Yang Tertinggal dari Duel Man City vs Brighton: Sinar Max Alleyne, Rekor Haaland, dan Harapan Arsenal Terpeleset

Yang Tertinggal dari Duel Man City vs Brighton: Sinar Max Alleyne, Rekor Haaland, dan Harapan Arsenal Terpeleset
Selebrasi Erling Haaland bersama pemain Manchester City usai mencetak gol ke gawang Brighton di lanjutan Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester City kembali gagal meraih kemenangan saat menjamu Brighton di Etihad Stadium pada lanjutan Liga Inggris. Hasil imbang 1-1 pada laga Man City vs Brighton ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Josep Guardiola.

Erling Haaland sempat membawa tuan rumah unggul lewat titik putih sebelum jeda turun minum. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-150 sang striker bagi The Citizens di semua kompetisi.

Namun, Kaoru Mitoma sukses menyamakan kedudukan bagi tim tamu di babak kedua. Penyelesaian klinis pemain Jepang itu ke pojok bawah gawang membuyarkan kemenangan di depan mata.

Hasil ini membuat Man City harus puas berbagi poin dalam tiga laga Premier League terakhir mereka. Situasi ini jelas menguntungkan Arsenal yang kini nyaman duduk di puncak klasemen sementara.

1 dari 9 halaman

Pukulan Telak dalam Perburuan Gelar

Reaksi Manchester City Pep Guardiola usai laga melawan Brighton yang berakhir dengan skor 1-1 pada 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Reaksi Manchester City Pep Guardiola usai laga melawan Brighton yang berakhir dengan skor 1-1 pada 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Man City memulai tahun baru dengan catatan yang kurang memuaskan bagi standar mereka. Tiga hasil imbang beruntun membuat posisi mereka di papan atas kian terancam.

Kehilangan enam poin dari tiga laga terakhir bisa berakibat fatal di akhir musim nanti. The Citizens kini tertinggal lima poin di belakang Arsenal yang tampil sangat konsisten.

Jarak tersebut bisa melebar menjadi delapan poin jika Arsenal menang atas Liverpool. Laga di Emirates Stadium pada Kamis malam nanti akan sangat menentukan nasib persaingan gelar.

Pep Guardiola kini harus berharap rival utamanya itu terpeleset di sisa musim. Tanpa bantuan dari tim lain, misi mempertahankan trofi Premier League akan terasa sangat berat.

2 dari 9 halaman

Kutukan Tiga Hasil Imbang

Duel pemain Brighton, Ferdi Kadioglu dengan pemain Manchester City, Jeremy Doku di Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Duel pemain Brighton, Ferdi Kadioglu dengan pemain Manchester City, Jeremy Doku di Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Rekor tiga hasil imbang berturut-turut ini adalah fenomena langka bagi Pep Guardiola. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu hanya pernah mengalaminya pada April 2017 dan Desember 2023.

Sebelum ditahan Brighton, City juga bermain imbang melawan Sunderland dan Chelsea dengan skor identik. Rasa frustrasi mulai terlihat jelas dari bahasa tubuh para pemain di lapangan.

Penyelesaian akhir menjadi masalah utama dalam rentetan hasil minor tersebut. Dari 20 tembakan yang dilepaskan lawan Brighton, hanya empat yang mengarah tepat ke sasaran.

City wajib segera menemukan kembali ketajaman mereka di sepertiga akhir lapangan. Jika tidak, mimpi buruk kehilangan poin akan terus menghantui di laga-laga berikutnya.

3 dari 9 halaman

Rekor Emas Erling Haaland

Pemain Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton di Manchester, Inggris, Rabu, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton di Manchester, Inggris, Rabu, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Di tengah hasil mengecewakan, Erling Haaland tetap menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Ia sukses mencetak gol pembuka lewat eksekusi penalti yang tenang dan terukur.

Gol tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi penyerang asal Norwegia tersebut. Itu adalah gol ke-150 Haaland sejak berseragam biru langit Manchester yang penuh prestasi.

Selain itu, gol tersebut tercatat sebagai gol ke-35.000 dalam sejarah Premier League. Sebuah pencapaian statistik yang cukup unik di tengah malam yang sulit bagi timnya.

Sayangnya, rekor individu tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiga poin penuh. Haaland dan rekan-rekannya harus gigit jari melihat Brighton mencuri poin di kandang mereka.

4 dari 9 halaman

Mimpi Buruk Badai Cedera

Pemain Manchester City, Josko Gvardiol (bawah), tergeletak di lapangan akibat cedera dalam pertandingan Premier League melawan Chelsea, Senin (5/1/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City, Josko Gvardiol (bawah), tergeletak di lapangan akibat cedera dalam pertandingan Premier League melawan Chelsea, Senin (5/1/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Masalah terbesar Man City saat ini adalah daftar cedera pemain yang semakin panjang. Pep Guardiola kehilangan delapan pemain tim utama saat menghadapi Brighton tengah pekan ini.

Enam di antaranya harus absen total karena masalah cedera yang cukup serius. Josko Gvardiol dan Ruben Dias menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan usai laga kontra Chelsea.

Gvardiol bahkan terancam absen hingga akhir musim karena mengalami retak tulang tibia. Sementara itu, Ruben Dias diprediksi menepi selama empat hingga enam pekan akibat masalah hamstring.

Savinho juga menambah pusing kepala pelatih karena mengalami masalah yang belum spesifik. Winger lincah asal Brasil itu diperkirakan absen selama satu setengah hingga dua bulan ke depan.

5 dari 9 halaman

Debut Mengejutkan Max Alleyne

Pemain muda Manchester City, Max Alleyne saat melawan Brighton, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain muda Manchester City, Max Alleyne saat melawan Brighton, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Krisis bek tengah memaksa Guardiola melakukan perjudian besar dalam susunan pemainnya. Max Alleyne langsung diturunkan sebagai starter hanya 48 jam setelah ditarik dari masa pinjaman.

Pemain berusia 20 tahun itu baru saja kembali dari Watford di divisi Championship. Ia diduetkan dengan Abdukodir Khusanov di jantung pertahanan untuk menambal lubang yang ditinggalkan seniornya.

Meski minim pengalaman, Alleyne tampil tenang dan tidak terlihat gugup sama sekali. Ia mampu mengimbangi kecepatan dan agresivitas para penyerang Brighton sepanjang pertandingan berlangsung.

Statistik mencatat ia memenangkan lima duel dan tiga take-ons di babak pertama saja. Akurasi umpannya juga mencapai angka fantastis 94,9 persen yang memanjakan lini tengah.

6 dari 9 halaman

Pujian Guardiola untuk Alleyne

Bek muda Manchester City, Max Alleyne saat melawan Brighton di Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bek muda Manchester City, Max Alleyne saat melawan Brighton di Liga Inggris, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Penampilan solid Max Alleyne menuai pujian langsung dari sang manajer usai pertandingan. Guardiola merasa bersyukur dengan perkembangan sang pemain selama masa peminjaman di Watford.

Terkait performa sang debutan, Guardiola memberikan komentar positif kepada awak media: "Max, kemarin sesi latihan pertama... Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Watford karena mereka membantunya berkembang sebagai pesepakbola."

Lebih lanjut, pelatih berkepala plontos itu menambahkan detail teknis permainannya:

"Dia sedikit bermasalah dalam bertahan, tapi hari ini semua bola panjang yang mereka menangkan dia sangat cepat dalam transisi. Saat memegang bola dia benar-benar luar biasa. Dia kehilangan satu bola, sisanya TOP! Benar-benar top... Dia akan meraih banyak di masa depan!" lanjutnya.

7 dari 9 halaman

Lini Belakang yang Rapuh

Selebrasi pemain Brighton, Kaoru Mitoma merayakan golnya ke gawang Manchester City, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi pemain Brighton, Kaoru Mitoma merayakan golnya ke gawang Manchester City, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Absennya John Stones, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol menyisakan lubang menganga di pertahanan. Nathan Ake dan Abdukodir Khusanov kini menjadi tumpuan utama dalam beberapa pekan ke depan.

Khusanov yang baru berusia 21 tahun masih dalam tahap awal kariernya di City. Meski punya fundamental bagus, ia masih butuh jam terbang untuk meminimalisir kesalahan fatal.

Sementara itu, masa depan Nathan Ake sendiri masih menjadi tanda tanya besar. Bek asal Belanda itu dikabarkan mungkin akan meninggalkan Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas nanti.

Man City kabarnya mulai melirik Marc Guehi dari Crystal Palace sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk saat ini, mereka harus bertahan dengan stok pemain yang tersisa di skuad.

8 dari 9 halaman

Brighton yang Susah Dikalahkan

Andalan Brighton, Kaoru Mitoma merayakan golnya ke gawang Manchester City, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Andalan Brighton, Kaoru Mitoma merayakan golnya ke gawang Manchester City, 8 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Brighton perlahan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan oleh Manchester City. The Seagulls sukses mengumpulkan delapan poin dari empat pertemuan terakhir mereka di Premier League.

Pasukan Fabian Hurzeler belum terkalahkan saat berhadapan dengan tim asuhan Pep Guardiola. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit baik di kandang sendiri maupun saat tandang.

Musim lalu, Brighton juga sukses menahan imbang City 1-1 di tempat yang sama. Bahkan pada pertemuan sebelumnya di Amex Stadium, mereka mampu menang 2-1 lewat comeback dramatis.

Gaya main menyerang yang diusung Hurzeler terbukti efektif merepotkan pertahanan City. Brighton kini menjadi salah satu dari sedikit tim yang bisa menatap mata City tanpa rasa takut.

9 dari 9 halaman

Menanti Kepelesetnya Arsenal

Pemain Manchester City, Rayan Cherki (ketiga dari kanan), melepaskan tembakan di depan pemain Brighton, Lewis Dunk, pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City, Rayan Cherki (ketiga dari kanan), melepaskan tembakan di depan pemain Brighton, Lewis Dunk, pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Dengan 17 pertandingan tersisa, peluang juara Man City secara matematis masih terbuka. Namun, nasib mereka kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.

Arsenal difavoritkan untuk mengangkat trofi jika mampu menjaga konsistensi performa mereka. City harus berharap The Gunners kehilangan fokus dan menjatuhkan poin di pekan-pekan krusial.

Di sisi lain, City harus segera bangkit dan memutus tren hasil imbang ini. Mereka perlu kembali ke jalur kemenangan untuk memberikan tekanan psikologis kepada sang pemuncak klasemen Liga Inggris.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL