
Bola.net - Fiorentina menolak menyerah. Di tengah kepungan jadwal yang mencekik dan tekanan zona degradasi, La Viola justru menunjukkan taringnya saat menjamu pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan.
Hasil imbang 1-1 di Stadio Artemio Franchi, Senin (23/3/2026) dini hari tadi menjadi pernyataan tegas bahwa mentalitas tim asal Florence tersebut sedang membara. Mereka berhasil menggagalkan ambisi tim tamu meski harus tertinggal lebih dulu melalui gol kilat di awal laga.
Satu poin ini sangat krusial bagi perjuangan Fiorentina untuk menjauh dari jerat degradasi Serie A yang kian memanas. Signifikansi hasil ini melengkapi pekan emosional mereka setelah sebelumnya memastikan tiket perempat final Conference League di Polandia.
Stamina para pemain benar-benar diperas habis-habisan dalam rentetan jadwal yang tidak manusiawi. Laga melawan Inter merupakan pertandingan kelima yang harus mereka lakoni hanya dalam kurun waktu 14 hari.
Usai peluit panjang berbunyi, Paolo Vanoli tak mampu menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa spartan yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.
Memuji Kinerja Fiorentina vs Inter Milan
Pelatih Fiorentina itu memberikan apresiasi setinggi langit kepada seluruh skuat dan staf kepelatihan. Baginya, kemampuan tim untuk mengakhiri pertandingan dengan intensitas tinggi adalah bukti nyata dari kualitas kerja keras mereka selama ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak, karena ini adalah pertandingan kelima dalam 14 hari, terutama yang ketiga dalam seminggu. Mereka luar biasa," puji Vanoli dengan nada emosional saat diwawancarai DAZN Italia.
Stadion sempat terdiam ketika tandukan Francesco Pio Esposito merobek jala Fiorentina saat laga baru berjalan 40 detik. Namun, mentalitas baja membuat mereka tidak karam lebih awal dan perlahan mulai mengambil alih kendali permainan.
"Kebobolan gol sepagi itu sempat menggoyahkan kami, tetapi kami berhasil kembali ke jalur yang benar. Motivasi dan keinginanlah yang membuat perbedaan kali ini," ungkap sang pelatih menekankan aspek psikologis timnya.
Strategi Bertahan Hidup di Florence
Meski berhasil menahan imbang raksasa Milan, Fiorentina masih tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara. Mereka hanya terpaut dua angka dari zona merah, sebuah situasi yang menuntut fokus ekstra di sisa musim yang semakin krusial.
Vanoli menyadari bahwa tuntutan publik Florence sangatlah besar, terutama ketika tim harus mengubah target dari papan atas menjadi perjuangan menghindari degradasi. Ia menegaskan bahwa identitas permainan tim tidak boleh hilang meski sedang dalam kondisi terdesak.
"Saya selalu katakan tim ini harus tetap bermain sepak bola untuk menyelamatkan diri sendiri. Membangun kekuatan dalam situasi penuh tuntutan seperti di Florence itu sulit, tetapi kami terus berkembang," tegasnya.
Perbaikan taktik mulai terlihat, terutama dalam cara tim menutup ruang agar aliran bola lawan tidak mencapai barisan striker. Vanoli juga menyoroti efektivitas pemainnya yang kini lebih berani melepaskan umpan silang dan tembakan dari tepi kotak penalti.
Progres Kean dan Tugas Internasional
Bukan hanya soal taktik, perkembangan fisik pemain individu juga menjadi sorotan positif bagi Vanoli. Moise Kean menjadi salah satu nama yang mendapatkan perhatian khusus setelah menunjukkan etos kerja yang meningkat drastis.
Kean tampil hampir selama 90 menit penuh setelah sebelumnya juga diperas tenaganya di kompetisi Eropa tengah pekan lalu. Penampilan impresifnya tersebut menjadi modal berharga sebelum ia bertolak membela Timnas Italia.
"Saya mendoakan yang terbaik untuk Kean, karena dia akan mewakili Italia dalam dua pertandingan yang sangat penting. Saya sangat menyukai caranya mengejar bola hari ini, dia benar-benar menunjukkan upaya maksimal," sanjung Vanoli.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:52
-
Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:46
-
Juventus Perlu Tegas Tentukan Algojo Penalti demi Hasil Maksimal
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:38
-
Bagaimana Hierarki Serangan Juventus Seiring Kembalinya Vlahovic dan Milik?
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:32
LATEST UPDATE
-
Jadwal Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027, Start Kontra Borneo FC
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 17:37
-
Bruno Guimaraes Langsung Tunjukkan Karakter dan Kualitasnya Bersama Arsenal
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 17:25
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
-
Gagal Dapat Rodri, Real Madrid Harus Pertimbangkan Martin Zubimendi
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 15:04
-
Barcelona Harus Berani Menolak Harga Selangit untuk Rodri
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 14:27
-
Marcus Rashford Kembali, Michael Carrick Tegaskan Statusnya di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 13:17
-
Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR