
Bola.net - Mantan pelatih Timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson, mengaku pernah berseteru hebat dengan Sir Alex Ferguson. Perseteruan itu menyangkut salah satu eks penggawa Manchester United, Wayne Rooney.
Seperti yang diketahui, Eriksson merupakan pelatih Inggris mulai tahun 2001 hingga 2006. Skuatnya pada saat itu didominasi pemain-pemain Manchester United yang sedang dalam masa kejayaannya.
Saat masa kepemimpinan Eriksson, Manchester United pernah meraih trofi Premier League di musim 2002/2003. Dan tak bisa dimungkiri, the Red Devils sedang dihuni oleh banyak pemain bertalenta Inggris pada saat itu.
Beberapa pemain Inggris bertalenta yang dimiliki oleh MU pada saat itu adalah Rio Ferdinand, Paul Scholes, dan Wayne Rooney. Sehingga wajar jika Eriksson kerap berurusan dengan Manchester United.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Sir Alex yang Keras Kepala
Ternyata, Sir Alex Ferguson cukup keras dalam 'memproteksi' pemain-pemainnya dari panggilan membela negara. Eriksson mengungkapkan betapa sulitnya berurusan dengan pria berkebangsaan Skotlandia itu.
"Dengan Alex, yang paling menakjubkan terjadi pada jam tujuh pagi atau bahkan lebih cepat, selalu, saat dia marah. Dan tak pernah 'Halo Sven, bagaimana kabar anda?' namun 'whuuurssshhh' [langsung berteriak]," ujar Eriksson kepada Sunday Times.
"Dia berkata: Saya akan membunuh anda. Anda telah selesai'. Namun saya mewakili Inggris dan anda harus melawan. Apa yang benar adalah benar dan sebaliknya, dan saat anda berkata 'jangan memilih Rooney karena saya akan membunuh anda'... saya berkata 'pergi sana, anda kenapa?'," lanjutnya.
"Dan dia berteriak. Kapanpun dia melakukan hal seperti itu... itu tak ada artinya. Itulah mengapa saya berkata, 'Alex, saya akan memilih Rooney. Sekarang, selamat berlibur. Ciao, dadah," tambahnya.
"Maaf, Alex Sedang Rapat"
Pengalaman buruk Eriksson tidak hanya terjadi sewaktu dirinya melatih Timnas Inggris. Bahkan sejak jauh-jauh hari, tepatnya saat ia sedang menukangi sejumlah klub seperti Lazio dan Manchester City.
"Saya bertemu dengannya tiga kali sebagai pelatih dan menjadi satu-satunya di dunia, tiga pertemuan dan tiga kemenangan. Lazio di Super Cup dan dua kali di Manchester City," sambungnya.
"Pertama kali di Monaco, 'Selamat Sven'. Kedua kalinya, 'Meeeh'. Ketiga kalinya, Carlos Queiroz [asisten pelatih Manchester United saat itu] muncul. 'Maaf, Alex sedang rapat'," tandasnya.
(Goal International)
Baca Juga:
- Manchester United Pertimbangkan Rekrut Krzysztof Piatek
- Bryan Robson Ungkap Akar Masalah Terpuruknya Manchester United
- Eric Djemba-Djemba dan Para Pembelian Gagal MU, Bagaimana Kabarnya?
- Juan Mata, Romelu Lukaku, dan Pemain Bola yang Sukses Menjadi Sarjana
- Andalkan Pemain Muda, Solskjaer Ciptakan Masalah untuk Dirinya Sendiri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kiper Muda Ini Diklaim Bisa Matikan Karir David De Gea di Manchester United
Liga Inggris 14 Oktober 2019, 22:00
-
AC Milan Ajak Juan Mata Pindah ke Italia
Liga Italia 14 Oktober 2019, 21:40
-
MU Blunder Tunjuk Solskjaer Jadi Manajer Permanen
Liga Inggris 14 Oktober 2019, 21:20
-
Lini Serang Manchester United Musim Ini Diklaim yang Terburuk Sepanjang Sejarah
Liga Inggris 14 Oktober 2019, 21:00
LATEST UPDATE
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
-
Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:26
-
Diam tetapi Mematikan Seperti Ousmane Dembele
Piala Dunia 10 Juli 2026, 06:08
-
Man of the Match Prancis vs Maroko: Kylian Mbappe
Piala Dunia 10 Juli 2026, 05:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR