
Bola.net - - CEO Arema FC, R. Agoes Soerjanto, angkat bicara soal adanya kabar pelarangan kendaraan bermotor berplat nomor wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk masuk ke Malang pada saat digelarnya laga leg kedua Final Piala Presiden 2019 antara Arema dan Persebaya (12/4/2019). Agoes meminta agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal dan tak perlu takut dengan adanya gelaran tersebut.
"Kita harus gembira menyambutnya. Gelaran ini diniatkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat dan mendorong para pelaku bisnis untuk dapat berpromosi dan berinvestasi di industri sepak bola," ucap Agoes, Kamis (11/04).
"Maka, yang ada urusan bisnis dan aktivitas lainnya tetap berjalan seperti biasa. Yang hendak berwisata dan bepergian ke Malang, silakan jangan tunda dan ragu. Apalagi, bagi yang mau ikut menggembirakan Piala Presiden di Kanjuruhan," sambungnya.
Sempat muncul kabar adanya larangan kendaraan bermotor berplat nomor wilayah Surabaya dan sekitarnya masuk ke wilayah Malang. Kabar ini, sebelum diluruskan oleh panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema beredar melalui jejaring media sosial, termasuk aplikasi percakapan di gawai.
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, menampik kabar adanya larangan tersebut. Yang ada, menurutnya, sebatas imbauan agar kendaraan bermotor dengan plat nomor Surabaya dan daerah sekitarnya tak mendekati area pertandingan.
"Ada imbauan untuk tidak mendekati area pertandingan, yaitu Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang dan sekitarnya. Ini karena kami berharap agar tak ada kejadian yang bisa mengganggu kondusivitas di wilayah Malang Raya," kata Abdul Haris.
Bagaimana pendapat Agoes soal kondisi keamanan wilayah Malang dan sekitarnya terkait digelarnya partai sarat rivalitas ini? Simak di bawah ini.
Optimistis Berlangsung Aman
Agoes menegaskan keyakinannya bahwa laga ini bakal berlangsung aman dan tak menimbulkan ekses apa pun. Keyakinannya tersebut tak lepas dari kedewasaan Aremania, julukan suporter Arema.
"Kami optimistis, Arema dan Aremania bisa menjadi tuan rumah yang baik. Terlebih lagi, kami juga sudah diterima dengan baik di Surabaya," tuturnya.
"Sekali lagi, jangan ada ketakutan dan kekhawatiran. Namun, kita harus optimistis serta membangun kegembiraan melalui sepak bola dan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, perdamaian, dan sportivitas," Agoes menegaskan.
Sepak Bola Sebagai Ajang Persaudaraan
Agoes menyebut agar sepak bola dikembalikan ke jati dirinya sebagai ajang persaudaraan. Rivalitas, menurut pengusaha konstruksi ini, seharusnya hanya sebatas 90 menit di lapangan.
"Ini adalah olahraga untuk mempererat bangsa. Tegang hanya di lapangan 90 menit, selebihnya adalah persaudaraan. Sportivitas pemain dan kualitas laga perlu kita jaga," kata Agoes.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kiper Persebaya 'Terpuruk' Setelah Dihujat oleh Suporter
Bola Indonesia 11 April 2019, 23:35
-
Ini Penampakan Trofi Piala Presiden 2019 setelah Dipercantik
Bola Indonesia 11 April 2019, 23:24
-
Muhammad Hidayat Diragukan Tampil pada Laga Arema FC vs Persebaya
Bola Indonesia 11 April 2019, 19:07
-
Jelang Menjamu Persebaya, Arthur Cunha: Perjuangan Arema Belum Usai
Bola Indonesia 11 April 2019, 19:03
-
Tantang Arema FC, Persebaya Bakal Didampingi Djadjang Nurdjaman
Bola Indonesia 11 April 2019, 18:02
LATEST UPDATE
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR