Bola.net - Legenda Liverpool, Jamie Carragher ikut prihatin dengan performa buruk tim asuhan Jurgen Klopp musim ini. Meskipun begitu, Carragher menganggap Liverpool cukup beruntung tidak terjerumus lebih dalam di Premier League musim ini.
Pasalnya Carragher menilai permainan Liverpool terlalu buruk terutama setelah Piala Dunia 2022 bergulir. Dari enam laga Premier League, Liverpool hanya mampu menang dua kali saja. The Reds bahkan belum merasakan kemenangan di empat laga terakhir mereka.
Carragher bahkan menilai Liverpool bisa saja kalah dengan skor sangat telak jika melihat laga terakhir mereka. Bukan soal nasib Liverpool yang sial, melainkan dari segi permainan yang terlalu buruk.
"Tidak pernah seburuk ini. Bukan hanya hasil, ini penampilan. Liverpool (bukannya) tidak beruntung, mereka benar-benar beruntung. Garis skor bisa jauh lebih buruk di banyak game-game itu,” terang Carragher jelang derbi Merseyside di Anfield dikutip dari Sky Sports.
Liverpool Kelelahan

Meskipun merasa performa mantan timnya jauh menurun, Carragher mencoba melihat permasalahan tim Jurgen Klopp lebih jauh. Carragher menilai Liverpool saat ini memang sudah sangat kelelahan.
Terutama setelah padatnya jadwal musim lalu di mana Liverpool bertarung di semua kompetisi hingga akhir. Meskipun mengakui adanya faktor kelelahan, Carragher tetap saja tidak bisa menerima permainan yang ditampilkan The Reds terutama saat dibantai Wolverhampton pekan lalu.
"Tapi itu penampilan yang sedikit kurangnya pertarungan, anda harus mengatakan itu, dan itu bukan sesuatu yang bisa anda lemparkan ke tim ini dengan mudah. Mereka telah berlari sejauh ini, begitu lama, begitu cepat, dan memiliki begitu banyak (kelelahan).”
“Banyak kualitas dalam game (buruk) selama beberapa tahun terakhir, tetapi ini merupakan penurunan yang sangat besar dan anda tidak dapat mendandaninya seperti yang lain,” tambah Carragher.
Fans Sadar

Fans Liverpool sendiri mencoba memahami situasi yang terjadi pada timnya. Faktor cedera pemain, kurangnya aktivitas di bursa transfer hingga kutukan tujuh musim Klopp menjadi beberapa alasan yang bisa diterima.
Namun di luar itu semua, Carragher menilai para fans Liverpool menyadari betul bahwa tim mereka tidak bisa tampil menggila layaknya tiga tahun terakhir. Meskipun sadar, para fans tetap saja akan sangat terpukul jika Liverpool terus bermain buruk hingga akhir musim.
"Itulah kekhawatiran besar para penggemar. Anda memahami tim anda, kadang-kadang, tidak akan sekonsisten tim di bawah Klopp selama tiga atau empat tahun terakhir, kalah satu atau dua pertandingan dalam satu musim. Anda tidak bisa lakukan itu setiap tahun,” ujar Carragher.
Tolak Pemecatan Klopp

Meskipun mengkritik keras penampilan buruk Liverpool, Carragher merasa Liverpool masih harus mempertahankan Jurgen Klopp. Pasalnya sang pelatih terlalu berjasa besar bagi Liverpool jika harus mendapatkan surat pemecatan.
Carragher memberikan peringatan agar tidak menjadi Borussia Dortmund yang menyesal telah melepas Jurgen Klopp. Carragher masih melihat Klopp sebagai pelatih terbaik terlepas performa kacau Liverpool musim ini.
“Saya pikir sudah terdokumentasi dengan baik bahwa hierarki Dortmund menyesali kepergian Klopp dari klub, terutama dengan bagaimana dia tampil di Liverpool.”
"Saya pikir kutipan mereka adalah bahwa tidak banyak Jurgen Klopp. Anda dapat mengganti pemain, ada banyak pemain di luar sana - tetapi tidak banyak Klopp,” tambah Carragher.
Klasemen Premier League
Sumber: Sky Sports dan Whoscored
Penulis: Ahmad Daerobby
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Liga Inggris Liverpool vs Everton di Vidio Hari ini, 14 Februari 2023
Liga Inggris 13 Februari 2023, 22:45
-
Liverpool dan MU Idamkan Ansu Fati, Kini Sudah Dekati Agennya
Liga Inggris 13 Februari 2023, 22:02
-
Arsenal Keok, Akankah Liverpool Jadi Korban Kedua Sean Dyche?
Liga Inggris 13 Februari 2023, 21:12
-
Kabar Bagus! Klopp Bakal Dapat Dukungan untuk Membangun Ulang Liverpool
Liga Inggris 13 Februari 2023, 20:57
-
Derby Merseyside: Everton Diprediksi Bertahan, Liverpool Menang 2-0
Liga Inggris 13 Februari 2023, 20:29
LATEST UPDATE
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 11:25
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR