
Bola.net - Legenda Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik pedas tanpa tedeng aling-aling kepada lini pertahanan Liverpool. Ia menyalahkan barisan bek The Reds atas kekalahan menyakitkan dari Manchester United di Anfield.
Keane secara khusus menyoroti proses gol cepat Manchester United. Gol yang dicetak oleh Bryan Mbeumo saat laga baru berjalan 61 detik itu disebutnya sebagai buah dari kesalahan fatal para pemain bertahan.
Dalam analisisnya, Keane menunjuk tiga pemain sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Mereka adalah kapten Virgil van Dijk, bek kiri baru Milos Kerkez, dan kiper Giorgi Mamardashvili.
Pria asal Irlandia itu memilih untuk mengabaikan kontroversi seputar cedera kepala Alexis Mac Allister. Ia lebih fokus pada betapa kacaunya koordinasi pertahanan skuad asuhan Ruben Amorim tersebut.
Virgil van Dijk Jadi Sasaran Utama

Menurut Roy Keane, Virgil van Dijk adalah pemain yang paling patut disalahkan atas gol pertama Manchester United. Ia menilai sang kapten membuat keputusan yang salah dengan terlibat dalam duel awal.
Keterlibatan Van Dijk dalam duel yang membuat Mac Allister terjatuh itu dianggap tidak perlu. Akibatnya, ia berada di luar posisi ideal saat serangan Man United berlanjut dan menjadi awal dari malapetaka.
"Jelas, orang-orang melihat apakah wasit akan menghentikannya karena tabrakan, gegar otak, atau apa pun," ujar Keane di siaran Sky Sports.
"Tapi saya pikir Van Dijk tidak perlu terlibat di sana. Dia keluar dari posisinya, mereka dalam posisi bertahan. Sekali lagi, keputusan buruk dari Van Dijk, dan kiper Liverpool harusnya bisa lebih baik lagi," tegasnya.
Pemain Baru 'Gugup Setengah Mati'
Tak hanya sang kapten, rekrutan anyar Liverpool, Milos Kerkez, juga menjadi sasaran amukan Keane. Penampilan bek kiri asal Hungaria itu di babak pertama dinilai sangat jauh dari kata memuaskan.
Keane bahkan tak segan melabeli Kerkez seperti pemain yang "gugup setengah mati" di lapangan. Ia terlihat sangat kewalahan menghadapi kecepatan penyerang sayap Manchester United, Amad Diallo.
"Kerkez seperti orang yang gugup setengah mati di luar sana," kata Keane dengan tajam.
"Amad telah menyebabkan segala macam masalah baginya," sambung mantan kapten MU itu.
Awal Impian Setan Merah
Dari sudut pandang sebaliknya, Keane menyebut gol cepat itu adalah sebuah awal yang sempurna bagi Manchester United. Gol tersebut membuktikan bahwa para pemain depan Setan Merah tampil sesuai ekspektasi.
Menurutnya, kecepatan dan ketajaman para penyerang Man United sukses mengeksploitasi pertahanan Liverpool yang rapuh. Momen itu menjadi kunci yang membuka jalan bagi kemenangan tim tamu di Anfield.
"Itu adalah awal yang seperti mimpi, Man United berharap para pemain menyerang mereka akan tampil hari ini dan mereka benar-benar melakukannya," ungkap Keane.
"Anda berharap dia bisa memilih umpan yang tepat, lari yang tepat. Saya pikir kiper juga perlu berbuat lebih baik," tutupnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Pertahanan Penuh Celah dan Masalah Fisik, Liverpool Sedang Tidak Baik-Baik Saja
- Faktor X di Balik Kemenangan MU: Ternyata Aksi Suporter Liverpool Juga Berpengaruh!
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Kemenangan Manis: Rapor Pemain MU saat Tundukkan Liverpool di Anfield
- Gagal Bangkit di Anfield: Rapor Pemain Liverpool saat Tumbang dari Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penilaian Legenda Man United Usai Duel Lawan Liverpool: Isak Nggak Layak Starter
Liga Inggris 20 Oktober 2025, 15:08
-
Puja-puji Harry Maguire untuk Senne Lammens: Masa Depannya di MU Cerah!
Liga Inggris 20 Oktober 2025, 13:41
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Liverpool vs Tottenham: Richarlison
Liga Inggris 16 Maret 2026, 01:42
-
Arti Penting Kemenangan Manchester United atas Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 23:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR