
Bola.net - Manchester City resmi mengakhiri era Pep Guardiola lewat perayaan besar di Manchester pada Senin waktu setempat. Pelatih asal Spanyol itu menutup perjalanan 10 tahunnya bersama klub dengan parade dan acara khusus di Co-op Live.
Perayaan tersebut awalnya disiapkan untuk merayakan keberhasilan Manchester City meraih dua trofi domestik musim ini. Namun suasana berubah menjadi momen perpisahan emosional bagi Guardiola dan sejumlah pemain senior klub.
Di tengah euforia dan nostalgia itu, Erling Haaland menegaskan Manchester City tidak akan berhenti memburu gelar meski Guardiola telah meninggalkan klub.
Haaland Tegaskan City Tetap Haus Gelar

Erling Haaland mengakui Manchester City menjalani musim yang naik turun. Meski demikian, striker asal Norwegia itu memastikan timnya akan tetap berjuang mempertahankan mental juara.
“Musim ini penuh naik turun, tetapi kami akan terus mendorong diri dan mencoba bertarung untuk memenangkan trofi terbesar yang bisa kami raih,” ujar Haaland.
Menurutnya, Manchester City masih memiliki ambisi besar untuk kembali mendominasi kompetisi di berbagai ajang.
“Itulah yang ingin kami menangkan dan kami akan berjuang untuk memenangkan semuanya lagi. Merupakan sebuah kehormatan bermain bersama Bernardo dan John, dan tentu saja bersama Pep,” lanjutnya.
Haaland juga menyebut Guardiola, Bernardo Silva, dan John Stones sebagai sosok penting dalam sejarah klub.
“Ini adalah perjalanan yang luar biasa, tetapi kami harus terus melangkah dan berjuang bahkan tanpa mereka. Sekarang waktunya merayakan mereka karena mereka benar-benar legenda klub,” kata Haaland.
Perpisahan Besar untuk Guardiola

Manchester City menggelar parade bus terbuka di pusat kota Manchester sebelum seluruh rombongan menuju arena Co-op Live. Ribuan fans memadati jalanan dan arena untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Guardiola.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah mantan pemain dan figur penting klub seperti Vincent Kompany, Ederson, Fernandinho, Jack Grealish, hingga personel Oasis Noel Gallagher.
Setelah rombongan tiba di arena, seluruh 20 trofi yang diraih Guardiola selama satu dekade dibawa ke atas panggung oleh para pemain, staf pelatih, dan tokoh klub.
Momen itu menjadi simbol keberhasilan luar biasa Guardiola selama memimpin Manchester City sejak 2016.
Guardiola Tutup Perjalanan dengan Pesan Emosional
Pep Guardiola kemudian mendapat kesempatan berbicara langsung di hadapan para suporter yang memenuhi arena.
“Terima kasih banyak karena sudah datang malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya merasakan hubungan dengan klub ini sejak menit pertama,” ujar Guardiola.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengaku akan selalu membawa kenangan bersama Manchester City sepanjang hidupnya.
“Terima kasih banyak, saya tidak punya cukup kata untuk mengungkapkan rasa syukur saya. Saya akan membawa semua ini sepanjang hidup saya,” katanya.
Selama 10 tahun menangani Manchester City, Guardiola berhasil mempersembahkan 20 trofi dan menjadikan klub tersebut sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
Liga Champions 26 Mei 2026, 14:41
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00



















KOMENTAR