Casemiro Tinggalkan Manchester United: Tangis di Old Trafford dan Kisah yang Tak Banyak Diketahui

Casemiro Tinggalkan Manchester United: Tangis di Old Trafford dan Kisah yang Tak Banyak Diketahui
Ekspresi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Fulham (c) MUFC Official

Bola.net - Manchester United telah mengucapkan salam perpisahan dengan Casemiro di laga terakhirnya di Old Trafford pekan lalu. Gelandang asal Brasil itu meninggalkan lapangan dengan emosi yang sulit disembunyikan usai kemenangan 3-2 atas Nottingham Forest.

Perpisahan itu sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Dengan posisi liga yang tak lagi bisa berubah, laga kandang terakhir dianggap menjadi momen paling tepat bagi Casemiro untuk mengucapkan salam perpisahan kepada publik Old Trafford.

Di balik perjalanan yang naik turun, Casemiro tetap meninggalkan kesan mendalam di ruang ganti Manchester United. Sosoknya dinilai lebih besar daripada sekadar statistik atau nominal transfer mahal yang melekat padanya sejak datang dari Real Madrid pada 2022.

1 dari 6 halaman

Perjalanan yang Tidak Pernah Benar-Benar Mudah

Gelandang Manchester United, Casemiro menyapa suporter MU usai laga melawan Brentford, 28 April 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Gelandang Manchester United, Casemiro menyapa suporter MU usai laga melawan Brentford, 28 April 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ketika Manchester United mendatangkan Casemiro dari Real Madrid, banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut. Ia datang pada usia 30 tahun dengan nilai transfer minimal 60 juta pounds dan gaji yang mencapai 350 ribu pounds per pekan.

Ekspektasi langsung membumbung tinggi. Namun, perjalanan Casemiro di Old Trafford tidak selalu berjalan mulus.

Selama empat musim, ia membantu United memenangkan dua final piala domestik dan membawa klub lolos ke Liga Champions dua kali. Namun, di sisi lain, ia juga menjadi bagian dari periode sulit klub, termasuk finis di posisi kedelapan dan ke-15 Premier League.

Meski begitu, dukungan suporter terhadap Casemiro justru terus tumbuh dalam beberapa musim terakhir. Banyak pendukung melihat sisi lain dari mantan gelandang Real Madrid tersebut.

Salah satu sosok internal klub bahkan menyebut karakter Casemiro sangat mencerminkan identitas Manchester United.

“Karakter, aura, kehadiran, determinasi. Sosok seperti itu adalah Manchester United menurut saya. Bukan harus sempurna, tetapi pekerja keras, kooperatif, penuh gairah, dan mencintai klub,” ungkap sumber internal kepada The Athletic.

Menurut sumber yang sama, Casemiro dianggap benar-benar menunjukkan kualitas kepemimpinan terutama dalam dua musim terakhirnya di klub.

2 dari 6 halaman

Sosok yang Memberi Dampak di Dalam dan Luar Lapangan

Casemiro melambaikan tangannya ke fans Manchester United (c) AP Photo/Dave Thompson

Casemiro melambaikan tangannya ke fans Manchester United (c) AP Photo/Dave Thompson

Awalnya, beberapa petinggi United mengira mereka merekrut tipe gelandang penghancur murni ketika gagal mendapatkan Frenkie de Jong dari Barcelona pada musim panas 2022.

Namun kenyataannya, Casemiro menunjukkan kemampuan bermain bola yang jauh lebih lengkap. Dalam sesi latihan awal, staf pelatih mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar pemutus serangan lawan.

Hubungannya dengan Bruno Fernandes pun berkembang cepat. Casemiro kerap menjadi penghubung penting yang mampu mengalirkan bola ke lini depan dengan cepat dan efektif.

Koneksi keduanya terlihat jelas musim ini. Dari total sembilan gol Casemiro, enam di antaranya berasal dari kerja sama dengan Fernandes yang mencatat 20 assist.

3 dari 6 halaman

Kerja Keras Casemiro yang Tak Terlihat

Bruno Fernandes memeluk Casemiro di pertandingan Manchester United vs Nottingham Forest (c) AP Photo/Dave Thompson

Bruno Fernandes memeluk Casemiro di pertandingan Manchester United vs Nottingham Forest (c) AP Photo/Dave Thompson

Kontribusi Casemiro juga terasa di luar lapangan. Ia dikenal sangat serius menganalisis performanya sendiri.

Setelah setiap pertandingan, pemain United biasanya menerima paket video analisis pertandingan dari staf klub. Ukuran file milik Casemiro bahkan disebut bisa mencapai 30GB karena ia ingin mempelajari detail permainannya secara menyeluruh.

Ia juga aktif berdiskusi dengan staf pelatih mengenai evaluasi pertandingan. Sikap profesional seperti itu membuatnya dihormati di Carrington.

Momen terbaiknya pada musim debut datang saat final Carabao Cup melawan Newcastle. Casemiro mencetak gol pembuka lewat sundulan khasnya dan tampil dominan di Wembley.

Salah satu orang di ruang ganti United saat itu mengingat ekspresi Casemiro sebelum pertandingan dimulai.

“Saya hanya berpikir, ‘Kami akan baik-baik saja’,” kenangnya.

4 dari 6 halaman

Ketegangan di Era Erik ten Hag

Ekspresi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Brentford, Selasa (28/4/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Ekspresi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Brentford, Selasa (28/4/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski punya pengaruh besar, hubungan Casemiro dengan situasi internal klub tidak selalu berjalan harmonis.

Pada musim kedua Erik ten Hag, Casemiro termasuk pemain senior yang mempertanyakan sejumlah keputusan klub dan pendekatan taktik sang pelatih.

Salah satu hal yang membuatnya kecewa adalah keputusan United mundur dari perburuan Harry Kane ketika striker Inggris itu hendak meninggalkan Tottenham.

Casemiro merasa klub seharusnya menunjukkan ambisi lebih besar setelah finis ketiga di Premier League musim 2022/2023.

Selain itu, ia juga merasa gaya bermain Ten Hag terlalu kacau dan membuat lini tengah mudah terekspos. Bersama Raphael Varane, Casemiro beberapa kali membandingkan situasi tersebut dengan pendekatan Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane di Real Madrid yang dianggap lebih memberi kebebasan kepada pemain.

Di internal klub, ada pula pemahaman bahwa instruksi pressing rumit dari Ten Hag membuat kelemahan fisik Casemiro semakin terlihat.

Situasi mencapai titik terendah menjelang final Piala FA 2023/2024 melawan Manchester City. Saat itu, muncul laporan bahwa Ten Hag mempertimbangkan mencadangkan Casemiro demi memainkan Sofyan Amrabat.

5 dari 6 halaman

Bangkit Lagi di Era Ruben Amorim

Posisi Casemiro semakin sulit setelah Ruben Amorim datang menggantikan Ten Hag. Sang pelatih baru sempat meragukan kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan utama.

Dalam 20 laga awal Amorim, Casemiro hanya empat kali menjadi starter dan 12 kali duduk di bangku cadangan tanpa bermain.

Meski begitu, situasi itu justru menjadi titik balik penting. Alih-alih kecewa, Casemiro memilih bekerja lebih keras untuk merebut kembali tempatnya.

Ia juga mulai mengambil peran lebih besar sebagai pemimpin di ruang ganti dan mentor bagi pemain muda.

Toby Collyer mengungkapkan bagaimana Casemiro sering memanggil pemain muda untuk memberi arahan secara langsung, termasuk kepada pemain yang menjadi pesaing posisinya sendiri.

“Dia selalu datang paling awal. Bahkan ketika tidak dimainkan, dia termasuk yang terakhir pulang. Dia selalu bekerja di gym, pemulihan, dan latihan dengan maksimal,” kata Collyer kepada The Athletic.

Perkembangan bahasa Inggris Casemiro juga mendapat perhatian positif di Carrington. Sejak awal bergabung, ia bertekad melakukan wawancara penuh dalam bahasa Inggris sebelum meninggalkan United.

Ketika akhirnya berhasil melakukannya, ia bahkan mengirim rekaman wawancara itu kepada salah satu mantan staf klub karena merasa bangga dengan pencapaiannya.

6 dari 6 halaman

Mengantar Casemiro Pergi

Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi disebut menjadi tujuan berikutnya bagi Casemiro. Keputusan akhir akan diambil bersama sang istri, Anna Mariana, yang selama ini memiliki pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.

Sayangnya, perpanjangan kontrak memang sulit terjadi. Gaji besar Casemiro menjadi salah satu beban finansial terbesar klub dalam beberapa tahun terakhir.

Casemiro sendiri pernah mengaku menyesal tidak datang ke Premier League lebih cepat. Setelah mencetak gol penyeimbang dramatis melawan Chelsea pada November 2022, ia meloncat ke tribun suporter tandang United di Stamford Bridge.

Atmosfer emosional malam itu begitu membekas baginya.

Ia bahkan sempat berkata kepada salah satu sosok di ruang ganti bahwa jika mengetahui atmosfer sepak bola Inggris sedahsyat itu, ia mungkin akan datang ke Premier League jauh lebih awal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL