
Bola.net - Ada angin segar berhembus bagi fans Manchester United. Seorang pengusaha tajir asal Inggris, Michael Knighton menyatakan secara terbuka bahwa ia ingin membeli Setan Merah dari Keluarga Glazer.
Keluarga Glazer membeli Manchester United pada tahun 2005 silam. Semenjak saat itu, pebisnis asal Amerika Serikat itu memiliki relasi yang buruk dengan fans Manchester United akibat mereka menjadikan Setan Merah sebagai sapi perah untuk keuntungan mereka.
Beberapa tahun terakhir desakan agar keluarga Glazer menjual Manchester United semakin menguat. Terbaru, fans United berencana mengosongkan Old Trafford pada laga melawan Liverpool, untuk menuntut keluarga Glazer cabut dari MU.
Knighton baru-baru ini secara terbuka mengumumkan niatannya untuk membeli Manchester United. "Klub ini sedang berada dalam krisis dan kita tahu apa penyebabnya," ujar Knighton kepada Man Utd The Religion.
Baca komentar lengkap pengusaha properti tersebut di bawah ini.
Ubah Situasi
Menurut pandangan Knighton, akar masalah MU adalah keluarga Glazer hanya menjadikan klub sebagai unit bisnis mereka. Ia menilai hal ini harus segera dibenahi.
"Kita memiliki pemilik klub yang tidak becus dan tidak berguna, karena mereka tidak tahu apapun soal sepak bola. Semua orang tahu bahwa klub ini butuh kepemilikan baru dan itulah target yang ingin saya capai,"
"Saya membuat progress yang bagus, di mana saya berbicara dengan banyak orang. Saya punya janji-janji yang bagus dan juga keuangan yang bagus, dan kami sedang menyiapkan dokumen penawaran untuk membeli klub ini,"
Minta Dukungan
Lebih lanjut, Knighton menyebut bahwa proses takeover Manchester United ini bukan perkara mudah. Jadi ia meminta dukungan dari para fans MU agar ia bisa menuntaskan misi tersebut.
"Ingaat, klub ini belum secara resmi akan dijual. Namun saya ingin memberikan tawaran yang sangat bagus kepada pemilik klub saat ini agar ia tahu bahwa waktunya di klub ini sudah habis,"
"Saya tahu bahwa para fans di seluruh dunia sudah muak dengan pemilik klub saat ini. Klub ini akan terus berada dalam krisis jika kepemilikan klub ini tidak berganti," ujarnya.
Bukan Kali Pertama
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Knighton mencoba membeli Manchester United. Pada tahun 1989, ia pernah mencoba membeli United.
Namun karena satu dan dua hal, Knighton tidak melanjutkan pembelian Setan Merah. Namun ia sempat menduduki jabatan sebagai salah satu direktur klub pada saat itu.
Klasemen Premier League
(Man Utd the Religion)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gawat MU, Juventus Kian Serius Kejar Anthony Martial
Liga Inggris 11 Agustus 2022, 19:24
-
Dukungan Eks MU untuk Marcus Rashford: Ia akan Sulit Dihentikan!
Liga Inggris 11 Agustus 2022, 19:04
-
Manchester United Hidupkan Minat pada Max Aarons
Liga Inggris 11 Agustus 2022, 18:54
-
Erik Ten Hag Tolak Datangkan Eks Liverpool ke Manchester United
Liga Inggris 11 Agustus 2022, 17:33
-
Mau Sasa Kalajdzic, Manchester United Hanya Perlu Keluar Uang Segini
Liga Inggris 11 Agustus 2022, 17:23
LATEST UPDATE
-
Diperingatkan Soal Tekanan di Manchester United, Senne Lammens Justru Tampil Tanpa Beban
Liga Inggris 27 Februari 2026, 05:30
-
Respek! Kiper Nantes Pura-pura Cedera demi Bantu Rekan Setim Buka Puasa Ramadan
Liga Eropa Lain 27 Februari 2026, 05:15
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58




















KOMENTAR