Bola.net - Bayangan buruk Indonesia tidak mengirimkan cabang olahraga sepakbola di ajang SEA Games 2015, Singapura, semakin besar. Hal tersebut, lantaran adanya sanksi yang diberikan FIFA akibat intervensi yang dilakukan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Jika tidak ada perubahan hingga 29 Mei nanti, kemungkinan FiFA akan menjatuhkan sanksi keesokan hari atau 30 Mei. Jadi, tim sepak bola tidak akan berangkat atau dipulangkan jika sudah di Singapura," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo.
Keyakinan tersebut, dilanjutkan Rita Subowo, karena ia baru saja menghadiri pertemuan Federasi Bola Voli International (FIVB) di Laussane, di Swiss. Dalam kesempatan tersebut, Rita bertemu dengan Sheikh Mohammed Al-Sabah, Presiden OCA dan Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa, Presiden AFC dalam acara ‘Breakfast Meeting’.
"Intinya, mereka siap membantu pemerintah Indonesia mengenai transparansi sepak bola. Asalkan legalitas Pak La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI terpilih hasil KLB (Kongres Luar Biasa) di Surabaya, dikembalikan," sambung Rita Subowo.
Masih dikatakannya, jika sanksi dijatuhkan FIFA kepada Indonesia, dikhawatirkan negara-negara Asia yang akan menjadi peserta di Asian Games 2018 tidak akan hadir.
"Ini hubungannya saling terkait. Yang pasti, kita tidak akan mengirimkan tim sepak bola ke SEA Games. Kami memang mendukung langkah pemerintah demi perbaikan sepak bola nasional. Namun di sisi lain, kami juga merasa khawatir sepak bola kita kena suspend," pungkasnya. (esa/dzi)
"Jika tidak ada perubahan hingga 29 Mei nanti, kemungkinan FiFA akan menjatuhkan sanksi keesokan hari atau 30 Mei. Jadi, tim sepak bola tidak akan berangkat atau dipulangkan jika sudah di Singapura," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo.
Keyakinan tersebut, dilanjutkan Rita Subowo, karena ia baru saja menghadiri pertemuan Federasi Bola Voli International (FIVB) di Laussane, di Swiss. Dalam kesempatan tersebut, Rita bertemu dengan Sheikh Mohammed Al-Sabah, Presiden OCA dan Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa, Presiden AFC dalam acara ‘Breakfast Meeting’.
"Intinya, mereka siap membantu pemerintah Indonesia mengenai transparansi sepak bola. Asalkan legalitas Pak La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI terpilih hasil KLB (Kongres Luar Biasa) di Surabaya, dikembalikan," sambung Rita Subowo.
Masih dikatakannya, jika sanksi dijatuhkan FIFA kepada Indonesia, dikhawatirkan negara-negara Asia yang akan menjadi peserta di Asian Games 2018 tidak akan hadir.
"Ini hubungannya saling terkait. Yang pasti, kita tidak akan mengirimkan tim sepak bola ke SEA Games. Kami memang mendukung langkah pemerintah demi perbaikan sepak bola nasional. Namun di sisi lain, kami juga merasa khawatir sepak bola kita kena suspend," pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persebaya Satu Grup dengan Persib
Bola Indonesia 18 Mei 2015, 23:01 -
Kemenpora Yakin Gugatan PSSI Akan Ditolak Pengadilan
Bola Indonesia 18 Mei 2015, 21:48
-
Inilah Hasil Drawing Indonesia Champions Cup 2015
Bola Indonesia 18 Mei 2015, 21:42
-
Awal Juni, Pengurus Baru PSSI Dilantik
Bola Indonesia 18 Mei 2015, 21:30
-
Inilah Susunan Pengurus PSSI 2015-2019
Bola Indonesia 18 Mei 2015, 21:10
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR