
Bola.net - Goran Gancev angkat bicara soal peluang Arema dan Persebaya untuk bisa mengangkat trofi Piala Presiden 2019. Pemain asal Makedonia ini menilai Arema memiliki peluang sedikit lebih besar ketimbang Persebaya untuk bisa menjadi kampiun turnamen pramusim terakbar di Indonesia tersebut.
"Berdasar komposisi pemain dan kualitas pelatih, kedua tim memiliki kekuatan relatif berimbang. Namun, berdasar hasil leg pertama, yang berakhir imbang 2-2, peluang Arema sedikit lebih besar," ucap Goran, pada Bola.net.
"Terlebih lagi, pada laga leg kedua, Arema akan bermain di kandang mereka sendiri.
Namun, Goran menyebut, Arema tak bisa juga jemawa dengan modal apik mereka. Mereka pun tak boleh lengah dengan ancaman yang diusung Bajul Ijo, julukan Persebaya.
"Persebaya bisa jadi akan membuat kejutan. Terlebih lagi, mereka memiliki kualitas untuk bisa membuat kejutan bagi Arema," tuturnya.
Arema akan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga leg kedua Final Piala Presiden 2019. Pertandingan ini bakal dihelat di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/04).
Sebelumnya, Arema dan Persebaya bermain imbang pada laga leg pertama Final Piala Presiden 2019. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (09/04), kedua tim bermain imbang 2-2.
Bagi Goran, Arema dan Persebaya memiliki kedekatan di hatinya. Pemain berusia 35 tahun ini pernah memperkuat kedua tim tersebut.
Pada 2013, Goran berseragam Persebaya Surabaya. Kemudian, pada musim 2016, ia bergabung ke Arema Cronus.
Bagaimana analisis Goran soal kekuatan kedua tim? Simak di bawah ini.
Memiliki Permainan Identik
Menurut Goran, tak hanya soal kekuatan, gaya permainan kedua tim pun mirip. Arema dan Persebaya sama-sama memiliki lini pertahanan solid. Tak banyak kelemahan yang bisa dieksploitasi dari benteng pertahanan kedua tim.
"Di sisi penyerangan, mereka pun sama. Arema dan Persebaya juga memiliki pemain-pemain yang bagus dalam membangun serangan," ucap Goran.
"Kedua tim pun sama-sama memiliki andalan di sektor sayap untuk membangun serangan," sambungnya.
Ditentukan Kerja Keras
Menurut Goran, kekuatan dan gaya bermain kedua tim yang relatif sama akan membuat jalannya laga menjadi ketat. Namun, ada satu hal yang bisa menjadi pembeda pada laga ini.
"Setiap pemain di kedua tim akan mengeluarkan 150 persen kemampuan mereka untuk memenangi trofi ini," katanya.
"Hanya mereka yang bekerja lebih keraslah yang akan meraihnya," ia menandaskan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema Menang dari Persebaya Karena Bermain Lebih Efektif
Bola Indonesia 12 April 2019, 23:06
-
Animo Suporter di Final Piala Presiden 2019 Mengundang Decak Kagum
Bola Indonesia 12 April 2019, 23:04
-
Arema Juara, Hamka Hamzah Pemain Terbaik Piala Presiden 2019
Bola Indonesia 12 April 2019, 22:42
-
Perjalanan Arema FC Menuju Juara Piala Presiden 2019
Bola Indonesia 12 April 2019, 22:40
LATEST UPDATE
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR