
Bola.net - Manchester United harus puas berbagi angka dalam drama delapan gol yang menegangkan kontra Bournemouth. Skor imbang 4-4 menjadi hasil akhir dari laga thriller di Old Trafford, Senin malam waktu setempat.
Ruben Amorim tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai peluit panjang dibunyikan. Sang pelatih merasa Setan Merah seharusnya sudah "membunuh" pertandingan sejak babak pertama.
Hasil ini membuat MU gagal merapatkan jarak secara signifikan di papan klasemen. Padahal, mereka sempat memimpin sebelum akhirnya dipaksa bermain imbang.
Amorim menyebut laga ini sebagai pertandingan gila yang menguras emosi. Ia menyoroti ketidakmampuan timnya memanfaatkan dominasi menjadi kemenangan mutlak.
Hiburan yang Menyakitkan Bagi MU

Laga berjalan bak rollercoaster dengan aksi saling berbalas gol yang dramatis. MU sempat unggul 1-0 dan 2-1, namun tiba-tiba tertinggal 3-2 di awal babak kedua.
Bruno Fernandes dan Matheus Cunha sempat membawa MU comeback memimpin 4-3. Namun, kemenangan di depan mata buyar usai Bournemouth menyamakan kedudukan di menit ke-84.
"Ini sangat mengecewakan. Kami benar-benar kecewa. Pertandingan gila," buka Amorim kepada BBC Sport.
Pelatih asal Portugal itu menilai timnya membuang poin justru di babak pertama. Banyak peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
"Mungkin terlihat seolah kami kehilangan dua poin di babak kedua, tapi saya pikir kami kehilangannya di babak pertama," tegasnya.
Penyakit Man Utd: Hilang Fokus

Amorim secara khusus menyoroti periode horor di awal babak kedua. MU kebobolan dua gol cepat hanya dalam tempo enam menit karena lengah.
Situasi ini mengingatkan Amorim pada laga melawan Nottingham Forest sebelumnya. Konsentrasi lini belakang runtuh seketika saat lawan menekan.
"Hasilnya seharusnya benar-benar berbeda. Dan lagi-lagi, enam menit di babak kedua, mirip dengan Nottingham, kami kehilangan konsentrasi," keluh Amorim.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi mentalitas pemainnya untuk bangkit. Namun, detail kecil dalam menutup pertandingan masih jadi PR besar.
"Kami mampu kembali ke permainan, mencetak dua gol lagi, dan kemudian kami harusnya menyelesaikan permainan. Saya melihat upaya dari pemain, usaha dari pertahanan, dan pada akhir pertandingan, kami membuatnya 4-3. Kami merasa kami bisa terus menekan dan mencetak gol lagi. Kami mencoba itu, tapi pada akhirnya hanya hasil imbang," tambahnya.
Bukan Masalah Formasi

Banyak pengamat mempertanyakan sistem pertahanan MU dalam laga banjir gol ini. Namun, Amorim membantah bahwa formasi menjadi biang kerok kegagalan timnya.
Ia menegaskan bahwa skema tiga bek atau empat bek bukan isu utama. Masalah utamanya adalah detail permainan dan momentum yang gagal dijaga.
"Ini bukan karena empat bek, tiga bek, atau lima bek," jelas sang pelatih.
"Ini adalah detail yang perlu kami kerjakan, memahami momentum permainan dan kami harus lebih klinis," lanjutnya.
Pujian untuk Kiper Muda
Di tengah kekecewaan, ada satu sosok yang mendapat kredit khusus dari Amorim. Senne Lammens, sang penjaga gawang, melakukan dua penyelamatan krusial di akhir laga.
Tanpa aksi heroik Lammens, MU mungkin saja kehilangan seluruh poin di kandang sendiri. Bournemouth tampil militan dan menolak untuk kalah.
"Lammens melakukannya dengan sangat baik. Ada peluang untuk kedua belah pihak," puji Amorim.
Hasil imbang ini menempatkan MU di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris. Mereka kini terpaut dua poin dari Chelsea jelang laga tandang berat ke markas Aston Villa.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
- Ditahan Imbang Bournemouth, Lini Pertahanan MU Memang Bikin Geregetan!
- Bournemouth Harusnya Menang Lawan MU Kalau Tidak Ada Pemain Ini
- 5 Pelajaran dari Hasil 4-4 Man Utd vs Bournemouth: Ruben Amorim Punya Seabrek PR yang Wajib Segera Dibereskan
- Ironi Manchester United: Ketika Old Trafford Terlalu Angker untuk Setan Merah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man United Pincang Jelang Lawan Villa, Saatnya Kobbie Mainoo Menjawab Tantangan Amorim
Liga Inggris 16 Desember 2025, 17:19
LATEST UPDATE
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR