, secara permainan Tim Garuda masih belum menunjukan pola permainan yang jelas. Masih kerap melakukan serangan sporadis dan mengandalkan aksi individu.
Filosofi permainan Riedl yang mengandalkan umpan pendek masih belum terlihat.
Namun, hal ini bisa terkikis jika Riedl mendapatkan kesempatan lebih banyak berinteraksi dengan para pemain pilihannya. Tak mungkin Riedl bisa menerapkan apa yang ada dalam imajinasinya jika tim berkumpul tiga hari jelang pertandingan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bayu Pradana Mengaku Perlu Belajar Lagi
Tim Nasional 7 September 2016, 22:30 -
Irfan Bachdim Komentari Golnya dan Tekel Gila Kiper Malaysia
Tim Nasional 7 September 2016, 21:07
-
Timnas Indonesia Akui Masih Banyak Pekerjaan Rumah
Tim Nasional 7 September 2016, 15:31 -
Andik Vermansah Santai Meski Dikasari Pemain Malaysia
Tim Nasional 7 September 2016, 15:03
-
Andik Vermansah Bangga Jadi Kapten Timnas Indonesia
Tim Nasional 7 September 2016, 14:50
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR