Bola.net - Premier League dianggap sebagai kompetisi paling kompetitif dan terbaik di dunia. Tapi apa yang tersaji di ajang Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa, sangat berbanding terbalik dengan pernyataan tersebut.
Ya, tim-tim perwakilan dari Inggris kerap gagal berbicara banyak di Eropa, khususnya Liga Champions. Mereka kalah dari Spanyol, Jerman bahkan Italia yang sukses mengirimkan perwakilan menembus partai puncak Liga Champions. Ironis memang.
Melihat kondisi ini, presiden La Liga, Javier Tebas coba memberikan saran kepada pihak FA agar tim-tim Premier League sanggup berbicara banyak di Eropa.
Menurutnya, operator liga bisa mengadaptasi sistem kompetisi yang berlaku di Spanyol. Sistem yang dimaksud adalah membiarkan tim reserve untuk berkompetisi di kasta kedua Championship.
Sebagaimana diketahui, nama-nama seperti Barcelona B, Real Madrid Castilla dan Athletic Bilbao B pernah menjajal ketatnya divisi Segunda. Hal tersebut dinilai akan sangat membantu perkembangan para pemain untuk bersiap melakoni kompetisi yang lebih berat.
"Masalahnya ada pada struktur kompetisi divisi Championship yang tidak kompetitif. Hal itu menyebabkan para pemain bagus di sana tidak dapat meningkatkan permainan mereka di sejumlah pertandingan. Kami tidak memiliki yang seperti itu di Spanyol," imbuhnya.
"Pemain usia 18 tahun sudah harus bermain dengan pemain-pemain berpengalaman yang usianya sekita 25 tahun di ajang Liga. Itu baru kompetisi yang sangat kompetitif." tukasnya.
Belum lama ini, poin koefisien Premier League pun semakin berkurang. Hasil itu bisa saja membuat kuota tim Inggris di Eropa berkurang.[initial]
(std/yp)
Ya, tim-tim perwakilan dari Inggris kerap gagal berbicara banyak di Eropa, khususnya Liga Champions. Mereka kalah dari Spanyol, Jerman bahkan Italia yang sukses mengirimkan perwakilan menembus partai puncak Liga Champions. Ironis memang.
Melihat kondisi ini, presiden La Liga, Javier Tebas coba memberikan saran kepada pihak FA agar tim-tim Premier League sanggup berbicara banyak di Eropa.
Menurutnya, operator liga bisa mengadaptasi sistem kompetisi yang berlaku di Spanyol. Sistem yang dimaksud adalah membiarkan tim reserve untuk berkompetisi di kasta kedua Championship.
Sebagaimana diketahui, nama-nama seperti Barcelona B, Real Madrid Castilla dan Athletic Bilbao B pernah menjajal ketatnya divisi Segunda. Hal tersebut dinilai akan sangat membantu perkembangan para pemain untuk bersiap melakoni kompetisi yang lebih berat.
"Masalahnya ada pada struktur kompetisi divisi Championship yang tidak kompetitif. Hal itu menyebabkan para pemain bagus di sana tidak dapat meningkatkan permainan mereka di sejumlah pertandingan. Kami tidak memiliki yang seperti itu di Spanyol," imbuhnya.
"Pemain usia 18 tahun sudah harus bermain dengan pemain-pemain berpengalaman yang usianya sekita 25 tahun di ajang Liga. Itu baru kompetisi yang sangat kompetitif." tukasnya.
Belum lama ini, poin koefisien Premier League pun semakin berkurang. Hasil itu bisa saja membuat kuota tim Inggris di Eropa berkurang.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mascherano Sudah Tak Bisa Fokus Selama 90 Menit
Liga Spanyol 8 Oktober 2015, 23:34
-
Pemain Barca Ini Akui Menjadi Pemain Hebat karena Benitez
Liga Spanyol 8 Oktober 2015, 23:13
-
Jadi Idaman Barca, Coutinho Ingin Juara di Liverpool
Liga Inggris 8 Oktober 2015, 22:32
-
Terungkap! Daftar Pemain yang Dimata-matai Barcelona
Liga Spanyol 8 Oktober 2015, 15:56
-
Aguero: Ronaldo Tak Bisa Selevel Messi
Liga Spanyol 8 Oktober 2015, 15:46
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR