Bola.net - Pelatih Persisam Putra Samarinda, Sartono Anwar tidak menyalahkan para pemainnya meskipun timnya takluk dari kesebelasan tamu Persegres 1-2 pada lanjutan ISL di di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (28/7) malam.
Menurut Sartono dalam pertandingan sepak bola apapun hasilnya hanya bisa diterima, tanpa harus mengkambing hitamkan sebagai kesalahan pemain.
"Inilah sepak bola, hasil akhir terkadang bagus, kurang memuaskan, atau tidak bagus sama sekali seperti saat ini. Namun semuanya harus kita syukuri sebagai buah dari pembelajaran tim," tutur Sartono di Samarinda seperti dilansir Antara.
Sartono mengakui beberapa pemainnya melakukan kesalahan sehingga terjadi dua gol untuk kemenangan Persegres. Namun kondisi tersebut tidak serta merta menjadi kesalahan personal pemain, karena bisa jadi pelatih tidak tepat dalam menerapkan taktik dan strategi.
"Berulang kali saya katakan, ketika tim menang maka pelatih hanya menumpang nama. Sebaliknya bila tim kalah maka tanggung jawab sepenuhnya berada di pundak saya," urai pelatih yang sudah malang melintang di persepakbolaan nasional itu.
Situasi bertanding pada malam hari di bulan puasa Ramadhan diakui Sartono juga ikut mengurangi penampilan tim, meskipun kondisi itu tidak bisa menjadi pembenaran atas kekalahan yang diderita.
"Tentunya lawan juga mengalami kondisi yang sama dengan tim kita, tapi mereka bisa menang, dan faktanya pun para pemain kita juga sudah berupaya dengan maksimal," tutur Sartono.
Hasil menang, seri atau kalah, dikatakan Sartono, bukan menjadi patokan tim itu bagus atau kurang baik, karena menurut dia banyak sekali aspek yang bisa menjadi penyebabnya.
"Buktinya pemain kita pernah bermain bagus tapi hasilnya malah kalah. Sebaliknya pernah juga bermain buruk tapi justru bisa menang. Saya rasa persoalan hasil pertandingan sudah menjadi urusan Tuhan, apapun wajib kita syukuri," beber Sartono.
Disinggung persiapan selanjutnya melawan tim kuat Arema Crounos, Sartono mengatakan untuk sementara dia lebih mementingkan recovery atau pemulihan pemain dibanding persiapan taktik dan strategi.
"Biar pemain sehat dan pulih dulu, baru kemudian kita pikirkan untuk persiapan menuju pertandingan berikutnya," tegas Sartono.
(fjr/mac)
Menurut Sartono dalam pertandingan sepak bola apapun hasilnya hanya bisa diterima, tanpa harus mengkambing hitamkan sebagai kesalahan pemain.
"Inilah sepak bola, hasil akhir terkadang bagus, kurang memuaskan, atau tidak bagus sama sekali seperti saat ini. Namun semuanya harus kita syukuri sebagai buah dari pembelajaran tim," tutur Sartono di Samarinda seperti dilansir Antara.
Sartono mengakui beberapa pemainnya melakukan kesalahan sehingga terjadi dua gol untuk kemenangan Persegres. Namun kondisi tersebut tidak serta merta menjadi kesalahan personal pemain, karena bisa jadi pelatih tidak tepat dalam menerapkan taktik dan strategi.
"Berulang kali saya katakan, ketika tim menang maka pelatih hanya menumpang nama. Sebaliknya bila tim kalah maka tanggung jawab sepenuhnya berada di pundak saya," urai pelatih yang sudah malang melintang di persepakbolaan nasional itu.
Situasi bertanding pada malam hari di bulan puasa Ramadhan diakui Sartono juga ikut mengurangi penampilan tim, meskipun kondisi itu tidak bisa menjadi pembenaran atas kekalahan yang diderita.
"Tentunya lawan juga mengalami kondisi yang sama dengan tim kita, tapi mereka bisa menang, dan faktanya pun para pemain kita juga sudah berupaya dengan maksimal," tutur Sartono.
Hasil menang, seri atau kalah, dikatakan Sartono, bukan menjadi patokan tim itu bagus atau kurang baik, karena menurut dia banyak sekali aspek yang bisa menjadi penyebabnya.
"Buktinya pemain kita pernah bermain bagus tapi hasilnya malah kalah. Sebaliknya pernah juga bermain buruk tapi justru bisa menang. Saya rasa persoalan hasil pertandingan sudah menjadi urusan Tuhan, apapun wajib kita syukuri," beber Sartono.
Disinggung persiapan selanjutnya melawan tim kuat Arema Crounos, Sartono mengatakan untuk sementara dia lebih mementingkan recovery atau pemulihan pemain dibanding persiapan taktik dan strategi.
"Biar pemain sehat dan pulih dulu, baru kemudian kita pikirkan untuk persiapan menuju pertandingan berikutnya," tegas Sartono.
(fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemulangan Jenazah Sekou Camara Mengalami Penundaan
Bola Indonesia 29 Juli 2013, 21:57
-
"Kematian Sekou Camara Karena Klub Indonesia Tak Profesional"
Bola Indonesia 29 Juli 2013, 20:30
-
PT Liga Indonesia Pastikan Laga PBR Lawan PSPS Diundur
Bola Indonesia 29 Juli 2013, 16:58
-
Striker Sriwijaya Berlebaran di Amerika Serikat
Bola Indonesia 29 Juli 2013, 16:44
-
Pemain Persidafon Ditahan Terkait Kasus Penikaman
Bola Indonesia 29 Juli 2013, 16:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




















KOMENTAR