
Bola.net - Seperti yang diketahui, ini bukan kali pertama Manchester United duduk di puncak klasemen Premier League. Menurut temuan, terhitung mereka telah berada di posisi tersebut sebanyak lima kali terhitung sejak tahun 2000 hingga 2013.
Pada akhir musim 2012/13, Manchester United berhasil merengkuh gelar Premier League. Momen itu dikenang sebagai penghujung karir kepelatihan Sir Alex Ferguson beserta terakhir kali the Reds menjadi juara.
Setelahnya, mereka lebih sering bertengger di sekitaran empat besar bahkan sampai peringkat ke-15, seperti yang terlihat dalam dua musim terakhir. Sebenarnya, pada tahun 2017, mereka sempat berada di puncak klasemen.
Namun Express melabeli pencapaian tersebut sebagai 'false first'. Ya, Manchester United hanya berada di posisi pertama pada pekan-pekan awal Premier League. Setelahnya, mereka lebih sering menduduki posisi kedua.
Sekarang Manchester United tidak berada di 'false first'. Sebab, mereka menempati posisi puncak di pekan ke-17 alias tengah musim. Setidaknya ada lima kali situasi yang serupa terjadi kepada mereka. Lantas, apa yang terjadi setelahnya?
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
2000-01
Pada momen ini, rivalitas antara Manchester United dengan klub besar Inggris lainnya, Arsenal, sedang hangat-hangatnya. Kendati demikian, mereka bisa keluar sebagai juara pada musim ini tanpa mengalami kendala berarti.
Manchester United berhasil merengkuh gelar Premier League dengan selisih 10 angka dari Arsenal di klasemen akhir. Selisih tersebut seharusnya bisa lebih besar andai MU tidak menelan kekalahan di tiga laga terakhirnya.
Mereka sudah menempati puncak klasemen sejak pekan ke-17. Kala itu, mereka memiliki keunggulan dua angka dari tim penghuni peringkat kedua dan tidak pernah tergelincir lagi setelahnya.
2003-04
Persaingan antara Manchester United dan Arsenal masih hangat. Namun kali ini, the Gunners keluar sebagai juara dengan catatan tanpa terkalahkan dari 38 pertandingan. Kendati demikian the Red Devils sempat berada di puncak.
Mereka berhasil menduduki posisi teratas tepat pada pekan ke-17, usai mengalahkan Tottenham dengan skor tipis 2-1. Mereka tidak tergeser selama lima pekan sampai tumbang di tangan Wolverhampton dengan skor 1-0.
Kekalahan tersebut membuat Manchester United tergeser ke peringkat dua. Hasil imbang kontra Fulham membuat the Red Devils kian merana karena harus turun ke peringkat ketiga. Mereka tidak bergerak dari posisi itu hingga pekan terakhir.
2006/07
Chelsea mendominasi Premier League selama dua musim berturut-turut, sebelum 2006/07 dimulai. Namun gagalnya transfer Andriy Shevchenko yang didatangkan dari AC Milan membuat performa mereka goyah.
Momen itu tidak disia-siakan oleh Manchester United. Mereka menduduki puncak klasemen Premier League sejak pekan pertama. Sempat turun ke posisi dua usai kalah atas Arsenal, namun kembali ke puncak lagi tak lama berselang.
Pada pekan ke-17, Manchester United sudah mengungguli Chelsea selaku juara bertahan dengan jarak lima angka. Tidak ada kata lengah dari Manchester United yang sukses keluar sebagai juara di musim tersebut.
2010/11
Manchester United menempati posisi teratas sejak menang atas Blackburn Rovers di akhir bulan November 2010. Mereka tak pernah tergeser lagi hingga pekan ke-17, di mana tiga angka yang diraih dari Sunderland memperkokoh posisinya.
Dan seperti yang telah diprediksikan, Manchester United mampu mempertahankan posisinya hingga pekan terakhir. Mereka keluar sebagai juara dengan selisih sembilan poin dari para pengejarnya, yakni Chelsea dan Manchester City.
2012/13
Musim ini menghasilkan banyak kejutan. Sejak awal, the Red Devils sudah membuat publik terhenyak usai meresmikan kedatangan penyerang andalan Arsenal, Robin Van Persie.
Pemain berkebangsaan Belanda tersebut menjadi sumber lumbung gol Manchester United. Dan pada pekan ke-17, the Red Devils sudah unggul enam angka dari Manchester City selaku juara bertahan.
Sejak pekan ke-17, di mana mereka menang atas Sunderland, Manchester United hanya menelan dua kekalahan dan lima hasil imbang. Selebihnya berhasil dimenangkan dan karena itulah, the Red Devils bisa keluar sebagai juara.
(Planet Football)
Baca Juga:
- Liverpool vs MU, Anthony Martial Fit dan Siap Sambangi Anfield
- Manchester United Tidak Takut Anfield: 12 Kemenangan Red Revils di Markas Liverpool
- Noda Match Fixing dalam Rivalitas Liverpool dan Manchester United
- Bruno Fernandes Dapat Tantangan dari Eks Manchester United, Apa Itu?
- Termasuk Eks Mitra Kukar dan Pelaku Matchfixing, Ini 5 Pemain yang Sempat Berkostum Liverpoool & MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Manchester United, Pertarungan Dua Tim Dengan Pertahanan Bobrok
Liga Inggris 14 Januari 2021, 23:22
-
Inter Milan Mulai Bermanuver untuk Daratkan Donny van de Beek
Liga Italia 14 Januari 2021, 22:00
-
Edinson Cavani Disebut Jadi Rekrutan Terbaik MU di Musim 2020/21, Sepakat?
Liga Inggris 14 Januari 2021, 21:00
LATEST UPDATE
-
Rekap Playoff Liga Europa Tadi Malam: Calvin Verdonk Bakal Main di Babak 16 Besar!
Liga Eropa UEFA 27 Februari 2026, 05:45
-
Diperingatkan Soal Tekanan di Manchester United, Senne Lammens Justru Tampil Tanpa Beban
Liga Inggris 27 Februari 2026, 05:30
-
Respek! Kiper Nantes Pura-pura Cedera demi Bantu Rekan Setim Buka Puasa Ramadan
Liga Eropa Lain 27 Februari 2026, 05:15
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
























KOMENTAR