Bola.net - Genoa pernah hampir mendapatkan Robert Lewandowski di masa silam. Namun, Genoa membatalkan perekrutannya. Itu adalah sebuah kesalahan yang kini menjadi penyesalan Genoa.
Lewandowski mengawali karier bersama Znicz Pruszkow pada 2006. Dua tahun berselang, striker Polandia itu hijrah ke Lech Poznan.
Pada 2010, setelah dua musim memperkuat Lech Poznan, Lewandowski didekati Genoa. Kesepakatan personal sejatinya sudah tercapai, tapi Genoa membatalkannya.
Tinggal Tes Medis

Hal ini diungkapkan oleh mantan Direktur Olahraga Genoa, Stefano Capozucca.
Waktu itu, Lewandowski sebenarnya tinggal menjalani tes medis di Genoa. Namun, Presiden Genoa, Enrico Preziosi, menghentikan operasi transfer sang bomber Polandia.
"Kesepakatan sudah tercapai untuk Lewandowski pada 2010," tutur Capozucca kepada Radio Sportiva, seperti dikutip Football Italia.
"[Gian Piero] Gasperini tahu kemampuannya. Dia masih harus menjalani tes medis, tapi kemudian Presiden membatalkannya."
Terbang ke Jerman

Lewandowski sendiri kemudian terbang ke Jerman. Tahun itu, Borussia Dortmund merekrutnya dengan nilai transfer sekitar €4,5 juta.
Empat musim di Dortmund, Lewandowski menjelma jadi salah satu striker terbaik di Eropa. Dia mencetak 103 gol dalam 187 penampilan.
Pada 2014, Lewandowski menyeberang ke kubu rival, Bayern Munchen. Dia gabung Bayern dengan nilai transfer €50 juta.
Hingga kini, memasuki musim keenamnya bersama Bayern, Lewandowski sudah mencetak 230 gol dalam 275 penampilan untuk sang raksasa Bavaria.
Tak Mengulangi Kesalahan yang Sama

Belajar dari pengalaman, Genoa tak mengulangi kesalahan yang sama dalam kasus Krzysztof Piatek.
Genoa merekrut Piatek dari Cracovia senilai €4 juta pada 2018. Striker Polandia itu tampil impresif pada musim perdananya di Italia.
Genoa kemudian menjualnya ke AC Milan senilai €30 juta di tengah musim.
Perekrutan Diego Milito

Capozucca menyesalkan kegagalan merekrut Lewandowski di masa silam. Namun, Capozucca memuji langkah Preziosi yang mendatangkan Diego Milito pada 2004.
Waktu itu, striker Argentina tersebut direkrut dari Racing Club.
"Dia gabung Genoa hanya dengan beberapa Lira, dan menjadi seorang juara yang hebat beberapa tahun setelahnya," ujar Capozucca.
Milito kemudian memperkuat Real Zaragoza 2005-2008, kembali ke Genoa 2008-2009, lalu mendarat di Inter Milan. Dia meraih treble bersama Inter pada 2010, kemudian kembali ke Racing Club pada 2014. Dua tahun berselang, dia pensiun di klub Argentina tersebut.
Sumber: Football Italia
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Lautaro Martinez Diminta Abaikan Barcelona dan Bantu Inter Menjadi Lebih Besar
- De Ligt Menimba Ilmu dari Chiellini dan Van Dijk, Bagaimana Hasilnya?
- Hakan Calhanoglu Minta Kontrak Baru, AC Milan Belum Tentu Merestui
- Matthijs De Ligt Sempat Kesulitan di Juventus, Ternyata Ini Penyebabnya
- Terungkap, Alasan Juventus Rela Mengeluarkan Uang Banyak Demi De Ligt
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ronaldo Didoakan Bertahan Lama di Juventus dan Menang Ballon d'Or
Liga Italia 14 April 2020, 22:16
-
Milan Putuskan tak Perpanjang Kontrak Bonaventura dan Biglia
Liga Italia 14 April 2020, 20:14
-
Inter Pertimbangkan Lepas Lautaro Martinez, Jika Ditukar Griezmann
Liga Italia 14 April 2020, 19:48
-
Jika Ibrahimovic Pergi, Milan Disarankan Boyong Icardi
Liga Italia 14 April 2020, 19:18
-
Juventus Kibarkan Bendera Putih untuk Transfer N'Golo Kante
Liga Italia 14 April 2020, 18:20
LATEST UPDATE
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
-
Man of the Match Paraguay vs Prancis: Orlando Gill
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR