
Bola.net - Arsenal menang dengan skor 2-0 saat bersua Manchester United pada pekan ke-14 Premier League, Kamis (5/12) dini hari WIB. Kedua gol Arsenal tercipta dari 'ilmu hitam' mereka alias skema sepak sudut.
Laga antara Arsenal dan MU dimainkan di Stadion Emirates. Kedua tim berada dalam performa yang bagus sebelum duel. Arsenal menang tiga laga beruntun. MU belum pernah kalah bersama Ruben Amorim.
Amorim membuat beberapa eksperimen pada laga ini. Tyrell Malacia dimainkan sejak menit awal. Bruno Fernandes bermain sebagai 'nomor 8'. Sementara, Arsenal tampil dengan kekuatan terbaiknya kecuali Gabriel.
Meskipun tanpa Gabriel yang mengalami cedera, skenario sepak sudut Arsenal tetap ampuh. Bahkan, MU dua kali kebobolan dari sepak sudut. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Sepak Sudut 15 Berbanding 0

Arsenal dikenal sangat berbahaya dalam situasi sepak sudut. Di bawah arahan Nicolas Jover, Arsenal punya banyak skema sepak sudut. Biasanya, ada Gabriel dan Ben White yang dapat tugas khusus.
Kedua pemain itu absen pada duel lawan MU. Namun, Arsenal tetap berbahaya dalam sepak sudut. Terbukti mereka mencetak dua gol dari sepak sudut, lewat Jurrien Timber dan William Saliba.
Menurut statistik yang dihimpun Fotmob, Arsenal mendapat 13 sepak sudut pada duel lawan MU. Selain dua gol yang tercipta, ada peluang emas Gabriel Martinelli pada menit ke-25 dan Mikel Merino pada menit ke-76.
MU terlihat kewalahan dengan 'ilmu hitam' Arsenal saat mendapat sepak sudut. Sementara, kubu MU tidak punya peluang lewat sepak sudut sama sekali. Perbandingan sepak sudut kedua tim adalah 13-0!
Arsenal Bisa Menang Tanpa Bermain Bagus

Mantan penyerang Timnas Inggris, Alan Shearer, melihat Arsenal tidak bermain bagus pada duel lawan MU. Namun, Arsenal cukup cerdik memanfaatkan setiap bola mati yang didapat. Itu adalah taktik yang tepat dari Arsenal.
"Bahkan ketika mereka tidak bermain dengan baik, mereka menang. Ada banyak hal yang harus dilakukan dengan benar untuk mencetak gol dari bola mati. Mereka harus menaruh bola dengan baik. Perlu ada pergerakan, rasa lapar, dan kontak," kata Alan Shearer.
"Pada akhirnya, ketika Anda tidak bermain dengan baik, persentase kecil dari bola mati itulah yang penting. Itulah sebabnya Anda bekerja keras dalam latihan dan ketika hasilnya seperti malam ini, itu akan memberikan kepuasan besar bagi seluruh staf," tegas Alan Shearer.
Sumber: FotMob, BBC Sport
Klasemen Premier League 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Amorim Usai Manchester United Disikat Arsenal: Kami Akan Membaik
Liga Inggris 5 Desember 2024, 20:39
-
Penyebab Manchester United Kalah dari Arsenal: Kurang Latihan!
Liga Inggris 5 Desember 2024, 19:59
-
Arsenal Bikin MU Kembali Membumi
Galeri 5 Desember 2024, 15:06
-
Di Mana Mereka Sekarang? 8 Pemain MU Pertama yang Dijual Jose Mourinho
Editorial 5 Desember 2024, 13:16
-
Kemenangan atas MU Bikin Arsenal Semakin Pede Kejar Liverpool di Klasemen
Liga Inggris 5 Desember 2024, 12:50
LATEST UPDATE
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
-
Persik vs Persib Bandung: Dewangga Kecewa Maung Bandung Tertahan di Kediri
Bola Indonesia 6 Januari 2026, 13:42
-
Soal Manajer Baru, Gary Neville Minta MU Tidak Coba-coba Lagi
Liga Inggris 6 Januari 2026, 13:27
-
Segera Tayang, Jadwal Live Streaming Proliga 2026 Eksklusif di Vidio
Voli 6 Januari 2026, 12:38
-
Di Balik Tudingan Amorim Sengaja Cari Gara-gara Agar Dipecat Manajemen MU
Liga Inggris 6 Januari 2026, 12:25
-
Fabio Capello: Jangan Coret Juventus dan AS Roma dari Perebutan Scudetto!
Liga Italia 6 Januari 2026, 11:53
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40























KOMENTAR