Bola.net - Liverpool terbilang pasif di bursa transfer musim panas ini. The Reds memang masih sangat kuat, tapi tidak ada jaminan mereka akan berjaya tanpa pesaing musim depan, ketika tim-tim lain terlihat semakin kuat.
Sejauh ini Jurgen Klopp baru mendatangakan Kostas Tsimikas, itu pun bukan pembelian signifikan, eks Olympiakos ini direkrut untuk jadi pelapis Andrew Robertson.
Artinya, sebagian besar skuad Liverpool masih sama seperti musim lalu, bahkan berkurang setelah kepergian beberapa pemain. Kondisi inilah yang diyakini justru bisa jadi masalah di pertengahan musim nanti.
The Reds memang dikaitkan dengan Thiago Alcantara beberapa pekan terakhir, tapi masih belum ada pergerakan konkret sejauh ini. Alhasil, wajar jika sebagian besar fans Liverpool merasa kecewa, termasuk mantan pemain mereka yang kini jadi analis, Graeme Souness.
Apa katanya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Waktu sempurna
Souness mengaku kecewa melihat pasifnya Liverpool, padahal ini adalah waktu sempurna untuk mendatangkan pemain.
Pertama, ada diskon harga yang disebabkan oleh pandemi. Kedua, Liverpool baru juara, yang berarti pemain baru akan dikenalkan perlahan-lahan, tidak perlu menghadapi tekanan berlebih.
"Ini waktu yang sempurna untuk mendatangkan pemain, di mana mereka tidak perlu langsung tancap gas, tapi bisa perlahan dikenalkan," ujar Souness kepada The Times.
"Jadi saya kecewa bahwa Liverpool belum melakukannya, padahal mereka adalah juara bertahan Premier League dan juara dunia."
"Skema ini berjalan dengan baik untuk Fabinho dan Robertson, yang melewati beberapa bulan mempelajari gaya bermain, lalu bisa menyesuaikan diri tanpa sorotan berlebih," imbuhnya.
Masih favorit, tapi ...
Singkatnya, Souness paham betul alasan Liverpool berhati-hati memperkuat skuad, mereka memang masih sangat kuat. Namun, jangan harap musim depan akan semudah musim kemarin, sebab tim-tim lain pun sudah mencoba memperbaiki kelemahan mereka.
"Thiago Alcantara, gelandang Bayern Munchen itu, bakal jadi pembelian sempurna sebab dia adalah pekerja keras dan punya bakat dalam hal teknik," sambung Souness.
"Dia masih 29 tahun, tapi dia masih bisa bermain beberapa tahun lagi, mungkin tiga tahun lagi di level tertinggi."
"Pada posisi ini, Liverpool masih jadi favorit juara, tapi saya tidak bisa membayangkan mereka melaju kencang tanpa pesaing. Saya memprediksi ada tantangan besar dari MU dan Chelsea," tutupnya.
Sumber: The Times
Baca ini juga ya!
- Kejutan, Barcelona Gabung Liverpool Dalam Perburuan Thiago
- Lionel Messi Gagal ke Manchester City, Legenda Liverpool yang Kecewa
- Manchester United, Rekrut Jadon Sancho Sekarang atau Menyesal di Kemudian Hari
- Takumi Minamino Bersinar Lawan Blackpool, Begini Respon Jurgen Klopp
- Barcelona Sudah Hubungi Agen Wijnaldum dan Memphis Depay
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Minim Belanja, Liverpool Diklaim Masih Jadi Calon Kuat Juara Liga Inggris
Liga Inggris 7 September 2020, 22:00
-
Tanpa Messi, Manchester City Sulit Hentikan Liverpool
Liga Inggris 7 September 2020, 21:20
-
Liverpool Galau, Barcelona Coba Telikung Transfer Thiago Alcantara
Bundesliga 7 September 2020, 17:00
-
Prediksi Premier League 2020/2021: Dua Pandit Jagokan Liverpool Juara Lagi
Liga Inggris 7 September 2020, 14:39
-
Si Cantik Maria, Fan Liverpool dari Ukraina
Bolatainment 7 September 2020, 13:19
LATEST UPDATE
-
Loh! Manchester United Putuskan Batal Rekrut Ederson!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:20
-
Man of the Match Spanyol vs Belgia: Lamine Yamal
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:05
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR