Bertahan di Lapangan, Bertepuk Tangan Saat Pemain Manchester City Menerima Trofi, Ini Penjelasan Arteta

Bola.net - Mikel Arteta memilih tetap berada di lapangan Stadion Wembley saat para pemain Manchester City menerima trofi Carabao Cupx, Minggu (22/3/2026) lalu. Meski kalah 0-2, pelatih asal Spanyol itu menunjukkan sikap ksatria di tengah perayaan lawan.
Gestur ini menjadi sorotan di tengah kekecewaan mendalam skuad The Gunners. Tak sedikit tim biasanya langsung masuk ke ruang ganti untuk menghindari momen pahit saat rival merayakan kemenangan.
Namun bagi Arteta, keputusan tersebut bukan sekadar soal emosi, melainkan bentuk profesionalisme dan penghormatan kepada lawan serta publik sepak bola.
Meski kekalahan terasa menyakitkan, Arteta tidak ingin timnya kehilangan perspektif atas pencapaian selama delapan bulan terakhir. Ia justru ingin menjadikan kekecewaan ini sebagai sumber motivasi untuk sisa musim.
Penghormatan Arsenal
Tetap berada di lapangan saat lawan berpesta bukan hal mudah, terutama setelah pertandingan yang melelahkan. Namun Arteta memiliki pandangan jelas tentang sportivitas.
🏴🔴 MIKEL ARTETA y los jugadores del Arsenal viendo como Manchester City recibía el trofeo...pic.twitter.com/D0O6KRmMiX
— Ligas Top del Fútbol (@LigasTopFutbol) March 22, 2026
"Saya pikir itu adalah bentuk rasa hormat karena mereka memenangkan piala tersebut," ujarnya.
Menurutnya, menunggu hingga trofi diangkat adalah bentuk apresiasi. Namun, ia juga menegaskan pentingnya menjaga batas.
"Kita menunggu sampai mereka mengangkat trofi. Setelah itu, saat mereka mulai merayakan, barulah kita meninggalkan lapangan. Itulah yang kami lakukan," jelasnya.
Mengubah Kekecewaan Menjadi Motivasi

Arteta tidak menjadikan selebrasi lawan sebagai motivasi utama. Ia lebih fokus pada semangat yang lahir dari dalam timnya sendiri.
"Apa yang telah dilakukan tim ini dalam delapan bulan terakhir sungguh luar biasa," katanya dengan bangga.
Ia ingin rasa kecewa ini menjadi bahan bakar untuk menjalani dua bulan terakhir musim dengan maksimal.
"Kami akan menggunakan kekecewaan ini sebagai energi untuk menjalani dua bulan terbaik kami. Itu sepenuhnya bergantung pada kami," tegasnya.
Ujian Mental Menuju Akhir Musim
Kekalahan di final sering dikhawatirkan berdampak pada mental tim. Namun Arteta menolak anggapan tersebut, mengingat timnya sudah memainkan 50 pertandingan musim ini.
"Jika setiap kekalahan berdampak besar, maka Anda tidak siap memainkan 70 pertandingan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Arsenal telah berulang kali menunjukkan kemampuan bangkit setelah hasil buruk.
"Kami punya rekam jejak yang jelas dalam merespons situasi seperti ini, dan saya yakin kami akan melakukannya lagi," pungkas Arteta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Hal yang Tersisa dari Final Carabao Cup: Kisah Tentang Dua Kiper Pelapis
Liga Inggris 23 Maret 2026, 14:01
-
Guardiola Tak Menyangka Man City Bisa Dominasi Arsenal di Final Carabao Cup
Liga Inggris 23 Maret 2026, 11:15
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Austin 2026 di Vidio, 27-30 Maret 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 09:19
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Portugal 2026 di Vidio, 27-29 Maret 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 09:01
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 GP Jepang 2026 di Vidio, 27-29 Maret 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 08:40
-
Jadwal Lengkap Balapan WorldSBK 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 08:24
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 08:23
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 27 Maret 2026, 08:23
LATEST EDITORIAL
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56
-
Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 26 Maret 2026, 14:43
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37
-
6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah Usai Tinggalkan Liverpool
Editorial 25 Maret 2026, 11:07

























KOMENTAR