
Bola.net - Mantan gelandang Premier League, Robbie Savage merasa tak sepakat dengan pujian yang dialamatkan Gary Neville terhadap Hannibal Mejbri atas performanya dalam laga Liverpool vs Manchester United tengah pekan kemarin.
Dalam laga tersebut, Manchester United harus menyerah dengan skor telak 0-4. Setan Merah pun dihajar kritik dari berbagai pihak atas penampilan mereka yang dianggap jauh di bawah standar.
Namun, usai pertandingan Neville memuji performa Mejbri yang baru dimasukkan di akhir babak kedua. Neville menganggap pemuda 19 tahun itu menjadi pemain Manchester United yang tampil paling ngeyel di lapangan.
Manchester United Sudah Separah Inikah?
Fakta bahwa Mejbri banyak dipuji atas penampilannya tak tak cukup lama di Anfield pun membuat Savage risau. Savage pun menilai masalah di Manchester United sangat parah.
"Apakah itu benar-benar terjadi di Manchester United - di mana kita seharusnya merayakan cameo bersemangat seorang anak berusia 19 tahun dalam kekalahan 4-0 di Liverpool?" tulis Savage dalam kolomnya di The Mirror.
“Manajer baru Erik ten Hag akan mengambil alih musim panas ini dengan standar di level terendah yang bisa saya ingat di Old Trafford. Saya telah menonton United di setiap level selama 30 tahun dan saya tidak pernah merasa lebih sedih dari mereka. Dalam penampilan yang mencemooh di Anfield, setidaknya Hannibal Mejbri membuat kehadirannya terasa, menabrak Jordan Henderson dan Andrew Robertson di mana lebih banyak pemain terkenal menawarkan sedikit perlawanan,"
"Dan saya dapat memahami perkataan Gary Neville setelahnya: 'Dia mengingatkan saya pada Nobby Stiles, Eric Harrison dan prinsip dasar menjadi pemain sepak bola: Bersaing, menangkan duel Anda, berjuang untuk setiap bola. Hanya ada satu anak yang datang dan menunjukkan bahwa dia memiliki hati dan jiwa untuk bermain untuk Manchester United Football Club – dia.',"
Sikap Robbie Savage
Terlepas dari fakta tersebut, Savage mengaku tak setuju jika pujian harus dialamatkan kepada Mejbri. Savage menilai gaya ngeyel Mejbri bisa berakibat dia dikartu merah di laga lainnya.
"Namun, saya tidak setuju dengan Gary. Ya, itu bagus untuk melihat seorang pemain muda diberi kesempatan dan mencoba untuk membuat tanda, tapi pada malam lain Hannibal bisa saja diusir, yang tidak akan memecahkan apa-apa," kata Savage.
"Sejauh yang saya ketahui, United kembali ke tempat mereka berada di Oxford United pada 1986, pertandingan pertama Sir Alex Ferguson,"
“Seluruh budaya klub harus berubah dan membutuhkan pengaturan ulang sepenuhnya, ke nilai-nilai yang ditanamkan oleh Fergie 36 tahun lalu. Apakah tim lebih penting daripada individu yang bermain untuk agenda mereka sendiri? Sir Alex tahu jawabannya."
Klasemen Premier League
Sumber: The Mirror
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58




















KOMENTAR