
Bola.net - Bicara Cristiano Ronaldo, tidak ada yang meragukan lagi kehebatannya di depan gawang lawan. Namun, ada lima bek yang punya reputasi menakutkan bagi pemain Juventus itu. Siapa saja mereka?
Ronaldo menjadi satu di antara predator menakutkan di lini pertahanan lawan. Tak jarang aksinya membuat pemain belakang lawan kocar-kacir. Seperti diketahui, Ronaldo mampu menggunakan seluruh bagian tubuhnya untuk mencetak gol.
Kekasih Georgina Rodriguez itu piawai mencetak gol dengan kedua kaki, kepala, dada serta anggota tubuh lainnya. Selama memperkuat empat klub berbeda, Ronaldo total sudah mencetak 825 gol.
Saat ini, Cristiano Ronaldo dianggap sebagai satu di antara penyerang terbaik di dunia. Trofi Individu Ballon d'Or serta pemain terbaik FIFA menjadi buktinya.
Meski Ronaldo sering tampil oke saat berada di lapangan, bukan berarti sang pemain tidak bisa dihentikan. Faktanya, ada lima pemain yang mampu menghentikan laju pemain Juventus itu.
Siapa saja pemain tersebut? Berikut Bola.com merangkum dari Ronaldo.com, Rabu (8/1/2020), 5 bek yang mampu menghentikan Cristiano Ronaldo.
Ashley Cole

Ashley Cole kerap menyusahkan Cristiano Ronaldo saat keduanya bermain di Premier League. Duel keduanya menjadi satu di antara yang paling menarik untuk ditonton, baik saat Cole berkostum Arsenal atau Chelsea.
Ronaldo yang saat itu memperkuat Manchester United dan Ashley Cole sering bertemu lantaran sama-sama beroperasi di sisi sayap. Bahkan tak hanya di level klub, melainkan juga saat keduanya membela negaranya.
Keduanya pernah bertemu saat Inggris menghadapi Portugal pada perempat final Piala Dunia 2006. Cole sukses bikin Ronaldo mati kutu.
Meski dianugerahi skill apik, kenyatanya Ronaldo tak bisa lewati penjagaan Cole.
Diego Godin

Karier Ronaldo bisa dibilang berada di puncak saat memperkuat Real Madrid. Kendati demikian ada sosok yang sering menyusahkannya.
Sosok tersebut bukanlah Lionel Messi, melainkan Diego Godin yang benar-benar membuatnya menderita terutama saat Real Madrid berhadapan dengan Atletico Madrid.
Atletico Madrid di bawah Diego Simeone telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan dengan baik di Spanyol dan di Eropa.
Bahkan, Ronaldo pernah dibikin sakit kepala oleh aksi Godin. Itu terjadi saat Real Madrid dibantai Atletico Madrid dengan skor masif 0-4. Pada laga tersebut, Los Blancos hanya mencatatkan 4 tembakan ke gawang dengan hanya satu yang tepat sasaran.
Saat ini, Ronaldo dan Godin sama-sama memperkuat klub asal Italia. Cristiano Ronaldo bermain untuk Juventus dan Diego Godin bermain bersama Inter Milan.
Alessandro Nesta

Alessandro Nesta adalah satu di antara bek terbaik AC Milan. Nesta membentuk duo bek yang sulit ditembus lawan saat berduet dengan Paolo Maldini.
Kukuhnya pertahanan AC Milan pernah membuat pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, frustrasi. Kejadian tersebut terjadi saat AC Milan bersua Manchester United di semifinal Liga Champions 2005.
Paolo Maldini dan Alessandro Nesta menyusahkan ketiga penyerang Setan Merah kala itu, yakni Wayne Rooney, Ryan Giggs dan Cristiano Ronaldo.
Bahkan, Rooney dan Ronaldo sampai bertukar posisi tapi tidak ada usaha yang berhasil melawan bek AC Milan tersebut. Pada akhirnya, kedua pemain tersebut sama sekali tak bisa membuat gol dalam laga itu.
Setahun setelah kejadian tersebut, Cristiano Ronaldo dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.
Traianos Dellas
Pada 2004, Timnas Portugal pernah gagal menjuarai Piala Eropa. Momen tersebut sangat memilukan buat para pemain Portugal, terutama Cristiano Ronaldo karena ajang tersebut diselenggarakan di nagara sendiri.
Selain itu, banyak yang meyakini Portugal akan menjadi kampiun Piala Eropa 2004. Cristiano Ronaldo menjadi satu di antara paling menonjol pada ajang tersebut.
Namun, Ronaldo dibuat frustrasi saat bermain melawan Yunani di final. Pemain kelahiran Funchal itu sulit menembus pertahanan Yunani yang digalang Traianos Dellas.
Happy birthday, EURO 2004 winner & Greece hero Traianos Dellas! 🎉🎁🎂🇬🇷 pic.twitter.com/30JPxWJIy3
— UEFA EURO 2020 (@EURO2020) January 31, 2017
Tangisan Ronaldo pada akhir pertandingan menjadi satu di antara momen yang tak bisa dilupakan banyak orang. Meski begitu, Ronaldo akhirnya merasakan gelar Piala Eropa, yakni pada 2016.
Gerrard Pique

Gerrard Pique pernah bermain bersama Cristiano Ronaldo saat keduanya memperkuat Manchester United. Meski tak lama membela Setan Merah, Pique mampu mempelajari cara Ronaldo bermain.
Keuntungan tersebut ternyata digunakan Pique saat Barcelona bersua Real Madrid. Saat Ronaldo masih berkostum Real Madrid, beberapa kali ia terlihat kesulitan untuk mencetak gol ke gawang Barcelona.
Terutama saat Gerrard Pique berduet dengan Carles Puyol di lini belakang. Tak jarang Pique membuat Ronaldo menderita saat berhadapan dengannya.
Sumber: Ronaldo.com
Disadur dari Bola.com (Penulis: Faozan Tri Nugroho/Editor: Ario Yosia - 2/6/2020)
Baca Ini Juga:
- Dennis Bergkamp Sebut Arsene Wenger Penyebab Merosotnya Performa Arsenal, Kok Bisa?
- Harta, Tahta, dan Klub Bola: Adu Tajir Pangeran Arab Calon Pemilik Newcastle vs Bos Man City
- Legiun Afrika di Old Trafford: Dari Eric Djemba-Djemba hingga Odion Ighalo
- Termasuk Cristiano Ronaldo, Ini 5 Pesepak Bola Dunia dengan Mobil Mewah
- Deretan Momen Ikonik dalam Rivalitas Manchester United dan Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Buffon Didorong untuk Terus Bermain Meski Sudah Berusia 43 Tahun
Liga Italia 2 Juni 2020, 20:23
-
Diincar MU, Federico Bernardeschi Buka Peluang Pindah ke Inggris
Liga Italia 2 Juni 2020, 16:05
-
Lirik lagu Storia Di Un Grande Amore - Juventus
Lain Lain 2 Juni 2020, 15:01
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR