
Bola.net - Manajemen Arema Cronus meradang menanggapi kabar bahwa mereka menerima suap pada laga semifinal melawan Persib Bandung. Mereka berupaya menjernihkan kabar miring yang beredar terutama melalui media sosial tersebut.
Menurut CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, pergantian tiga pemain, yang disebut sebagai awal kekalahan Arema, disebabkan karena alasan teknis. Bukan karena suap, seperti beredar dari mulut ke mulut.
"Gustavo Lopez kita ganti karena dia sudah beberapa kali minta diganti. Apa harus kita tunggu dia jatuh dahulu?" tukas Iwan.
"Hal serupa juga jadi pertimbangan kala menarik Ahmad Bustomi. Dia kram dan sempat terjatuh. Sebagus-bagusnya pemain bintang tapi cedera, lebih bagus lagi pemain bukan bintang tapi 100 persen fit," sambungnya.
Lebih lanjut, Iwan memberi alasan berbeda di balik ditariknya Thierry Gathuessi. Menurutnya, Thierry tak bermain bagus pada laga ini.
" Hitung saja berapa kali dia salah umpan dan membahayakan pertahanan kita. Dari segi teknis, nggak mungkin dia kita pertahankan," tutur Iwan.
Sebelumnya, pergantian pemain Arema pada laga Semifinal Indonesia Super League 2014 lalu mengundang sejumlah kritikan. Terlebih lagi, pergantian tersebut akhirnya berujung pada kekalahan anak asuh Suharno tersebut dan membuat mereka gagal ke final usai dibekuk Persib dengan skor 1-3.
Tak hanya kritik, pergantian pemain ini juga berujung isu tak sedap. Menurut isu tersebut, manajemen Arema Cronus -versi lain menyebut Pelatih Arema Cronus- menerima uang Rp850 juta agar mengalah pada laga tersebut.
"Kita memberi klarifikasi ini, sebab jika kita diam maka isu ini bisa jadi akan dianggap sebagai sebuah kebenaran," tandas Iwan. (den/dzi)
Menurut CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, pergantian tiga pemain, yang disebut sebagai awal kekalahan Arema, disebabkan karena alasan teknis. Bukan karena suap, seperti beredar dari mulut ke mulut.
"Gustavo Lopez kita ganti karena dia sudah beberapa kali minta diganti. Apa harus kita tunggu dia jatuh dahulu?" tukas Iwan.
"Hal serupa juga jadi pertimbangan kala menarik Ahmad Bustomi. Dia kram dan sempat terjatuh. Sebagus-bagusnya pemain bintang tapi cedera, lebih bagus lagi pemain bukan bintang tapi 100 persen fit," sambungnya.
Lebih lanjut, Iwan memberi alasan berbeda di balik ditariknya Thierry Gathuessi. Menurutnya, Thierry tak bermain bagus pada laga ini.
" Hitung saja berapa kali dia salah umpan dan membahayakan pertahanan kita. Dari segi teknis, nggak mungkin dia kita pertahankan," tutur Iwan.
Sebelumnya, pergantian pemain Arema pada laga Semifinal Indonesia Super League 2014 lalu mengundang sejumlah kritikan. Terlebih lagi, pergantian tersebut akhirnya berujung pada kekalahan anak asuh Suharno tersebut dan membuat mereka gagal ke final usai dibekuk Persib dengan skor 1-3.
Tak hanya kritik, pergantian pemain ini juga berujung isu tak sedap. Menurut isu tersebut, manajemen Arema Cronus -versi lain menyebut Pelatih Arema Cronus- menerima uang Rp850 juta agar mengalah pada laga tersebut.
"Kita memberi klarifikasi ini, sebab jika kita diam maka isu ini bisa jadi akan dianggap sebagai sebuah kebenaran," tandas Iwan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nilmaizar Bantah Bakal Tangani Persipura
Bola Indonesia 11 November 2014, 21:18
-
Eduard Tjong Rekomendasi 8 Nama Bertahan di Persela
Bola Indonesia 11 November 2014, 21:06
-
Gugatan Arema Indonesia Pengaruhi Konsentrasi Arema Cronus
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:38
-
Persela Direkomendasi Depak Lima Pemain
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:31
-
Eduard Tjong Akan Pamitan ke Manajemen Persela
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00

























KOMENTAR