Bola.net - Bola.net - Scudetto 1998/99 adalah salah satu Scudetto paling sulit yang pernah diraih AC Milan. Di era tersebut, level persaingannya begitu luar biasa. Waktu itu, ada yang namanya Il Sette Magnifico (The Magnificent Seven), tujuh tim terkuat di Serie A.
Tujuh tim tersebut adalah Milan, Lazio, Fiorentina, Parma, AS Roma, Juventus dan Inter Milan. Rossoneri besutan Alberto Zacheroni akhirnya finis sebagai juara dengan keunggulan tipis satu poin atas Lazio racikan Sven-Goran Eriksson yang diperkuat pemain-pemain top semacam Alessandro Nesta, Pavel Nedved hingga Marcelo Salas.
Musim itu, dengan mesin gol Jerman Olivier Bierhoff, Milan finis di atas Lazio, Fiorentina, Parma, Roma, Juventus (7) serta Inter (8) dan menyabet Scudetto mereka yang ke-16.
Milan musim ini, bersama pelatih Vincenzo Montella, dinilai lebih kuat daripada beberapa musim terakhir. Meski skuatnya tergolong muda dan tak terlalu diunggulkan di awal musim, Milan ternyata sanggup mendobrak ke tiga besar hingga giornata 12.
Mampukah Milan meraih Scudetto lagi sekaligus memutus dominasi lima musim Juventus di Serie A? Zaccheroni memberikan pendapatnya.
"Ada beberapa kesamaan (antara Milan sekarang) dengan tim saya. Namun, tim saya waktu itu jauh lebih tua. Sejumlah pemain bahkan berada di penghujung karier mereka," kata Zaccheroni kepada La Gazzetta dello Sport.
"Bisakah itu (menjuarai Serie A) dilakukan lagi? Waktu itu, kami menang karena pemain-pemain kami punya tekad kuat untuk membalas dan membuktikan diri. Saya masih ingat dengan jelas, kala itu banyak yang menganggap [Demetrio] , [ Zvonimir] , [George] Weah dan [Paolo] ."
"Tim saya lebih berkualitas, tapi lawan-lawan kami lebih kuat. Itu adalah eranya Il Sette Magnifico. Yang paling lemah (dari tujuh tim itu) bahkan mampu bersaing dengan Juventus yang sekarang."
Zaccheroni lalu memberikan beberapa perbandingan.
"[Giacomo] Bonaventura bisa mendapat tempat di skuat Milan waktu itu. Saya sangat menyukainya. Saya juga suka [Alessio] , tapi bek sentral kiri saya adalah Maldini."
Menurut Zaccheroni persiapan di musim panas sebelum tirai kompetisi dibuka juga berpengaruh cukup besar. Itu mirip dengan yang dilakukan Milan musim panas kemarin. Mereka tak pergi jauh-jauh tur ke Amerika Serikat - paling jauh ke Bournemouth dan Freiburg.
"Persiapan musim panas kami adalah perbedaan utama (dengan para rival waktu itu). Kami hanya beruji coba di Solbiate Arno dan Monza, tanpa terlalu banyak bepergian."
"Kami lebih banyak berlatih di Milanello. Saya ingat [Edi] Reja datang menemui kami, melihat para pemain bersedia berlatih di bawah terik matahari, termasuk sesi 90 menit khusus untuk mematangkan taktik, dan dia tidak memercayainya."
"Tak ada yang cedera di paruh kedua musim. Itu juga berkat persiapan musim panas kami. [Adriano] Galliani sangat mendukung saya waktu itu."
Jadi, mampukah Milan meraih Scudetto mereka yang ke-19 musim ini (yang pertama sejak 2010/11)? Zaccheroni tak memberi jawaban pasti. Yang jelas, dia sangat optimistis dengan Milan di bawah kepelatihan Montella.
"Saya menyukai Montella dari awal. Saya respek pada semangatnya. Sepakbolanya adalah sepakbola konstruktif, dan dia memasang pemain-pemainnya di posisi yang tepat," pungkas Zaccheroni.
Klik Juga:
- Tim Nasional Italia Cita Rasa AC Milan
- 10 Kreator Peluang Paling Jago di Serie A
- Serie A 600 - Maldini, Zanetti, Totti, Buffon
- Rasio Kemenangan Pioli di Serie A Cuma 33 Persen
- Gol Kandang, Salah Ungguli Dzeko Hingga Higuain
- 5 Gol Terbaik Serie A Giornata 12
- 5 Gol Terbaik Florenzi di Serie A
- Ulang Tahun ke-42 Alessandro Del Piero
- Kompilasi Gol dan Momen Terbaik Del Piero Persembahan Juventus
- Master Tendangan Bebas Bernama Del Piero
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Skill Pjanic Yang Dianggap Mirip Pirlo
Liga Italia 10 November 2016, 23:14
-
10 Dinding Pertahanan Terkuat di Eropa
Liga Italia 10 November 2016, 15:08
-
Galeri Foto: Alessandro Del Piero
Open Play 10 November 2016, 11:48
-
Callejon Kecam Pengkhianatan Higuain
Liga Italia 10 November 2016, 11:05
-
Chelsea Datang, Bonucci Ingin Ikat Kontrak di Juventus
Liga Inggris 10 November 2016, 11:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Inter vs Monza di Liga Italia, Sabtu 22 Agustus 2026
Liga Italia 22 Agustus 2026, 22:29
-
Bruno Fernandes Kesal MU Kalah dari Hull City: Gini Aja Terus!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 22:00
-
5 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 21:30
-
Kalah dari Hull City, Manchester United Catatkan Dua Rekor yang Memalukan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:50
-
Man of the Match Hull vs Man United: Konstantinos Tzolakis
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:39
-
Hasil Hull vs Man United: Setan Merah Dipermalukan Tim Promosi!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:24
-
Brighton Tolak Penawaran Perdana Liverpool untuk Yankuba Minteh
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:00
-
Arsenal Mundur Perlahan dari Transfer Victor Osimhen?
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 19:40
-
Tinggalkan AC Milan, Christopher Nkunku CLBK dengan Mantan Klubnya Ini?
Liga Italia 22 Agustus 2026, 19:20
-
Didekati Arsenal, Atletico Madrid Tegaskan Julian Alvarez Tidak Kemana-mana!
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 19:00
-
Barcelona Gigit Jari, Joao Pedro Resmi Teken Kontrak Baru di Chelsea
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 18:33
-
Arsenal Digosipkan Dekati Julian Alvarez, Begini Respon Mikel Arteta
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 18:00
-
Masih Jadi Andalan, MU Harus Kurangi Ketergantungan pada Bruno Fernandes!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR