Bola.net - Sepertinya karier Paul Pogba di Manchester United hanya bisa disimpulkan dalam dua kutub ekstrem: gagal total (sekaligus mahal) atau sukses besar sebagai bintang sepak bola kelas dunia, tidak ada istilah di tengah-tengah.
Setelah berbulan-bulan menepi, yang kemudian terbantu oleh pandemi, Pogba akhirnya kembali ke lapangan hijau dan membantu MU bermain imbang 1-1 dengan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. Itulah penampilan pertama Pogba di tahun 2020 ini.
Jika dilihat dari laga itu saja, Pogba sebenarnya bermain cukup baik. Dia bisa mengontrol arah permainan, mengalirkan umpan, bahkan berperan penting dengan mendapatkan hadiah penalti yang membuat MU bisa menyamakan kedudukan.
Kendati demikian, keraguan terhadap level permainan Pogba tak juga sirna. Masih ada yang meragukannya, masih ada yang merasa MU lebih baik tanpa Pogba.
Benarkah demikian? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Selalu dicap jelek
Situasi sulit Pogba ini coba dianalisis oleh analis Mirror, Darren Lewis. Menurutnya, entah mengapa kalimat-kalimat soal Pogba selalu bernada negatif. Pogba selalu dianggap kurang, padahal ada banyak pemain lain yang bermain lebih buruk darinya tapi tidak diperlakukan sekejam itu.
"Setiap kali bicara soal Pogba, sepertinya hampir selalu ada tekad untuk menggambarkannya sebagai pemain yang egois, malas, dan seseorang yang tidak peduli dengan tim," buka Lewis.
"Saya terus mendengar: 'Jika dia ingin jadi pemain top', padahal Paul Pogba adlaah pemain kelas dunia, pemain top, dan selalu ada usaha untuk mencari hal negatif darinya daripada menggarisbawahi kontribusi positifnya."
"Coba katakan kapan terakhir kali MU punya gelandang yang bisa mencetak gol serajin dia, Anda harus mundur bertahun-tahun lalu," imbuhnya.
Tugas klub dan pelatih
Secara tak langsung, Lewis merasa kesulitan Pogba disebabkan oleh faktor eksternal. Artinya dia tidak berada di bawah pelatih yang tepat atau di dalam tim yang tepat. Pogba yang terbaik, karena itulah dia yang terus disorot.
"Dia punya empat gelar Italia, Piala Dunia, pernah mencapai final Liga Champions, dan sudah menjuarai Liga Europa," lanjut Lewis.
"Pogba adalah pemain yang, jika Anda mendatangkan pemain sekelas itu, Anda punya kewajiban sebagai pelatih dan klub untuk memaksimalkan kemampuannya, untuk menciptakan kondisi terbaik guna memaksimalkan kemampuannya."
"Saya tidak bermaksud memuji Pogba sudah tampil sempurna, jelas tidak begitu. Namun, menyebutnya egois, tidak cukup bagus, tidak memberi kontribusi pada tim yang belum merai trofi hanyalah merendahkan kualitas pemain," pungkasnya.
Sumber: Mirror
Baca ini juga ya!
- Terungkap, Wayne Rooney Pernah Sarankan Manchester United Beli Idrissa Gueye
- Rooney: Klopp Bertahan, Liverpool Bakal Dominasi Premier League Hingga Satu Dekade
- Jurgen Klopp Yakin Liverpool Mustahil Ulangi Dominasi Manchester United
- Pujian Rooney untuk Mohamed Salah: Dia Seperti Cristiano Ronaldo Ketika di MU
- Solskjaer untuk Paul Pogba: Sudah Waktunya Membuktikan Diri!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Owen: Tanpa Pogba, Manchester United Akan Kalah dari Tottenham
Liga Inggris 22 Juni 2020, 23:59
-
Bruno Fernandes dan Paul Pogba Bakal Jadi Duet Impian Manchester United
Liga Inggris 22 Juni 2020, 20:40
-
Bakal Hadapi Klub Masa Kecil, Begini Perasaan Harry Maguire
Liga Inggris 22 Juni 2020, 20:00
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
-
Antonio Rudiger Kian Dekat Perpanjang Kontrak di Real Madrid
Liga Spanyol 7 April 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32


























KOMENTAR