
Bola.net - West Ham kini benar-benar berada di ujung jurang degradasi Premier League 2025/2026. Kekalahan 1-3 dari Newcastle United pada pekan ke-37 membuat The Hammers harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Hasil di St. James' Park membuat West Ham tertahan di peringkat ke-18 dengan 36 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Tottenham yang berada di zona aman dan masih memiliki dua pertandingan tersisa.
Situasi itu membuat nasib West Ham tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. The Hammers kini bergantung pada hasil tim lain sambil berharap mampu menang pada laga terakhir musim ini.
Musim yang awalnya dipenuhi harapan perlahan berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan. Pergantian pelatih, inkonsistensi performa, dan kegagalan menemukan identitas permainan membuat West Ham kini berada di ambang kehancuran.
Kekalahan dari Newcastle Jadi Alarm Besar

West Ham sebenarnya masih punya peluang bertahan setelah memasuki pekan ke-37. Namun, kekalahan 1-3 dari Newcastle membuat tekanan terhadap skuad dan staf pelatih meningkat drastis.
Kini, West Ham membutuhkan Chelsea untuk mengalahkan Tottenham pada laga berikutnya agar peluang bertahan tetap terbuka hingga pekan terakhir. Jika Spurs meraih kemenangan dalam satu dari dua laga sisa mereka, West Ham dipastikan turun kasta.
Situasi semakin sulit karena selisih gol Tottenham jauh lebih baik dibanding West Ham. Bahkan hasil imbang saja hampir cukup bagi Spurs untuk mengamankan posisi mereka di Premier League musim depan.
West Ham juga wajib menang lawan Leeds United pada pekan terakhir jika ingin menjaga asa bertahan hidup. Setelah itu, mereka masih harus berharap Everton mampu mengalahkan Tottenham demi membuka jalan keselamatan.
Awal Kehancuran West Ham Sejak Era Moyes Berakhir

Kemerosotan West Ham sebenarnya sudah dimulai sejak kepergian David Moyes pada tahun 2024. Klub memilih arah baru dengan gaya bermain lebih menyerang, tetapi keputusan itu justru membawa ketidakstabilan.
Pada dua periode kepelatihannya, Moyes mampu memenangkan 112 dari 261 pertandingan bersama West Ham. Ia juga membawa klub meraih trofi Eropa dan beberapa kali bersaing di papan atas klasemen.
Setelah Moyes pergi, West Ham kesulitan menemukan sosok yang mampu menjaga identitas tim. Julen Lopetegui hanya bertahan enam bulan sebelum akhirnya digantikan Graham Potter yang juga gagal memenuhi ekspektasi.
Nuno Espirito Santo kemudian datang pada September dengan harapan membangkitkan tim. Akan tetapi, tugas berat langsung terlihat setelah West Ham hanya meraih tiga poin dari lima laga awal sebelum rentetan kekalahan mulai menghancurkan musim mereka.
Rentetan Buruk yang Menyeret West Ham ke Jurang

West Ham sempat memberi harapan ketika meraih dua kemenangan beruntun pada November. Namun, momentum itu tidak bertahan lama karena mereka kemudian melewati 10 pertandingan tanpa kemenangan dari November hingga Januari.
Performa buruk itu membuat mental tim terus menurun. Tekanan semakin besar karena mereka gagal tampil konsisten saat menghadapi tim-tim pesaing di papan bawah.
The Hammers sempat bangkit lewat tiga kemenangan dalam empat pertandingan melawan Tottenham, Sunderland, dan Burnley. Hasil tersebut sempat membuka harapan baru untuk keluar dari zona degradasi.
Namun, hanya tiga kemenangan dalam 12 laga terakhir membuat West Ham kembali terpuruk. Kini, dengan satu pertandingan tersisa, klub asal London itu berada sangat dekat dengan salah satu degradasi paling menyakitkan dalam sejarah modern mereka.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga
- Mohamed Salah Sindir Arne Slot? Ruang Ganti Liverpool Disebut Mulai Memberontak
- Gelar Juara di Depan Mata, Arteta Puji Konsistensi Arsenal di Puncak Klasemen
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Prediksi Arsenal vs Burnley 19 Mei 2026
- Kontroversi Gol MU ke Gawang Nottingham Forest: Kenapa Mebumo Tidak Handball?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Premier League: Arsenal vs Burnley
Liga Inggris 18 Mei 2026, 23:56
-
Samai Rekor De Bruyne dan Henry, Ini Kata Bruno Fernandes
Liga Inggris 18 Mei 2026, 21:36
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR