
Bola.net - Gelar yang diraih Persib Bandung mau tak mau menahbiskan Firman Utina menjadi pemain Manado tersukses dalam sejarah sepakbola. Namun untuk kembali ke kampung halaman dan membangun klub yang membesarkannya, Persma Manado, Firman belum memikirkannya.
"Nah itu. Saya sebenarnya juga ingin. Tapi belum ada pikiran ke arah sana," jawab Firman ketika ditanya tentang kapan ia kembali dan membangun sepakbola di kampungnya, Senin malam (11/11).
Gelandang berusia 32 tahun ini membantah anggapan kalau ia tidak mau kembali ke kota tempat bercokolnya Stadion Klabat yang pernah menjadi venue final Liga Indonesia 1999 antara PSIS semarang dan Persebaya Surabaya tersebut. "(Membangun sepakbola) itu juga tergantung pemerintah di sana," ujarnya.
Firman mahfum kalau APBD sudah dilarang dalam pendanaan operasional klub. Namun, pemerintah sebenarnya tetap mengambil peran utama dalam hal fasilitas, sarana dan prasarana. "Di sana yang ada ribut melulu," tambahnya.
Pemain yang juga terpanggil skuat Piala AFF 2014 ini memang terhitung sukses sejak keluar dari Manado. Sukses melambungkan Persita Tangerang bersama Benny Dollo, ia sempat dihadiahi jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menanggalkan status PNS di Tangerang demi hijrah ke Arema yang bermain di Divisi Utama, ternyata pilihan tepat bagi Firman. Tiga gelar dalam tiga musim berturut-turut diantarkannya ke Malang. Yakni juara Divisi Utama 2004, Copa Indonesia 2005 dan 2006. Di kasta tertinggi, Firman meraih gelar juara ISL bersama Sriwijaya FC di 2011 dan bersama Persib di tahun 2014 ini. [initial]
(fjr/pra)
"Nah itu. Saya sebenarnya juga ingin. Tapi belum ada pikiran ke arah sana," jawab Firman ketika ditanya tentang kapan ia kembali dan membangun sepakbola di kampungnya, Senin malam (11/11).
Gelandang berusia 32 tahun ini membantah anggapan kalau ia tidak mau kembali ke kota tempat bercokolnya Stadion Klabat yang pernah menjadi venue final Liga Indonesia 1999 antara PSIS semarang dan Persebaya Surabaya tersebut. "(Membangun sepakbola) itu juga tergantung pemerintah di sana," ujarnya.
Firman mahfum kalau APBD sudah dilarang dalam pendanaan operasional klub. Namun, pemerintah sebenarnya tetap mengambil peran utama dalam hal fasilitas, sarana dan prasarana. "Di sana yang ada ribut melulu," tambahnya.
Pemain yang juga terpanggil skuat Piala AFF 2014 ini memang terhitung sukses sejak keluar dari Manado. Sukses melambungkan Persita Tangerang bersama Benny Dollo, ia sempat dihadiahi jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menanggalkan status PNS di Tangerang demi hijrah ke Arema yang bermain di Divisi Utama, ternyata pilihan tepat bagi Firman. Tiga gelar dalam tiga musim berturut-turut diantarkannya ke Malang. Yakni juara Divisi Utama 2004, Copa Indonesia 2005 dan 2006. Di kasta tertinggi, Firman meraih gelar juara ISL bersama Sriwijaya FC di 2011 dan bersama Persib di tahun 2014 ini. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nilmaizar Bantah Bakal Tangani Persipura
Bola Indonesia 11 November 2014, 21:18
-
Eduard Tjong Rekomendasi 8 Nama Bertahan di Persela
Bola Indonesia 11 November 2014, 21:06
-
Gugatan Arema Indonesia Pengaruhi Konsentrasi Arema Cronus
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:38
-
Persela Direkomendasi Depak Lima Pemain
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:31
-
Eduard Tjong Akan Pamitan ke Manajemen Persela
Bola Indonesia 11 November 2014, 20:21
LATEST UPDATE
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR