
Bola.net - Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya bicara soal kesulitannya beberapa bulan terakhir. Dia mengakui performanya buruk dan menyulitkan Arsenal, ada banyak faktor yang berpengaruh.
Aubameyang telah jadi pencetak gol utama Arsenal sejak tiba pada tahun 2018 lalu. Dia bahkan jadi top scorer Premier League dalam dua musim terakhir.
Namun, segalanya berjalan buruk bagi Aubameyang sejak awal musim 2020/21 ini. Performanya merosot jauh di bawah standar, sulit mencetak gol dan membuang banyak peluang.
Striker Gabon ini baru mencetak 3 gol dari 15 penampilan di Premier League, torehan buruk. Lalu bagaimana pembelaan Aubameyang?
Bagian dari sepak bola
Aubameyang tidak mau berdalih. Dia mengakui segalanya sulit sejak awal musim. Performanya buruk, dan tidak ada alasan yang cukup untuk itu. Dia hanya berjanji terus mencoba dan masih mencoba kembali ke level yang seharusnya.
"Sejak awal musim saya sudah sangat kesulitan, tapi saya kira inilah bagian dari sepak bola," kata Aubameyang kepada Sky Sports.
"Kami berjuang keras di akhir musim lalu untuk menjuarai FA Cup dan untuk lolos ke Liga Europa, sebab itu sangat penting untuk klub."
Masih positif
Aubameyang pun tetap yakin bisa mengakhiri momentum buruk ini dan kembali membantu Arsenal. Dia belum menyerah, masih berjuang memperbaiki performa dan membantu tim.
"Terkadang Anda mengalami masa-masa naik-turun dan Anda harus mengatasinya sebaik mungkin," lanjut Aubameyang.
"Saya sudah mencoba yang terbaik, tapi sampai sekarang itu bukan performa terbaik saya."
"Saya masih bersikap positif. Saya yakin bisa memperbaiki situasi."
Momentum Arsenal
Setidaknya Aubameyang diuntungkan dengan kondisi tim yang mulai bangkit beberapa laga terakhir. Arsenal tengah dalam momentum positif, seharusnya performanya pun ikut naik.
"Saat ini kami tengah bermain dengan baik dan kami harus terus menjaganya. Jika bisa memenangi beberapa laga ke depan kami bisa membalikkan situasi," sambung Aubameyang.
"Kami tidak terlalu jauh dari enam besar, jadi inilah momen untuk kembali ke persaingan," tutupnya."
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Mohamed Salah Mau ke Spanyol? Dia Bahagia di Liverpool Kok!
- Manchester United di Puncak Klasemen karena Hoki? Kata Siapa?
- Jamu Manchester United, Liverpool Tanpa Joel Matip?
- Liverpool Tim Kuat, Tapi Manchester United Lapar untuk Menang
- Manchester United Siap Jalani 'Derby Terbesar di Inggris' Kontra Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal David Luiz, Arteta Isyaratkan Sang Bek Bisa Bertahan Lebih Lama di Arsenal
Liga Inggris 14 Januari 2021, 23:54
-
Liverpool Krisis Bek, Arsenal Maju dan Tawarkan Defendernya
Liga Inggris 14 Januari 2021, 22:57
-
Terungkap, Nuno Espirito Santo Nyaris Jadi Manajer Baru Arsenal
Liga Inggris 14 Januari 2021, 21:40
-
Dipertahankan Atau Dijual dari Arsenal? Ini Keputusan Arteta Soal Mustafi
Liga Inggris 14 Januari 2021, 20:23
-
Perkuat Tim, Arsenal Coba Bajak Pemain Barcelona Ini?
Liga Inggris 14 Januari 2021, 18:40
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58




















KOMENTAR