
Bola.net - Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool di akhir musim menandai berakhirnya era gemilang selama sembilan tahun. Pengumuman itu disampaikan secara mengejutkan dan langsung menyita perhatian publik sepak bola.
Perjalanan Salah bersama Liverpool tidak hanya soal trofi, tetapi juga tentang transformasi seorang pemain. Ia datang dengan keraguan, namun pergi sebagai legenda klub dan ikon Premier League.
Meski performanya musim ini tidak selalu konsisten, pencapaiannya tetap berbicara banyak. Salah meninggalkan warisan berupa gelar, rekor, dan pengaruh besar di dalam maupun luar lapangan.
Kesuksesan tersebut terasa kontras jika melihat awal kariernya di Inggris. Saat membela Chelsea, Salah justru gagal menunjukkan potensinya.
Awal Sulit di Chelsea dan Kebangkitan di Italia

Karier Salah di Chelsea tidak berjalan sesuai harapan. Ia kesulitan tampil konsisten dan hanya mencetak dua gol selama memperkuat klub tersebut.
Penampilannya bahkan kerap dianggap tidak menonjol. Situasi itu membuatnya harus mencari jalan lain untuk mengembangkan kariernya.
Kesempatan datang melalui masa peminjaman ke Italia. Bersama Fiorentina, Salah mulai menunjukkan kualitasnya sebagai pemain menyerang berbahaya.
Ia mencetak gol penting dan tampil impresif melawan tim besar. Performa tersebut menjadi titik awal kebangkitannya di sepak bola Eropa.
Bersinar di Roma dan Menarik Perhatian Liverpool

Setelah meninggalkan Fiorentina, Salah melanjutkan kariernya bersama AS Roma. Di klub ini, ia semakin berkembang dan menjadi pemain kunci.
Musim pertamanya di Roma berjalan gemilang. Ia bahkan terpilih sebagai pemain terbaik klub berkat kontribusi signifikan.
Pada musim berikutnya, Salah mencatatkan 19 gol di semua kompetisi. Performa itu membantu Roma finis sebagai runner-up Serie A.
Penampilan konsisten tersebut menarik perhatian Liverpool. Klub Inggris itu akhirnya merekrutnya pada 2017 untuk memperkuat lini serang.
Era Keemasan di Liverpool dan Mesin Gol Mematikan

Di bawah arahan Jurgen Klopp, Salah langsung tampil luar biasa. Ia mencetak 44 gol di musim pertamanya dan menjadi pusat permainan tim.
Kolaborasinya dengan Sadio Mane dan Roberto Firmino membentuk lini serang yang mematikan. Liverpool pun berkembang menjadi tim yang sangat kompetitif.
Salah meraih berbagai penghargaan individu. Ia memenangkan tiga kali PFA Player of the Year dan beberapa Golden Boot Premier League.
Kontribusinya juga membawa Liverpool meraih berbagai trofi. Termasuk Liga Champions dan gelar Premier League yang telah lama dinantikan.
Warisan, Pengaruh, dan Status Ikon Global

Kesuksesan Salah tidak hanya terlihat dari statistik gol. Ia juga memiliki dampak besar di luar lapangan sebagai figur publik global.
Namanya masuk dalam daftar tokoh paling berpengaruh dunia. Ia juga menggunakan platformnya untuk menyuarakan isu sosial penting.
Di Liverpool, ia menjadi simbol kebangkitan klub. Bahkan kontribusinya membantu mengakhiri penantian panjang gelar liga Inggris.
Meski akan meninggalkan Anfield, warisan Salah tetap abadi. Ia akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Sumber: talkSPORT
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR