
Bola.net - Trent Alexander-Arnold sudah mengumumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini. Selanjutnya, bek kanan asal Inggris itu dikabarkan akan bergabung dengan Real Madrid.
Namun, ia bukan pemain pertama yang memilih pergi dari Anfield. Banyak pemain sebelumnya yang juga meninggalkan Liverpool terlalu cepat.
Beberapa dari mereka menyesal karena kariernya justru menurun. Padahal, mereka sempat jadi andalan di skuat Liverpool.
Bermain di klub sebesar Liverpool adalah kesempatan besar. Tidak semua bisa mendapatkannya dua kali.
Berikut ini daftar 11 pemain yang mungkin menyesal telah meninggalkan Liverpool terlalu cepat.
1. Philippe Coutinho

Philippe Coutinho menjadi pusat perhatian saat dijual ke Barcelona pada 2018. Saat itu, Barcelona baru saja menerima dana besar dari penjualan Neymar.
Uang dari penjualan Coutinho digunakan Liverpool untuk merekrut Virgil van Dijk dan Alisson. Dua nama ini menjadi kunci sukses Liverpool era Jurgen Klopp.
Di Barcelona, performan Coutinho tidak pernah menyamai levelnya di Anfield. Kini ia bermain di Brasil sebagai pemain pinjaman dari Aston Villa, jauh dari gemerlap Eropa.
2. Georginio Wijnaldum

Georginio Wijnaldum adalah bagian penting dari kesuksesan Liverpool di era Jurgen Klopp. Ia pergi ke PSG pada 2021 demi gaji lebih tinggi, meski ditawari bergabung dengan Barcelona.
Sayangnya, Wijnaldum gagal bersinar di Paris dan harus dipinjamkan ke AS Roma. Cedera patah kaki pun membuatnya sulit bersaing kembali.
Kini ia menjadi kapten Al Ettifaq di Liga Arab Saudi. Sebuah penurunan besar dari kejayaan yang pernah ia nikmati di Anfield.
3. Fernando Torres

Fernando Torres meraih gelar Liga Champions bersama Chelsea. Namun, performanya di Stamford Bridge jauh dari apa yang ia tunjukkan bersama Liverpool.
Di Anfield, ia mencetak 81 gol dalam 145 pertandingan. Sedangkan di Chelsea, hanya 45 gol dari 172 laga.
Kepindahan ke London membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Padahal di Liverpool, ia adalah momok menakutkan bagi bek lawan.
4. Michael Owen

Michael Owen hengkang ke Real Madrid pada 2004. Meski mencetak 16 gol di musim pertamanya, ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.
Liverpool justru meraih trofi Liga Champions setahun setelah kepergiannya. Karier Owen setelah itu tak pernah mencapai puncak seperti di masa Anfield.
Cedera otot juga berkontribusi dalam penurunannya. Namun, jelas bahwa perpisahan dari Liverpool mempercepat penurunan kariernya.
5. Robbie Fowler

Robbie Fowler dijuluki 'Dewa' oleh fans Liverpool. Namun, perselisihan dengan Gerard Houllier membuatnya pindah ke Leeds United.
Di Leeds dan kemudian Manchester City, Fowler tak bisa mengulang kehebatannya. Ia baru kembali ke Liverpool pada 2006.
Kepulangan itu menjadi pengakuan bahwa ia tak seharusnya meninggalkan Anfield sejak awal. Kadang, rumah adalah tempat terbaik.
6. Peter Crouch

Peter Crouch mengaku bahwa keputusannya pindah ke Portsmouth pada 2008 adalah penyesalan terbesar dalam kariernya. Ia ingin bertahan lebih lama di Liverpool.
“Saya ingin jadi pemain satu klub,” ujarnya. Namun, keadaan memaksanya pergi.
Melihat pemain seperti Andriy Voronin dan David N'Gog jadi andalan setelah kepergiannya membuat Crouch semakin menyesal. Ia merasa pergi terlalu cepat.
7. Sadio Mane

Sadio Mane pindah ke Bayern Munchen setelah meraih sukses bersama Liverpool pada 2022. Namun, transfer itu tak berjalan sesuai rencana.
Ia bertengkar dengan Leroy Sane dan akhirnya dijual ke Al-Ittihad di Arab Saudi. Performa Mane turun drastis setelah meninggalkan Liverpool.
Kini Mane hanya jadi nama besar di liga yang kurang kompetitif. Padahal usianya belum jauh berbeda dengan Mohamed Salah.
8. Jordan Henderson

Setelah diberi tahu oleh Jurgen Klopp bahwa ia tak lagi jadi pilihan utama usai musim 2022/2023 yang mengecewakan, Jordan Henderson memutuskan untuk mencari tantangan baru. Ia pun hijrah ke Arab Saudi dan bergabung dengan Al-Ettifaq yang dilatih Steven Gerrard.
Namun, kepindahan itu justru berakhir bencana dan Henderson hanya bertahan enam bulan sebelum kembali ke Eropa. Henderson kini bermain untuk Ajax Amsterdam.
Ia tampil cukup konsisten bersama klub Belanda tersebut. Henderson bahkan berpeluang membawa Ajax menjuarai Eredivisie musim ini.
9. Emre Can

Meski ditawari kontrak baru oleh Liverpool pada 2018, gelandang asal Jerman itu menolak perpanjangan tersebut. Emre Can justru menandatangani kesepakatan menggiurkan dengan Juventus.
“Saya mendapat banyak tawaran dari tim-tim bagus,” kata Can saat itu. “Saya memilih Juventus karena proyek mereka sangat besar dan ambisius. Saya ingin jadi bagian dari itu.”
Namun, kepindahan itu tidak berjalan sesuai harapan. Can hanya bisa menyaksikan dari kejauhan saat Liverpool meraih gelar Liga Champions dan Premier League dalam dua musim berikutnya.
10. Ian Rush

Ian Rush tidak pernah benar-benar beradaptasi di Juventus, meski kutipan terkenalnya soal tinggal di luar negeri ternyata hanya mitos. Namun, sang legenda Liverpool merasa pengalamannya di Italia membuatnya menjadi pemain yang lebih lengkap.
Rush mengaku bahwa di Juventus, ia belajar bermain lebih menyeluruh dan tidak hanya fokus mencetak gol. Di Italia, ia lebih sering turun ke lini tengah, berbeda dengan perannya di Liverpool yang hanya berkutat di kotak penalti.
Meski begitu, kariernya di Juventus tidak terlalu sukses dengan hanya mencetak tujuh gol di Serie A dan tanpa trofi. Setelah kembali ke Liverpool, ia sempat membela Leeds United, tetapi hanya mencetak tiga gol di Premier League dalam masa yang tidak berkesan.
11. Nick Barmby

Nick Barmby adalah bagian dari era keemasan Liverpool di awal 2000-an, ketika klub meraih treble winners yang bersejarah. Ia telah mencatatkan 23 caps bersama Timnas Inggris saat itu.
Pada tahun 2002, Barmby memutuskan pindah dari Anfield ke Elland Road untuk bergabung dengan Leeds United. Keputusan itu datang di waktu yang kurang tepat karena Leeds sedang dalam kondisi keuangan yang buruk.
Dua tahun setelah bergabung, Leeds terdegradasi dari Premier League. Barmby sendiri hanya tampil sebanyak 25 kali selama membela klub tersebut.
Sumber: Planet Football
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setia! Bruno Fernandes Tidak Tergoda Uang Segepok Al-Hilal
Liga Inggris 6 Mei 2025, 22:23
-
Bukan Wacana, Chelsea Mulai Dekati Alejandro Garnacho
Liga Inggris 6 Mei 2025, 20:09
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR