5 Alasan Arsenal Bisa Kalahkan Man City di Etihad: Nomor 4 Senjata Pamungkas

5 Alasan Arsenal Bisa Kalahkan Man City di Etihad: Nomor 4 Senjata Pamungkas
Duel antara bek Manchester City, Nathan Ake dengan penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres di final Carabao Cup, 22 Maret 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Pertarungan antara Manchester City dan Arsenal di Etihad Stadium, Minggu 19 April 2026 dipandang sebagai laga penentu gelar Premier League musim ini.

Arsenal datang sebagai pemuncak klasemen dengan 70 poin dari 32 laga, unggul enam angka atas City yang masih menyimpan satu pertandingan.

Tekanan memang ada di kubu The Gunners. Performa mereka sempat menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, di balik itu, ada sejumlah alasan kuat yang membuat pasukan Mikel Arteta tetap punya landasan untuk percaya diri menghadapi tim asuhan Pep Guardiola.

Berikut lima faktor yang bisa menjadi kunci Arsenal mencuri kemenangan di Etihad.

1 dari 6 halaman

1. Arsenal Masih Memegang Kendali Penuh dalam Perburuan Gelar

Viktor Gyokeres mempertahankan bola dari gangguan Rodri dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Viktor Gyokeres mempertahankan bola dari gangguan Rodri dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Terlepas dari tren negatif belakangan ini, posisi Arsenal di puncak klasemen bukan kebetulan. Mereka sudah memimpin sejak awal musim dan mengumpulkan 70 poin, angka yang mencerminkan konsistensi panjang.

Kemenangan di Etihad akan memperlebar jarak menjadi sembilan poin dan kemungkinan besar menutup peluang City. Bahkan hasil imbang pun masih cukup menjaga Arsenal di jalur juara.

Situasi ini membuat tekanan justru lebih besar berada di pihak tuan rumah.

2 dari 6 halaman

2. Rekor Terkini Lawan City Tidak Buruk

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi  dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Meski City dominan dalam satu dekade terakhir, Arsenal bukan lagi tim yang mudah dikalahkan dalam duel langsung. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir di Premier League melawan City.

Pada pertemuan pertama musim ini, Arsenal mampu menahan City 1-1 berkat gol telat Gabriel Martinelli.

Artinya, secara taktik dan mental, Arsenal sudah menemukan cara untuk meredam kekuatan City, sesuatu yang tidak mereka miliki beberapa tahun lalu.

3 dari 6 halaman

3. Pertahanan Arsenal Jadi yang Terbaik di Liga

Erling Haaland mencoba melewati William Saliba dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Erling Haaland mencoba melewati William Saliba dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Salah satu fondasi utama Arsenal musim ini adalah lini belakang yang solid. Duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes menjadikan Arsenal sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh di liga.

Mereka akan menghadapi lini serang eksplosif City yang dipimpin Erling Haaland, tetapi statistik menunjukkan Arsenal punya kapasitas untuk meredam tekanan tersebut.

Dalam laga besar seperti ini, pertahanan sering kali menjadi pembeda utama. Mikel Arteta diprediksi akan menerapkan gaya main yang ekstra hati-hati dan aman.

4 dari 6 halaman

4. Ancaman Bola Mati yang Konsisten Mematikan

Selebrasi pemain Arsenal (kiri-kanan), Gabriel Magalhaes, Viktor Gyoekeres dan Piero Hincapie merayakan gol ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Selebrasi pemain Arsenal (kiri-kanan), Gabriel Magalhaes, Viktor Gyoekeres dan Piero Hincapie merayakan gol ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Jika permainan terbuka berjalan buntu, Arsenal memiliki senjata lain, yaitu bola mati. Situasi set-piece menjadi salah satu kekuatan terbesar mereka musim ini.

Gabriel Magalhaes kerap menjadi ancaman nyata dalam duel udara, sementara eksekutor seperti Declan Rice mampu mengirimkan bola dengan akurasi tinggi.

Dalam laga dengan margin tipis, satu momen dari bola mati bisa menentukan hasil akhir.

5 dari 6 halaman

5. Motivasi Mengakhiri Puasa Gelar 22 Tahun

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Arsenal sudah menunggu lebih dari dua dekade untuk kembali menjadi juara Premier League. Terakhir kali mereka mengangkat trofi adalah pada 2004.

Dalam dua musim sebelumnya, mereka sempat memimpin klasemen tetapi gagal di fase akhir, selalu dikalahkan oleh City. Pengalaman pahit itu kini menjadi bahan bakar motivasi.

Arteta menegaskan timnya tidak datang untuk bermain aman. Arsenal akan tetap bermain untuk menang, bahkan di kandang lawan yang selama ini menjadi tempat sulit.

Di atas kertas, Manchester City mungkin lebih diunggulkan karena momentum dan faktor kandang. Namun, Arsenal masih memegang keunggulan poin, memiliki struktur tim yang matang, serta pengalaman yang justru bisa menjadi kekuatan mental.

6 dari 6 halaman

Klasemen Liga Inggris


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL