
Bola.net - Erik ten Hag akan dihadapkan pada pilihan sulit untuk peran 'Nomor 10' di Manchester United musim 2022/2023. Sebab, dia punya dua pemain top untuk peran itu yakni Bruno Fernandes dan Christian Eriksen.
Fernandes tampil sangat bagus sejak dibeli United dari Sporting CP. Akan tetapi, pada paruh kedua musim 2021/2022 lalu, penampilan Fernandes dianggap mengalami sedikit penurunan.
Walau performanya tidak sebagus di awal musim, Fernandes tetap menjadi pilihan utama. Sebab, dia tidak punya pesaing yang kompetitif. Juan Mata tidak dalam kondisi terbaik dan Paul Pogba sering mengalami cedera.
Kini, Fernandes punya pesaing yang cukup berat pada diri Eriksen. Secara kualitas teknis, keduanya sama bagusnya. Lantas, apa alasan Eriksen lebih layak dimainkan daripada Fernandes? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Pemain Kreatif

Bruno Fernandes adalah pemain yang kreatif. Dia menjadi otak serangan United. Pemain 27 tahun sangat berbahaya ketika menerima bola di sepertiga akhir lapangan. Fernandes bisa mencetak gol atau membuat assist.
Eriksen juga punya kemampuan yang sama. Bahkan, Eriksen bisa mengkreasi peluang dari posisi yang lebih dalam atau dari lini tengah.
Musim lalu, Eriksen membuat empat assist dari 11 laga Premier League bersama Brentford. Eriksen membuat 2,9 umpan kunci per 90 menit bermain. Eriksen lebih baik dari Fernandes yang punya 2,6 umpan kunci per 90 menit bermain.
Etos Bertahan

Faktor ini menjadi masalah utama Bruno Fernandes. Dia tidak sering terlibat dalam aksi menyerang. Bahkan, Bruno Fernandes sering kehilangan penguasaan bola dan dari situlah serangan lawan dimulai.
Eriksen agak berbeda dengan Fernandes pada aspek ini. Pengalama dilatih Antonio Conte membuat Eriksen menjadi pemain yang lengkap. Eriksen kini punya kemampuan yang lebih baik dan bisa melakukan pressing pada lawan.
Semangat juang Eriksen di lapangan juga sangat besar. Setelah tragedi di Euro 2020 lalu, Eriksen berjuang keras untuk bisa kembali ke sepak bola. Nah, semangat itu membuat performanya amat stabil.
Pengelolaan Emosi

Bruno Fernandes punya pengelolaan emosi yang buru di lapangan dan ruang ganti. Musim lalu, Fernandes beberapa kali dilaporkan meluapkan rasa kecewa kepada rekan satu timnya. Kondisi ini bisa berdampak buruk.
Berbeda dengan Fernandes, Eriksen jauh lebih tenang di lapangan. Pemain asal Denmark jauh lebih santun dan tidak berusaha untuk meledak-ledak ketika segalanya tidak berjalan baik di atas lapangan.
Fakta bahwa Eriksen adalah pemain yang secara khusus diminta Erik ten Hag bergabung dengan United juga membuat peluangnya menjadi pemain inti terbuka lebar.
Bermain Bersama?

Bagaimana jika Bruno Fernandes dan Christian Eriksen bermain bersama? Mengapa tidak.
Saat masih di Tottenham, Eriksen bisa bermain lebih dalam. Eriksen bermain sebagai pivot pada formasi 4-2-3-1. Dia berbagi peran dengan Dele Alli yang menjadi 'Nomor 10' di Tottenham dan skema ini berjalan dengan cukup bagus.
Jadi, Eriksen dan Fernandes bisa bermain bersama di United. Duo ini bahkan berpotensi membuat lini tengah United makin solid.
Sumber: Express
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pramusim: Manchester United Diimbangi Rayo Vallecano
Liga Inggris 31 Juli 2022, 23:57
-
Manchester United Punya 9 Gelandang, Siapa Bakal Ditendang?
Liga Inggris 31 Juli 2022, 15:38
-
Manchester United Resmi Rekrut Pelatih Baru, Siapa Dia?
Liga Inggris 31 Juli 2022, 14:55
LATEST UPDATE
-
Diam tetapi Mematikan Seperti Ousmane Dembele
Piala Dunia 10 Juli 2026, 06:08
-
Man of the Match Prancis vs Maroko: Kylian Mbappe
Piala Dunia 10 Juli 2026, 05:14
-
Tempat Menonton Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026, 10 Juli 2026
Piala Dunia 10 Juli 2026, 01:45
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, 10 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:30
-
Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR