Bola.net - Kualitas pribadi seorang individu seringkali baru akan ketahuan, apabila dirinya terlibat ke dalam sebuah kelompok kerja. Kemampuan beradaptasi serta memperlakukan orang lain guna menuju tujuan bersama pastinya akan ada ukurannya.
Paham waktunya kapan harus menang, kapan harus mengalah untuk mencapai tujuan bersama di kelompok kerja adalah salah satu variabel dinilai tingginya kemampuan man management seseorang dalam tim.
Ketika membahas topik di atas, salah satu tokoh yang layak diangkat sebagai percontohan adalah Josep Guardiola, pria Spanyol yang baru saja diresmikan sebagai der trainer anyar Bayern Munich.
Pribadinya yang rendah hati nan membumi layak diteladani dan dijadikan sumber inspirasi, baik sebagai lakon sepakbola atau pun sebagai manusia biasa. Berikut beberapa hal yang kita pelajari dari pribadi Mister Pep. (fhm/lex)
Jangan Sombong

Pada usianya yang ke-20 tahun, ia sudah diangkat sebagai pemain utama Barcelona. Harusnya untuk anak seumuran dirinya waktu itu, normalnya ia akan bisa sombong membanggakan itu semua.
Nyatanya tidak, "Tiga tahun dari kejadian itu ia tetap membawa mobil VW Golf lamanya ke klub," ujar Ronald Koeman, rekan satu timnya saat itu.
Pelajaran: Tidak perlu congkak ketika Anda naik status atau pun mendapat kenaikan salary.
Haus Informasi

Kelebihan Pep sedari ia jadi pemain hingga pelatih adalah selalu haus akan informasi. Ia kerap menginterogasi para manajernya akan pertanyaan pertanyaan kritis.
Koeman kembali bersaksi "Dia selalu punya pertanyaan, dia memang begitu lapar akan informasi, dia ingin tahu segalanya."
Pelajaran: Bertanya adalah sarana pembelajaran diri, tidak perlu khawatir sekali pun dianggap bodoh oleh orang lain.
Kontrol Secara Total

Ketika pertama kali ia menukangi Barca sebagai pelatih, di mendapati warisan skuat 2008 milik Rijkaard yang malas. Ia pun menerapkan denda ketat akan setiap pelanggaran yang ada. Kesaksian Xavi, "Ia mengawasi segalanya laksana seekor elang."
Pelajaran: Semua harus dikerjakan dengan baik, jika Anda ingin berhasil.
Loyalitas dan Trust

Salah satu yang dimilik Pep di Barca adalah sikap percaya (trust) mayoritas pasukannya. Lebih banyak yang mendukung Pep ketimbang pemain yang berani menggunjingnya di belakang.
Alhasil orang-orang yang percaya tersebut begitu loyal pada Pep. "Jika saya diminta melompat dari atas tribun Nou Camp, pasti ada sesuatu kebaikan bagi saya yang ada di bawah sana," kata Dani Alves waktu itu.
Pelajaran: Rasa percaya dan tidak saling curiga dibutuhkan seorang pemimpin.
Inovasi Dalam Memotivasi

Ketika memenangi gelar Liga Champions tahun 2009 di Roma, Pep memutar klip film Gladiator dikombinasikan dengan aksi-aksi timnya menjuju ke final.
Pep tak mengucapkan sepatah kata pun, dan sebagian prajurit Barca malah menangis saat itu. Hasilnya Manchester United dibekap 2-0 setelah pemompaan motivasi di ruang ganti Olimpico Stadium tersebut.
Pelajaran: motivasi yang efektif tak selamanya lewat kata-kata.
Sikap Egois Tak Dibutuhkan

Saat rezim Pep berkuasa di Nou Camp sejumlah nama besar banyak yang ditendang, bukan karena mereka-mereka tidak bertalenta, namun karakter yang tidak tepat membuat mereka mengecewakan Pep.
Sebut saja Samuel Eto'o, Deco, Ronaldinho dan terakhir Zlatan Ibrahomovic. Pep sudah terlalu lelah memberi kesempatan pemain-pemain egois yang begitu childish (kekanak-kanakan) tersebut.
Pelajaran: Sifat egois akan lebih banyak merugikan tim, pastinya!
Konstan Mencari Tantangan Baru

Pep bersama Barcelona semenjak kecil. Dimulai dari seorang ball boy, jadi pemain cadangan, jadi kapten hingga pelatih yang sukses. Sejatinya ia bisa saja tinggal selamanya bersama Blaugrana.
Namun tidak, setelah 4 musim berpetualang bersama, akhirnya ia memilih mundur. Saat itu ia dalam pidatonya berbicara "Anda harus paham kapan saatnya bagi Anda untuk mundur."
Pelajaran: berani ambil sikap keluar dari zona nyaman, dan ia kini akan memulai tantangan baru bersama Bayern.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Analisa Profil Bek Tengah Buruan Barcelona
Editorial 27 Juni 2013, 16:55
-
'Sangat Sulit Bagi Neymar Untuk Melampaui Messi'
Liga Spanyol 27 Juni 2013, 15:35
-
Mata Isyaratkan Tolak Barca Demi Madrid
Liga Inggris 27 Juni 2013, 15:20
-
Barca Siapkan 'Amputasi' Lini Serang
Liga Spanyol 27 Juni 2013, 14:55
-
'Bundesliga Akan Terlalu Membosankan Bagi Guardiola'
Liga Eropa Lain 27 Juni 2013, 14:30
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR