Cerita Jay Idzes soal Belajar Menjinakkan Lautaro Martinez Sampai Romelu Lukaku di Serie A, Bimbingan Fabio Grosso, dan Mengapa Sassuolo

Cerita Jay Idzes soal Belajar Menjinakkan Lautaro Martinez Sampai Romelu Lukaku di Serie A, Bimbingan Fabio Grosso, dan Mengapa Sassuolo
Jay Idzes berebut bola dengan Evan Ferguson di laga AS Roma vs Sassuolo, Minggu (11/01/2026). (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes membagikan kisah menarik mengenai perjalanan kariernya di Serie A Italia bersama Sassuolo. Ia mengakui bahwa kepindahannya ke Stadion Mapei pada musim panas lalu tidak lepas dari masukan rekan-rekan dekatnya.

Sebelum memutuskan bergabung, Idzes sempat menggali informasi mendalam dari Alfred Duncan dan Fali Cande mengenai arah tujuan serta kondisi internal Sassuolo. Pemain berusia 25 tahun tersebut ingin memastikan bahwa dirinya pindah ke tim yang memiliki ambisi serta rencana jangka panjang yang sangat jelas.

"Musim panas ini saya memiliki kemungkinan untuk pergi ke Sassuolo. Kebetulan saya bermain dengan Alfred Duncan di Venezia, jadi saya bertanya kepadanya tentang hal itu, dan saya berbicara dengan Fali Cande, yang juga datang ke sini," ujar Idzes dilansir Youtube Serie A.

"Kami bertiga berbincang, seperti, ya, tentang apa Sassuolo itu? Tentu saja, kita mengenal Sassuolo sebagai klub, tetapi tentang apa yang ada di dalam klub, arah yang ingin mereka tuju," katanya menambahkan.

1 dari 3 halaman

Pengalaman Menghadapi Penyerang Maut

Pemain Sassuolo, Nemanja Matic dan Jay Idzes. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Sassuolo, Nemanja Matic dan Jay Idzes. (c) AP Photo/Luca Bruno

Menjalani musim keduanya di Serie A, Idzes merasa proses adaptasinya berjalan secara alami melalui atmosfer pertandingan yang kompetitif. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga setiap kali harus berhadapan dengan barisan penyerang kelas dunia.

Nama-nama striker maut seperti Moise Kean, Romelu Lukaku, hingga bintang Inter Milan, Lautaro Martinez, menjadi lawan yang menempa kualitas bertahannya setiap pekan. Pengalaman mengawal pemain-pemain elit tersebut dianggapnya sebagai sekolah terbaik untuk meningkatkan kemampuan individu sebagai bek tengah.

"Di tahun pertama saya, saya rasa pertandingan pertama kami adalah melawan Fiorentina di laga tandang dan saya bermain melawan Moise Kean sebagai seorang penyerang. Dia sangat kuat, dia pemain yang sangat bagus," tegas Idzes.

"Setiap minggu Anda bermain melawan pemain seperti itu. Suatu saat itu Lukaku, suatu saat itu Lautaro Martinez, itu bisa berbeda setiap saat. Saya rasa saya telah belajar banyak dengan bermain melawan penyerang-penyerang semacam itu," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Apresiasi untuk Fabio Grosso

Pemain Juventus, Kenan Yildiz, menghadapi pemain Sassuolo, Jay Idzes (kiri) dan Sebastian Walukiewicz, dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Pemain Juventus, Kenan Yildiz, menghadapi pemain Sassuolo, Jay Idzes (kiri) dan Sebastian Walukiewicz, dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Idzes juga memberikan apresiasi tinggi kepada pelatih Sassuolo, Fabio Grosso beserta jajaran staf kepelatihannya atas proses integrasi yang mulus di dalam tim. Meski terbiasa dengan sistem empat bek di Belanda, bimbingan Grosso melalui serangkaian pertemuan teknis sangat membantunya memahami gaya main Neroverdi.

Kini, koordinasi Idzes di jantung pertahanan Sassuolo bersama Tarik Muharemovic dinilai semakin solid dan kompak dalam membaca bahaya serangan lawan. Berdasarkan statistik, Idzes tercatat selalu bermain penuh 90 menit dalam 25 penampilannya di Serie A.

"Tentu saja, sangat penting bahwa saya bermain sebagai bek tengah kanan untuk memastikan bek tengah kiri dan saya berkoordinasi dengan sangat baik. Saya pikir kami melakukannya dengan cukup baik bersama Tarik Muharemovic," tutur Idzes.

"Sebagai lini belakang, kami harus bergerak bersama, naik saat kami bisa untuk memastikan tim bermain pendek di lapangan, dan turun saat kami harus membaca bahaya dan bersikap kompak, menjadi satu tim saat kami menyerang," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Klasemen Serie A


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL